KemenkopUKM Terus Perkuat Ketahanan Finansial dan Transformasi Perkoperasian

Thursday, 29 October 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian nasional tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk. Tetapi juga, menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis

Hal itu dikatakan Asdep Penelitian dan Pengkajian Koperasi dan UMKM KemenkopUKM Mangatas Pasaribu, pada acara FGD Pengembangan Peran Koperasi Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (Membangun Ketahanan Sistem Finansial Koperasi, Pasca Pandemi Covid-19 Terhadap Koperasi), di Jakarta, Rabu (28/10).

“Menteri Koperasi dan UKM terus mendorong koperasi harus bisa berinovasi dalam digitalisasi. Termasuk meningkatkan kreatifitas koperasi dalam pengembangan usahanya,” kata Mangatas.

Mangatas menekankan koperasi dapat memanfaatkan momentum ini untuk membangun transformasi perkoperasian Indonesia, khususnya di bidang finansial.

Pihaknya juga telah melaksanakan beberapa penelitian dan pengkajian, diantaranya model factory sharing, dampak Covid-19 terhadap KUMKM, hingga Indeks Pembangunan Koperasi (IPK) Indonesia.

“Saya berharap FGD ini bisa menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan transformasi koperasi di bidang finansial,” tukas Mangatas.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama KemenkopUKM Johny W Situmorang mengungkapkan bahwa kelemahan struktural koperasi justru terlihat saat pandemi Covid-19, terutama sistem finansialnya.

“Oleh karena itu, ke depan, koperasi memerlukan sistem ketahanan finansial,” tandas Johny.

Menurut Jonny, beberapa dampak dari pandemi terhadap koperasi adalah guncangan bisnis koperasi (supply chain), terganggu finansial, terganggu implementasi fungsi sosial, dan pemutusan hubungan kerja karyawan.

“Berdasarkan kajian ilmiah, koperasi akan pulih pada Kuartal II 2022. Namun, kita bisa percepat dengan akselerasi tinggi, sehingga bisa pulih pada 2021,” ucap Johny.

Untuk itu, Johny berharap pelaku koperasi melakukan transformasi koperasi, hingga penguatan sistem finansial perkoperasian.

See also  Kedatangan Vaksin Tahap 124 dan 125, Indonesia Terima 4,8 Juta Dosis Vaksin

Di mata Johny, hal lain yang musti diperbaiki adalah banyak aset koperasi tidak produktif. Koperasi juga banyak bergantung dari modal luar. “Padahal, prinsip koperasi itu harus kuat karena modal dari dalam,” ujar Johny.

Johny berharap, koperasi primer harus terintegrasi secara vertikal dengan koperasi sekunder, untuk memperkuat sistem finansial koperasi. “Kemitraan antar koperasi harus terus ditingkatkan,” tegas Johny.

Nara sumber lainnya, Stefanus Saragih dari Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) menyebutkan bahwa kekhawatiran akan adanya dampak pandemi bagi koperasi sudah ada sejak awal Covid-19.

“Apalagi, kita Kopdit berbeda dengan KSP. Kita menerima dana simpanan dan tabungan hanya dari anggota. Begitu juga penyaluran kredit hanya untuk anggota,” kata Stefanus.

Selain itu, lanjut Stefanus, Kopdit juga memiliki risiko likuiditas, dimana simpanan dan tabungan bisa ditarik anggota. Begitu juga dengan risiko kredit adalah gagal bayar.

Untuk itu, banyak Kopdit melakukan langkah untuk memperkuat layanan untuk anggota. “Kopdit juga melakukan pengembangan usaha para anggota, hingga terhubung dengan pasar. Salah satunya, membangun marketplace sendiri untuk penjualan produk yang dihasilkan anggota,” pungkas Stefanus.

Berita Terkait

Dapur MBG Kelar! Kementerian PU Dorong Layanan Gizi dan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan
Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan
Konektivitas Mayoritas Pulih, Kementerian PU Kebut Perbaikan Dampak Bencana Sumatera Hingga Pelosok
Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Rampung 2 Pekan, Dorong Penurunan Impor Aspal
Mendes Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat
Mendes Yandri Dorong Bupati Gowa Kembangkan Desa Jadi Destinasi Wisata
Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali, Dukung Konektivitas Pangan dan Pariwisata
Evaluasi Mudik 2026: Kecelakaan Turun, Infrastruktur Makin Efektif

Berita Terkait

Sunday, 19 April 2026 - 12:24 WIB

Dapur MBG Kelar! Kementerian PU Dorong Layanan Gizi dan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan

Saturday, 18 April 2026 - 19:55 WIB

Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan

Saturday, 18 April 2026 - 16:34 WIB

Konektivitas Mayoritas Pulih, Kementerian PU Kebut Perbaikan Dampak Bencana Sumatera Hingga Pelosok

Saturday, 18 April 2026 - 13:25 WIB

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Rampung 2 Pekan, Dorong Penurunan Impor Aspal

Saturday, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Mendes Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Antisipasi El Nino, DPRD Minta BUMD Pangan Jadi Penjaga Stabilitas Harga

Sunday, 19 Apr 2026 - 18:19 WIB

News

Prabowo Pastikan Distribusi Beras Tepat Sasaran

Sunday, 19 Apr 2026 - 13:53 WIB

Nasional

Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan

Saturday, 18 Apr 2026 - 19:55 WIB