Tuan Ketar Ketir Melihat KAMI

Saturday, 22 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Adian Radiatus

KEHADIRAN Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI ternyata menggetarkan tirai belakang layar kekuasaan hingga ke jantung otoritas tertinggi. Sayangnya alih-alih bertindak sebagai “the honour leader” malah memakai cara-cara film action intrik-intrik politik yang terasa sudah usang.

Kerahkan influencer dan tim buzzer cangkokan model komuniser dengan menebar meme dan narasi fitnah pembusukan adalah metode daur ulang sampah otak jahat akibat minimnya daya intelektualitas dalam perspektif demokrasi dan kebangsaan.

Siapapun pelaku aktor dibalik layar penyerangan moril kontra demokrasi ini dipastikan adalah pihak yang tidak ingin Indonesia berubah menjadi benar dalam langkahnya, kecuali hanya sesuai kehendaknya.

Mereka memang masih mencoba mendemonstrasikan kekuatan supernya di bidang penguasaan ruang media publik, medsos atas politik dan hukum. Intimidasi secara halus maupun kasat mata. Twitter Din Syamsuddin kena dihack juga Situs tempodotco pun sempat diretas oleh influenzer gelap.

Kelompok dibalik layar ini sesungguhnya dapat diduga sama dengan pelindung pelaku RUU HIP. Modus politik represif kekuasaannya sangat menonjol.

Dubes Palestina sampai harus membuat klarifikasi tertulis yang narasinya mengindikasikan adanya komunikasi yang bernuansa kepanikan mencerminkan kemunduran kediplomatikan demokrasi Indonesia di mata para diplomat dan pengamat negara asing. Pasalnya kehadiran Dubes negara sahabat bukan sebagai deklarator tapi undangan terhormat. 

Jadi para tuan-tuan yang ketar ketir melihat kehadiran KAMI sudah terkena sindrome possesif dimuka sebelum mempelajari lebih dahulu apa konten deklarasi dan maklumat KAMI itu.

Kemungkinan analisis terdapat kegagalan besar dalam pengelolaan negara oleh tim pemerintahan Jokowi menjadi sangat menonjol bila dilihat dari cara mempertahankan kekuasaan yang tengah digenggam erat-erat itu.

Daripada susah payah meminta bantuan tambahan influencer dan buzzer untuk mendestruktif kehadiran Koalisi sadar bangsa bernama KAMI ini, lebih baik dana yang menurut ICW sebesar sembilan puluhan miliar itu dan hasilnya hanya semakin memperburuk situasi persatuan dan kesatuan bangsa saja.

See also  TIIWG Sepakat Tingkatkan Kapasitas Negara dalam Merespon Pandemi Percepat Pemulihan Arsitektur Kesehatan Global

Maka sebuah acara bertema “Solusi Nasional” dengan sejumlah panelis yang menghadirkan seluruh jajaran Kabinet Kerja tanpa kecuali berhadapan debat terbuka dengan tim dari KAMI. Barangkali cukup dengan lima atau tiga nama, diantaranya tentu Din Syamsuddin, Rizal Ramli dan Rocky Gerung juga Syahganda dan Refli Harun.

Dan apapun hasil rangkuman panelis independen wajib dipublikasikan tanpa kecuali. Mungkin ini adalah cara terbaik dalam demokrasi Pancasila yang tengah menghadapi situasi tidak menentu akibat tata kelola berdasarkan  selera dan bukan nalar logika.

Jadi daripada sedemikian ketar ketirnya tuan-tuan menyambut kehadiran KAMI dengan pola ragam memalukan itu sehingga membuat makin tajam sinisme kepada kepemimpinan, lebih baik menyerah terhormat dalam ruang tukar pendapat terbuka langsung dimata publik.

Bila penguasa yang sudah kehilangan kepercayaan besar rakyat itu semakin anjlog gak karuan diantara puluhan ribu meme satir kiriman rakyat jujur non buzzer non influencer itu, maka tidak tertutup ketar ketirnya tuan akan berbuah menjadi kegetiran teramat pahit meski masih ada kuasa. []

Berita Terkait

Program Mudik ke Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Pramono Optimistis Terus Naik
Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 257 Ribu Kendaraan
Warga Padati Istana, Antusias Bertemu Prabowo di Gelar Griya
Hemat Energi, Pemerintah Terapkan WFH Usai Lebaran
Arus Balik Lebaran, Trafik JTTS Naik 50 Persen
Menteri PU Dampingi Presiden Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Pastikan Rumah Hunian Telah Dihuni
Arus Mudik Meningkat, 1,8 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 17:38 WIB

Program Mudik ke Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Pramono Optimistis Terus Naik

Tuesday, 24 March 2026 - 12:13 WIB

Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 257 Ribu Kendaraan

Monday, 23 March 2026 - 13:48 WIB

Warga Padati Istana, Antusias Bertemu Prabowo di Gelar Griya

Sunday, 22 March 2026 - 23:48 WIB

Hemat Energi, Pemerintah Terapkan WFH Usai Lebaran

Sunday, 22 March 2026 - 23:40 WIB

Arus Balik Lebaran, Trafik JTTS Naik 50 Persen

Berita Terbaru

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Usai Libur Lebaran

Wednesday, 25 Mar 2026 - 17:23 WIB