Tingkatkan Daya Saing, Petani Cabai di NTB Sepakat Bentuk Koperasi

Thursday, 20 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sejumlah petani cabai di Nusa Tenggara Barat (NTB) sepakat untuk membentuk koperasi. Para petani menganggap perlu wadah usaha bersama untuk mendukung peningkatan daya saing petani. 

Petani cabai yang terhimpun dalam Gapoktan dan Gapura saat bertemu di Selong, Lombok Timur, Rabu (19/2/2020) sangat antusias terhadap rencana pembentukan koperasi karena menilai koperasi dapat menjadi solusi atas kendala produksi dan pemasaran cabai yang mereka hadapi selama ini.

Ketua Asosiasi Cabai Indonesia (ACI) Abdul Hamid mengatakan terbentuknya kelembagaan koperasi bagi petani cabai sangat diperlukan. 

“Pemerintah tidak mungkin menghadapi para petani ini satu-satu, melalui koperasi pemerintah dapat melakukan pembinaan dengan secara sistematis,” kata Hamid. 

Melalui kelembagaan koperasi, menurut Hamid, ada solusi bagi petani cabai terhadap kendala budidaya, pembiayaan, inovasi teknologi. Dalam wadah koperasi, dapat dilakukan pelatihan dan pendampingan untuk peningkatan kualitas budidaya yang lebih terarah, akses pembiayaan lebih mudah, dan mencari peluang akses pemasaran.

Serangan hama dan penyakit sulit diatasi karena petani tidak memiliki dana untuk membeli obat-obatan tanaman. 

Dari pengakuan para petani terungkap berbagai persoalan yang mereka hadapi selama ini.  Misalnya harga cabai yang sangat fluktuatif,  terutama dipengaruhi oleh faktor cuaca. Pada musim hujan dan panas, sangat sering tanaman cabai diserang hama dan penyakit yang menyebabkan produksi anjlok dan  dampaknya harga melonjak. Tetapi, saat produksi melimpah, harga cabai anjlok hingga petani merugi. 

“Masalah harga juga persoalan pelik. Petani masih menjual hasil panen ke tengkulak dan pengepul yang menentukan harga secara sepihak sedangkan petani tidak punya posisi tawar,” kata Ketua Gapura, Subhan. 

Belum lagi faktor kesulitan modal kerja untuk mulai bertanam. Dikemukakan,  petani harus membutuhkan modal awal Rp 3,5 juta – 4 juta untuk tanaman cabai seluas 10 are. Saat ini, modal itu harus disediakan sendiri oleh petani, belum ada akses pembiayaan murah. 

See also  Tangani PMK, Dirjen Bina Bangda Dukung Penuh Percepatan Langkah-Langkah Pengendalian Wabah

Subhan mengatakan petani sangat berharap mendapat fasilitasi kemitraan melalui dukungan pemerintah (Kementerian Koperasi dan UKM) dengan perusahaan swasta untuk membantu memecahkan persoalan yang dihadapi petani. Dengan adanya koperasi, ia menilai akan lebih mudah menjalin kerjasama dengan swasta. 

Ia mengungkapkan mereka pernah mendapat tawaran kerja sama dari swasta tapi tanpa adanya pendampingan.  Swasta tersebut hanya ingin membeli hasil panen dengan kualitas yang mereka tentukan.

“Selama ini kami petani cabai belum pernah merasakan kemitraan yang bisa menjamin harga dan kualitas. Kami sangat berharap ada kemitraan yang akan menguntungkan kedua pihak yang memecahkan masalah yang dihadapi petani,” kata Subhan. 

Oleh karena itu, dia mengharapkan fasilitasi dan dukungan kemitraan yang disertai pendampingan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat daya saing petani. Petani membutuhkan pendampingan tentang peningkatan kualitas, teknologi dan manajemen. []

Berita Terkait

Cegah PHK 9.000 PPPK, Senator NTT Minta Revisi UU HKPD
Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi, China Energy Siap Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Hutama Karya-HKA Percepat Pemeliharaan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026
Kementerian PU Tangani Longsor Ruas Trenggalek–Ponorogo, Akses Jalan Sudah Dapat Dilalui Terbatas
Menteri Dody Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029, Perkuat Profesionalisme Jasa Konstruksi Nasional
Kemendes Siap Bantu Genjot Pembangunan Desa di Papua Barat
Reforestasi Tesso Nilo Dimulai, Pemerintah Targetkan Pulihkan 66 Ribu Hektare hingga 2028
BGN Tegaskan Tak Larang Unggah Menu MBG di Media Sosial

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 01:13 WIB

Cegah PHK 9.000 PPPK, Senator NTT Minta Revisi UU HKPD

Sunday, 8 March 2026 - 20:00 WIB

Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi, China Energy Siap Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal

Saturday, 7 March 2026 - 11:19 WIB

Hutama Karya-HKA Percepat Pemeliharaan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026

Thursday, 5 March 2026 - 16:56 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor Ruas Trenggalek–Ponorogo, Akses Jalan Sudah Dapat Dilalui Terbatas

Wednesday, 4 March 2026 - 22:46 WIB

Menteri Dody Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029, Perkuat Profesionalisme Jasa Konstruksi Nasional

Berita Terbaru

Nasional

Cegah PHK 9.000 PPPK, Senator NTT Minta Revisi UU HKPD

Monday, 9 Mar 2026 - 01:13 WIB