DPR Kritik Penyaluran Bansos Covid-19: Data Enggak Akurat

Sunday, 3 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak pemerintah untuk mengevaluasi dan memutakhiran data masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) yang terdampak wabah virus corona.

Tak hanya pembagian yang dianggap belum merata, sejumlah penyaluran bansos juga ditemukan tidak tepat sasaran. Kondisi itu terjadi di beberapa daerah, khususnya yang telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Anggota DPR RI Komisi IX Intan Fauzi menuturkan, salah satu penyebab kondisi itu adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kurang akurat. Akibatnya, distribusi Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk warga terdampak Covid-19 ini tidak tepat sasaran.

“Memang DTKS kita masih bermasalah. Ini tidak saja menjadi PR bangsa ini ke depan, tetapi harus dituntaskan sekarang, sebab persoalan data ini telah terjadi berulang-ulang,” katanya, Minggu, 3 Mei 2020

Politisi Partai Amanat Nasional mengungkapkan, sejak Maret, pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp405,1 triliun untuk mengatasi dampak Covid-19. 

Refocusing anggaran untuk penanganan kesehatan, JPS, dukungan dunia usaha, dan lainnya. Dari angka itu, sebanyak Rp110 triliun dialokasikan untuk JPS, yang di antaranya PKH, bansos tunai, sembako dan lain-lain.

Alokasi dana sebesar itu, kata Intan, belum termasuk dana bansos yang berasal dari anggaran daerah. Namun lagi-lagi, basis data yang masih amburadul membuat bantuan JPS ini tidak tepat sasaran.

Misalnya, di beberapa wilayah banyak orang kaya atau mampu justru mendapat bantuan. Bahkan pegawai negeri sipil (PNS) aktif, pensiunan PNS, bahkan ada orang yang sudah meninggal datanya juga masuk ke dalam penerima bansos tunai.

“Ini masalah besar bagi bangsa ini. Persoalan ini harus dibereskan agar tidak terkesan semua berlindung pada pandemi Covid-19,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat VI itu.

See also  Di Tahun 2019, Masih Banyak Kasus Besar Tidak Jelas Muaranya

Atas sederet persoalan itulah, Intan mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki data penerima bansos agar lebih tepat sasaran, langsung kepada penerima manfaat dan tidak rumit distribusinya. []

Berita Terkait

RSUD Tamiang sudah mulai beroperasi, Kementerian PU Percepat pembersihan dan penyaluran air bersih
Kementerian PU Terapkan Padat Karya di Lokasi Bencana, Serap Tenaga Kerja Lokal
Perkuat Sinergi, AHY dan Khofifah Bahas Pembangunan Hingga Penanganan Bencana
TelkomGroup Dukung Pemulihan Psikologis Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Kementerian PU Kebut Huntara di 3 Provinsi, Aceh Tamiang Segera Rampung
CPNS Kementerian PU Pasok Air Bersih untuk Korban Bencana Sumbar
Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Denyut Nadi Ekonomi Bireuen Berangsur Pulih Pascabencana
Kementerian PU Bersihkan Lumpur RSUD Pidie Jaya Pasca-Bencana

Berita Terkait

Friday, 2 January 2026 - 09:46 WIB

RSUD Tamiang sudah mulai beroperasi, Kementerian PU Percepat pembersihan dan penyaluran air bersih

Wednesday, 31 December 2025 - 18:54 WIB

Kementerian PU Terapkan Padat Karya di Lokasi Bencana, Serap Tenaga Kerja Lokal

Wednesday, 31 December 2025 - 13:57 WIB

Perkuat Sinergi, AHY dan Khofifah Bahas Pembangunan Hingga Penanganan Bencana

Wednesday, 31 December 2025 - 13:49 WIB

TelkomGroup Dukung Pemulihan Psikologis Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Tuesday, 30 December 2025 - 16:22 WIB

Kementerian PU Kebut Huntara di 3 Provinsi, Aceh Tamiang Segera Rampung

Berita Terbaru

Nasional

Kereta Panoramic Kian Laris, Penumpang Naik 38,6%!

Friday, 2 Jan 2026 - 18:49 WIB

Nasional

Menteri Dody Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Friday, 2 Jan 2026 - 18:39 WIB

Ekonomi - Bisnis

TelkomGroup Sediakan Akses Telekomunikasi dan WiFi Gratis

Friday, 2 Jan 2026 - 18:24 WIB