Kejutan…! Nama Gus Halim Diabadikan jadi Nama Anggrek Varietas Baru

Thursday, 30 June 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mendapat kejutan diabadikan sebagai nama varietas baru anggrek di Lereng Gunung Arjuno, Malang, Jawa Timur. Varietas anggrek baru bernama Dendrobium Abdul Halim Iskandar sudah mendapat sertifikat dari lembaga Royal Holticultural Society (RHS) yang berbasis di London.

“Pemberian nama anggrek ini tidak sembarangan. Yang berhak mendaftarkan hanya penyilangnya dan yang didaftarkan hanya di ke RHS London. Dan setiap pemberian nama harus konfirmasi ke yang bersangkutan,” ungkap H As’ari selaku owner PT Javina, pengelola Taman Arjuno di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (29/6/2022)

As’ari mengungkapkan bahwa anggrek varietas baru tersebut indukannya berasal dari Papua yang disilangkan dengan anggrek khas Jawa Timur. Saat didaftarkan, anggrek tersebut pun harus sudah dalam kondisi berbunga.

“Istimewanya anggrek ini (Dendrobium Abdul Halim Iskandar) bunganya besar, warnanya bagus yakni kuning kecokelatan dan menjadi salah satu anggrek ciri khas Jawa Timur,” tandas pria yang sudah berkecimpung di dunia anggrek sejak 2010 lalu itu.

Proses penyilangannya sampai jadi benih siap tanam berlangsung 1,5 tahun. Selanjutnya benih sampai berbunga sekitar 1,5 tahun. Jadi, lanjut As’ari total dari penyilangan sampai bunga sekitar 3 tahun.

“Jadi anggrek ini sudah saya silang sekitar 4 tahun, bukan tiba-tiba dan perlu waktu lama. Makanya anggrek harganya stabil,” ujar As’ari.

As’ari menambahkan, pengabadian nama Dendrobium Abdul Halim Iskandar pada salah satu varietas anggreknya juga merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas perhatian dan komitmen Gus Halim sapaan akrab-Abdul Halim Iskandar untuk mengembangkan Budidaya anggrek didesa-desa.

“Harapan kami dengan adanya semakin banyak tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penganggrekan di Indonesia. Selain itu bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas serta produktivitas petani anggrek dan nilai perekonomian,” tandas As’ari.

See also  Tindak Lanjuti Kunjungan Presiden Jokowi ke Maluku Barat Daya, Kementerian PUPR Bangun Sumur Bor untuk Petani Kerbau

Dia menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan kerja sama dengan sistem plasma tani yang memberdayakan masyarakat desa di sekitar lokasi. Diharapkan pemberdayaan ini semakin berkembang dan penyilang di wilayah lain bisa mengikuti, sehingga bisa untuk salah satu upaya pemberdayaan masyarakat.

“Sekarang ada sekitar 50 plasma. Bulan ini kita sedang kerjasama dengan pendamping desa untuk sinergi menambah petani plasma. Target kita tahun ini ada 100 petani plasma,” ujar As’ari.

Sementara itu, Winartono Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Malang mengungkapkan sertifikasi varietas baru anggrek di Taman Arjuno ini sebenarnya telah dikeluarkan pada Sabtu, 25 Juni 2022 lalu. Varietas ini adalah anakan pertama yang diharapkan bisa dikembangkan.

“Sebenarnya sudah lama disiapkan oleh Taman Arjuno. Sudah lama ingin buat varietas baru dari laboratorium anggrek yang ada di situ. Kami dan teman-teman di sini sepakat kalau Gus Halim datang maka akan diabadikan jadi nama varietas baru,” pungkas Winartono.

Sebelumnya, Gus Halim menyatakan bahwa peluang bisnis tanaman anggrek harus dimanfaat kan oleh desa-desa di daerah tertinggal. Anggrek merupakan tanaman tropis dan bisa tumbuh sempurna bila dikelola dengan baik di tanah pedesaan.

“Karena Anggrek ini adalah urusan hobi yang berdampak pada kesejahteraan. Orang yang punya hobi sudah membudidayakan dan mengoptimalkan kapasitasnya dan kemudian pasarnya juga bagus, ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian,” kata Gus Halim saat menghadiri Rembug Insan Anggrek Jawa Timur sekaligus peresmian Taman Arjuno di Desa Gunungrejo, Kabupaten Malang pada Minggu (26/6/2022).

Menurut Gus Halim sapaan akrabnya, budidaya anggrek memiliki nilai eksport yang tinggi. Pada tahun 2020, Indonesia telah mengekspor 11.7 juta tangkai tanaman anggrek dan 4,2 jutanya berasal dari Jawa Timur.

See also  Kementerian Sosial RI Kembali Gandeng YPJI Salurkan 10.000 Bantuan Ke Jurnalis

Oleh karena itu, Gus Halim menyatakan bakal membangun Desa Anggrek di sejumlah daerah tertinggal. Langkah ini sebagai upaya percepatan peningkatan ekonomi di daerah tertinggal.

Menanggapi namanya diabadikan sebagai nama anggrek varietas baru. Gus Halim berucap syukur dan berterima kasih kepada keluarga besar Perhimpunan Anggrek Indonesia atas kehormatan yang diberikan ini.

“Diluar dugaan, saya tak pernah bermimpi mendapat kehormatan ini, nama diabadikan sebagai nama anggrek varietas baru. Terima Kasih perhimpunan anggrek Indonesia, khususnya terima kasih kepada Bapak H. As’ari. Kehormatan ini saya terima dan saya jaga dengan penuh tanggungjawab. Terima kasih, barokallah,” Ujar Ketua PKB Jawa Timur ini.

Berita Terkait

Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh, Jaga Layanan Kesehatan Pascabencana
Menteri Dody Pantau Penanganan Sungai Kuranji di Sumbar
Menteri Dody Tinjau Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang
Menteri PU Tinjau Proyek Penanganan Akses Lembah Anai dan Malalak
Darurat Pencemaran Gili Iyang: Lindungi Paru-Paru Dunia dari Tumpahan Minyak
Menteri Dody Tinjau Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Padang, Dorong Percepatan Pembebasan Lahan
Kementerian PU Kerahkan Jembatan Bailey, Percepat Pemulihan Akses Pascabanjir Bandang di Pemalang–Purbalingga
Pemerintah Dukung Hutama Karya Tuntaskan Tol Betung–Tempino–Jambi

Berita Terkait

Saturday, 31 January 2026 - 00:09 WIB

Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh, Jaga Layanan Kesehatan Pascabencana

Friday, 30 January 2026 - 20:13 WIB

Menteri Dody Pantau Penanganan Sungai Kuranji di Sumbar

Friday, 30 January 2026 - 20:01 WIB

Menteri Dody Tinjau Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang

Friday, 30 January 2026 - 18:57 WIB

Menteri PU Tinjau Proyek Penanganan Akses Lembah Anai dan Malalak

Friday, 30 January 2026 - 09:43 WIB

Darurat Pencemaran Gili Iyang: Lindungi Paru-Paru Dunia dari Tumpahan Minyak

Berita Terbaru