Stop Belah Bambu Anies dan Ariza

Thursday, 9 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adian Radiatus

PENULIS artikel politik medsos handal punya “follower” puluhan bahkan ratusan ribu, Zeng Wei Jian dengan nama akun FB, Ahura Mazda berturut-turut menurunkan ulasan terkait sosok Wagub DKI terpilih Ahmad Riza Patria atau akrab dipanggil Bang Ariza.

Isinya penuh gambaran konfrontatif, memberi ilustrasi destruktif kepemimpinan Anies tetapi kasih imajinasi manuver Ariza yang bakal “playbook” mengenyampingkan semua langkah Anies sebagai tidak “klir” menangani wabah Covid-19 ini. Terlalu naif.

Di hari berikutnya ulasan ditarik ke arah adanya intrik-intrik dari apa yang disebut antek Nurmansyah Lubis. Ini sama saja menyinggung PKS. Mengherankan juga meski sebagai “flash back” cerita.

PKS dan Nurmansjah sudah mengucapkan selamat pada Ariza. Tidak layak mengulas kisah pra pemilihan dengan judul “diserang lagi!!” itu.

Men-downgrade Anies untuk meng-upgrade Ariza rasanya bukan style atau karakter Ariza dalam berpolitik. Apalagi Anies bukan lawan politik, tetapi pimpinannya yang mesti dapat bekerjasama dengan baik dan harmonis.

Jangan seperti situasi di beberapa daerah yang diam-diam telah terjadi dua nakhoda dalam satu perahu. Ariza bergabung untuk sinergi bersama Anies membangun Jakarta lebih cepat mencapai target-targetnya. Bukan untuk cari popularitas membuat rivalitas terhadap Anies.

Kepada kader-kader terbaiknya Prabowo senantiasa berpesan, “jangan sekali-kali kau khianati rakyatmu” dan itu bisa dilihat loyalitas dan kredibilitas Ariza pada pimpinan dan korpsnya.

Jadi terasa amat janggal dan bisa terkesan image buruk terhadap kemenangan Ariza untuk duduk di kursi DKI dua, bila narasi yang dibangun adalah banyak friksi negatif terhadap kehadiran Ariza.

Mungkin Ahura tidak menyadari bila pendukung dan pecinta Anies semakin luas akhir-akhir ini seiring besarnya atensi penanganan wabah Covid-19 ini yang ditunjukan sang gubernur. Bahkan melintas batas ke sisi luar wilayah DKI Jakarta.

See also  Mendagri Terima secara Simbolik Bantuan Alat Tes Covid-19 dari Dubes Singapura

Jadi bila popularitas yang hendak dibangunnya di mata Ariza, maka cara seperti itu tidak mungkin bisa menghasilkan citra yang positif. Kesan mengelus jagoan bisa terpeleset seperti menjilat, padahal tidak begitu. Bisa cialat itu kata orang asnawi.

Profesionalisme menulis artikel politik yang ditampilkan penulis dengan inisial ZWJ itu tidak diragukan lagi, kaya dengan komparasi situasi similar terkait falsafah maupun peristiwa lain terhadap topik yang diulasnya.

Bila akhir-akhir ini terasa bias arah pemikirannya yang terbaca dalam berbagai narasi artikel-artikelnya, sehingga terlihat penurunan yang cukup drastis jumlah followernya yang memotong kata ribu di atas, tentu itu adalah risiko yang seharusnya sudah dipahaminya.

Apapun perubahan pandangan politiknya, satu hal yang pasti itu telah membuat jarak jauh dan patah arang  pengikutnya.

Bagi penulis, apa yang ditulis itulah gambaran pribadi. Tulisan mewakili karakter, reaksi pembaca mewakili penilaian publik, seperti juri.

Dalam kaitan ulasan terhadap kehadiran Wagub DKI terpilih, Ariza, sebaiknya stop saja cara belah bambu dengan Anies. Selain tidak simpatik bagi kedua tokoh, juga mereka satu bambu utuh yang kuat untuk menopang kemajuan Jakarta. Tidak baik berupaya membelahnya.

Jadi sekali lagi stop belah bambu Anies dan Ariza. (*)

Berita Terkait

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat
Belajar dari BAIC, Iftitah: Kemajuan Industri Dibangun dari Investasi pada Manusia dan Teknologi
Senator Mirah: MotoGP Mandalika Harus Berkelanjutan, Dampak Ekonomi dan Peningkatan SDM Lokal Jadi Prioritas
BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Aksi Cepat TJSL Hutama Karya Group Hadirkan Alat Berat dan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Padang
Mendes Yandri Minta Pembuatan Konsep Terintegrasi Pembangunan Daerah Tertinggal
Di Peking University, Mentrans Iftitah Ajak Akademisi Cari Solusi Nyata Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Erick Thohir: MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Ajang Balap

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 15:44 WIB

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Wednesday, 14 October 2026 - 13:21 WIB

Belajar dari BAIC, Iftitah: Kemajuan Industri Dibangun dari Investasi pada Manusia dan Teknologi

Wednesday, 14 October 2026 - 10:55 WIB

Senator Mirah: MotoGP Mandalika Harus Berkelanjutan, Dampak Ekonomi dan Peningkatan SDM Lokal Jadi Prioritas

Tuesday, 13 October 2026 - 18:36 WIB

BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026

Tuesday, 13 October 2026 - 15:45 WIB

Aksi Cepat TJSL Hutama Karya Group Hadirkan Alat Berat dan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Berita Terbaru

Suroso Isnandar / foto ist

Energy

Tongkat Estafet Dirut PLN Beralih ke Suroso Isnandar

Wednesday, 14 Oct 2026 - 21:51 WIB