Menpora Hadiri Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019

Wednesday, 6 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpora Zainudin Amali menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Balai Sidang JCC, Senayan / Istimewa

Menpora Zainudin Amali menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Balai Sidang JCC, Senayan / Istimewa

Jakarta: Menpora Zainudin Amali menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Balai Sidang JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11) pagi. Acara rutin tahunan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) tahun ini mengangkat tema “Transformasi Pengadaan di Era Digital untuk SDM Unggul Indonesia Maju”. 

Hal penting yang ditekankan Presiden dalam pembukaan  rakornas kali ini adalah LKPP harus mampu menjadi pintu masuk tumbuh kembangnya perekonomian nasional. Harus ada regulasi yang memudahkan produk-produk lokal dan UMKM bisa masuk e-catalog yang dapat diakses instansi pemerintah dalam menyiapkan pengadaan barang dan jasa. 

“LKPP harus mampu mendesign pengadaan barang dan jasa untuk memberikan kemudahan-kemudahan pada produk lokal, menciptakan lapangan kerja, dan pengembangan UMKM, jangan impor terus. Jangan ada keterlambatan, apalagi di konstruksi, tadi saya lihat di laporan masih ada proses tender di November sampai angka Rp 31 triliun, tahun depan tidak boleh terjadi lagi,” tegas Presiden Jokowi. 

Menanggapi apa yang disampaikan Presiden, Menpora sangat menyetujui dan menekankan bahwa peringatan tentang keterlambatan tender khususnya tentang konstruksi dari Presiden harus memacu masing-masing K/L membuat cara dan terobosan-terobosan. 

“Saya kira apa yang disampaikan Bapak Presiden itu harus dilakukan. Keterlambatan tender, bayangkan masih ada 31 triliun, padahal sudah bulan November, kapan bisa dikerjakan. Kementerian/Lembaga harus membuat cara, Januari harus sudah jalan. Sekarang kan ada pra tender, November-Desember tahun berjalan sudah mempersiapkan pekerjaan tahun berikutnya. Tapi itu untuk konstruksi ya, kalau seperti Kemenpora yang tidak banyak, dan belanja barang masih bisa diterima,” kata Menpora usai pembukaan. 

Rakernas ini juga menjadi tugas dan fungsi LKPP untuk menyiapkan perubahan Peraturan Pemerintah (PP) No 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, guna menyesuaikan belanja pemerintah yang meningkat hingga 300% pada kurun lima tahun terakhir, adanya realita hampir semua K/L penyerapan dalam semester satu dibawah 30%, dan teknologi informasi berjalan cepat dan menjadi keniscayaan untuk tidak diikuti. Oleh karenanya ada lima hal kerangka yang dirancang dalam perubahan PP tersebut, yakni penyerdanaan pengadaan, harmonisasi dengan peraturan lain, mendukung kebijakan lain, fleksibilitas peraturan, dan penguatan serta peningkatan SDM. 

Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang oleh Presiden Joko Widodo, didampingi MenPPN Suharso Monoarfa dan Kepala LKPP Roni Dwi Susanto. Hadir para peserta mencapai 3000 orang, para pemangku kepentingan yakni para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para Kepala Badan/Lembaga, dan perwakilan pemerintah daerah. (RED)

See also  Dukung Percepatan Pengembangan Ekonomi Kawasan Perbatasan, Kementerian PUPR Bangun 11 PLBN Terpadu di Tahun 2020-2021

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru