Pertanian Nanas Lahan Gambut Binaan Pertamina, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Thursday, 9 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kawasan hutan gambut yang berada di sekitar PT Kilang Pertamina Unit Sei Pakning merupakan kawasan rawan kebakaran. Bahkan pada tahun 2014-2015, kebakaran lahan gambut telah menimbulkan dampak yang merugikan bagi aktivitas masyarakat, seperti membakar lahan produktif dan juga memicu penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). 

“Dulu, lahan disini memang tidak terawat, ditumbuhi semak dan sering terjadi kebakaran lahan. Bahkan orang sering menyebut Kampung Jawa sebagai ‘kampung neraka’. Kami warga secara mandiri selalu disibukkan dengan pemadaman api. Lahan pun tidak memberikan hasil apa-apa bagi kami,” kata Samsul, tokoh penggerak masyarakat Kampung Jawa.

Apabila terjadi kebakaran, Samsul dan warga sekitar ikut bahu-membahu memadamkan api. Fokus pada upaya pemadaman, yang juga membenturkan dengan kondisi ekonomi warga, yang harus tetap mencari nafkah. “Kebakaran tidak padam satu dua hari, bahkan bisa berhari-hari atau berbulan-bulan, Kami hanya memikirkan api padam, dan tidak ingin ada korban lagi dari warga masyarakat,” kata Samsul berkaca-kaca.

Kisah masa lalu itu menjadi pembelajaran titik balik kesuksesan warga Kampung Jawa, Sungai Pakning, dalam mengelola Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi di lahan gambut.

Samsul yang merupakan tokoh penggerak Koperasi Tani Tunas Makmur, menuturkan saat ini puluhan hektar lahan gambut digarap menjadi pertanian Nanas oleh beberapa kelompok masyarakat. Namun hasil tersebut tidak didapat dengan membalikkan telapak tangan. 

“Pemerintah, masyarakat dan  Kilang Pertamina Unit Produksi Sei Pakning turut andil dalam mengembangkan pertanian nanas, serta penghijauan di lahan gambut sehingga bisa dilihat hasilnya seperti saat ini,” kata Samsul. 

Upaya sinergi berbagai pihak diawali dengan menghadirkan program pemanfaatan lahan gambut bekas terbakar. Program tersebut berorientasi pada Mitigasi Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

See also  Replikasi Program CSR Difablepreneur, Pemkab Boyolali Apresiasi Pertamina

Pengembangan program pemberdayaan masyarakat tersebut, dilakukan Kilang Pertamina Unit Produksi Sei Pakning secara berkelanjutan, sejak tahun 2017. “Kenapa dipilih pengembangan pertanian Nanas, karena untuk mengelolanya dan membuka lahan gambut menggunakan sistem tanpa bakar. Dari awal hanya saya garap sekitar setengah hektar, kini sudah berlipat-lipat menjadi 30 hektar lahan gambut yang digarap warga Kampung Jawa sebagai Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi,” jelas Samsul.

Saat ini, lahan telah memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat baik dari hasil pertanian Nanas, maupun beragam produk olahan Nanas yang dibuat ibu rumah tangga. Pada tahun 2020 pendapatan dari hasil lahan pertanian mencapai 257 juta per tahun. “Yang tidak kalah pentingnya dampak bagi lingkungan, karena kami bisa menghirup udara segar tanpa ada ancaman kebakaran yang acap kali membuat dada kami sesak,” papar Samsul.

Selain itu, warga yang juga berprofesi sebagai Masyarakat Peduli Api (MPA) juga rutin mengontrol lahan gambut agar tidak terbakar. Secara berkala patroli, dan segera memadamkan api. 

Kesuksesan warga Sungai Pakning dalam mengatasi dampak kebakaran yang diikuti dengan upaya peningkatan ekonomi ini mendapat apresiasi dari VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita saat mengunjungi Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

“Kami melihat lahirnya program ini bermula dari aspirasi masyarakat yang ditangkap oleh  Kilang Pertamina Unit Produksi Sei Pakning, yang terus melakukan upaya pendampingan secara berkesinambungan dengan berbagai program. Bahkan pengembangan lahan gambut direplikasi ke wilayah terdekat serta dikembangkan dengan tanaman lain seperti serai. Ini menunjukkan kehadiran Pertamina saling bersinergi dengan masyarakat dalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Arya. 

Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR RU wilayah Dumai PT. Pertamina Kilang Internasional Imam Rismanto mengatakan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi ini merupakan salah satu dari  Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang dirangkum dalam klaster Kampung Gambut Berdikari. Dimana dalam klaster program Kampung Gambut Berdikari tersebut terdapat beberapa program lain, diantaranya Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat Peduli Api yakni kelompok masyarakat yang bertugas dalam  pemadaman kebakaran lahan gambut, Sekolah Cinta Gambut yang merupakan program edukasi bagi generasi muda peduli terhadap lahan gambut. Dan  Arboretum Gambut adalah area konservasi dan eduwisata gambut dimana di dalamnya terdapat upaya pelestarian tanaman langka Kantong Semar.

See also  Bulog Rangkul Transmart Perluas Jaringan Distribusi Operasi Pasar

“Program tersebut menjadi bukti perusahaan yang telah menjalin kerja sama sangat baik dengan masyarakat dan berbagai pihak dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab sosial masyarakat yang telah dirasakan manfaatnya baik dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan. Melalui Program Kawasan Pertamina Nanas Terintegrasi Pertamina mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak, serta melalui program Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat Peduli Api  telah mengimplementasikan SDGs ke-13 yakni menggalakkan aksi untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya”.

Berita Terkait

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026
Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis
Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut
Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 20:04 WIB

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Saturday, 3 October 2026 - 18:50 WIB

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis

Friday, 2 October 2026 - 12:38 WIB

Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut

Wednesday, 30 September 2026 - 10:32 WIB

Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian

Friday, 25 September 2026 - 17:05 WIB

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kedelapan, yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto Istimewa

Berita Terbaru

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 12:50 WIB

Nasional

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Wednesday, 7 Oct 2026 - 09:59 WIB