Doni: Kolaborasi Multipihak Hasilkan Baju APD Standar WHO

Sunday, 7 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – “Saya bangga dan senang karena Indonesia dapat memproduksi sendiri kebutuhan alat kesehatan sebagai Industrialisasi kesehatan di masa depan. Indonesia mempunyai bahan baku yang dibutuhkan untuk industri kesehatan. Selama ini bahan baku yang selalu impor dapat diatasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” ujar Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo melalui pesan digital, Jakarta, Minggu, 31 Mei 2020.

Indonesia patut bangga karena pengajuan produk baju alat pelindung diri keseluruhan (APD _Coverall_) dalam negeri berhasil mendapatkan sertifikasi yang diakui WHO. Baju APD keseluruhan tersebut sangat penting untuk menjamin keamanan tenaga medis saat menangani COVID-19.

Kerja keras Gugus Tugas Nasional melalui tim pakar dan multipihak telah menghasilkan baju APD keseluruhan secara mandiri sebagai produk lokal berkualitas.

Baju APD keseluruhan tersebut dibuat dari bahan yang diperoleh dari dalam negeri. Tak hanya itu, baju APD ini juga dibuat sendiri oleh bangsa Indonesia.

Dengan kemampuan dan kekuatan bangsa sendiri, Indonesia akhirnya dapat memproduksi baju APD berkualitas internasional sesuai rekomendasi Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk memperoleh sertifikasi tersebut, Gugus Tugas Nasional melalui tim pakar bekerja sama dengan sejumlah asosiasi pembuat dan pendukung produksi tekstil dan garmen, yaitu Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan Indonesia Non-Woven Association (INWA) serta dukungan sekitar 30 lebih perusahaan.

Sebagai informasi bahwa akrilik dan karet juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan alat kesehatan lainnya seperti face shield, incubator atau chamber bagi penderita infeksi virus.

Terkait dengan kolaborasi multipihak, Doni berkata, “Di sinilah pentingnya kolaborasi pentaheliks dari dunia penelitian, para pakar bidang kesehatan serta lembaga usaha dalam melaksanakan produksi dan industrialisasi di bidang medis.”

See also  KLHK Gelar Workshop Guna Sempurnakan Substansi Rencana Kerja Indonesia's FOLU Net Sink di 16 Provinsi

Tercatat tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan dibuat dalam negeri sudah mencapai standar internasional, yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana Apparel, yang semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2 bahkan lebih tinggi.

Di samping itu, lulusnya pengajuan produk dalam negeri tersebut tidak terlepas dari peran besar Kementerian Luar Negeri dan dan Konsulat Jenderal yang mengawal proses pengujian di luar negeri hingga diterbitkannya hasil uji ISO 16604 tersebut.

“Pada Jumat sore, tanggal 29 Mei 2020, kami memperoleh informasi dari pihak Intertek bahwa uji lab APD Coverall (sampel fabrik) PT. Surya Usaha Mandiri (SUM) untuk sertifikasi ISO 16604 Class 2 yang dilakukan di HQ Intertek, Cortland, New York, telah dinyatakan Pass atau lulus uji,” ujar Arifi Saiman, perwakilan Konsulat Jenderal RI di New York.

Multipihak tersebut sepakat untuk menyematkan satu payung emblem ‘INA United’ pada produk baju APD yang lolos uji. Logo perusahaan pencetak baju APD tetap akan dilekatkan pada produknya.

Baju APD yang sudah lulus standar internasional tersebut dapat memberikan tingkat perlindungan tertinggi. Bahan baju APD yang digunakan terbuat dari bahan woven polyester yang tersedia di dalam negeri.

Ketersediaan bahan di dalam negeri sangat besar sehingga tidak perlu mengimpor lagi. Karena terbuat dari bahan woven, baju hazmat tersebut dapat dicuci dan digunakan kembali atau washable dan reusable.

Sementara itu, Gugus Tugas Nasional juga mendorong produksi APD lainnya yaitu masker N95. Prototipe masker N95 sedang dipersiapkan dan akan melalui uji kualitas dalam waktu dekat.

Diharapkan masker N95 buatan dalam negeri pun dapat mencapai standar kualitas internasional untuk memberikan perlindungan terbaik bagi para pahlawan tenaga medis Indonesia.

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putra Bidik Perunggu Asian Games 2026

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim  / foto ist

Hukum

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:24 WIB

Berita Terbaru

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 Sep 2026 - 16:36 WIB