Oknum BPK Diduga Kecipratan Duit Jiwasraya, Bekas Direksi Didorong Buka Mulut

Tuesday, 14 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

DAELPOS.com – Mantan direktur utama dan direktur keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hendrisman Rahim dan Hary Prasetyo didorong untuk menjadi saksi pelaku yang bekerjasama alias justice collaborator.

Hendrisman dan Hary diminta membuka mulut dan menyebut oknum pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diduga terlibat megakorupsi di perusahaan asuransi pelat merah itu.

“Dua mantan direksi Jiwasraya yang sedang diperiksa Kejaksaan Agung mesti bersedia menjadi justice collaborator terkait oknum petinggi BPK yang terlibat. Ada informasi diduga dana hasil pembobolan Jiwasraya mengalir ke oknum petinggi BPK, jumlahnya ratusan miliar,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono melalui pesan elektronik kepada KATTA.

Diduga banyak oknum pejabat di BPK kecipratan hasil perampokan dana nasabah Jiwasraya sehingga mereka, kata Arief, menutupi masalah keuangan Jiwasraya hasil audit akuntan publik.

“Pertanyaan, apa saja kerja BPK sejak 2006 hingga 2019 terkait hasil audit laporan keuangan Jiwasraya oleh akutan publik yang diwajibkan oleh Undang-Undang dan peraturan harus diserahkan ke BPK dan kemudian BPK melakukan pemeriksaan, serta audit ulang,” bebernya.

Benar bahwa BPK memberikan kesimpulan sebagian besar hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan Jiwasraya belum sesuai dengan standar pemeriksaan alias terjadi window dressing. Namun evaluasi BPK terhadap laporan keuangan Jiwasraya, kata Arief, tidak efektif. Pada periode 2008 hingga 2015, evaluasi hanya
dilaksanakan atas beberapa laporan pemeriksaan akuntan publik.

Selain itu, BPK membiarkan terjadinya kesengajaan terkait jangka waktu pelaksanaan dan penyerahan pemeriksaan keuangan Jiwasraya dari akutan publik.

Hal tersebut, menurutnya, tentu saja mengakibatkan informasi yang disampaikan kepada DPR sebagai pengguna laporan tidak dapat digunakan dengan optimal karena informasi tersebut tidak mencakup keseluruhan hasil pemeriksaan akuntan publik atas BUMN dan bukan informasi aktual.

See also  Takdir Politik Bamsoet

“Padahal hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan Jiwasraya dan evaluasi disampaikan oleh BPK kepada DPR agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (2) UU No 15 Tahun 2004 dan Pasal 6 ayat (4) UU No 15 Tahun 2006,” terangnya.

Selain mendorong Hendrisman dan Hary menjadi justice collaborator, Arief meminta penyidik Kejaksaan memeriksa oknum petinggi BPK. Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya membongkar tuntas megakorupsi Jiwasraya yang ditaksir merugikan negara Rp13,7 triliun.

“Kejaksaan Agung harus memeriksa oknum-oknum petinggi BPK,” pintanya.[]

Berita Terkait

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Gerak Cepat Kementerian PU Tangani Sungai Muara Pisang Pascabanjir
Bersama Kementerian PU, Hutama Karya Perkuat dan Percepat Dukungan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Tol Kutepat Segmen Sinaksak–Simpang Panei Catat 88.867 Kendaraan saat Fungsional Nataru 2025/2026
Kementerian PU Bersihkan 52 Fasilitas Umum di Aceh Tamiang
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok untuk 84 KK Tuntas 10 Januari 2026
Kementerian PU Siagakan 1.709 Alat Berat untuk Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir Bandang Susulan di Kabupaten Agam

Berita Terkait

Saturday, 10 January 2026 - 01:55 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Friday, 9 January 2026 - 09:07 WIB

Gerak Cepat Kementerian PU Tangani Sungai Muara Pisang Pascabanjir

Thursday, 8 January 2026 - 10:09 WIB

Bersama Kementerian PU, Hutama Karya Perkuat dan Percepat Dukungan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Wednesday, 7 January 2026 - 20:47 WIB

Tol Kutepat Segmen Sinaksak–Simpang Panei Catat 88.867 Kendaraan saat Fungsional Nataru 2025/2026

Wednesday, 7 January 2026 - 00:19 WIB

Kementerian PU Bersihkan 52 Fasilitas Umum di Aceh Tamiang

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Pasca Bencana di Tol Binjai-Langsa

Saturday, 10 Jan 2026 - 02:07 WIB

Olahraga

Comeback Dramatis, Pertamina Enduro Taklukkan Electric PLN 3-2

Saturday, 10 Jan 2026 - 01:51 WIB