RI Jalin Kerja Sama dengan Korea Selatan, Kementerian Investasi Percepat Pengembangan Investasi Hijau Berkelanjutan

Friday, 29 July 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pemerintah Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Korea Selatan dalam rangka mendorong peningkatan investasi hijau berkelanjutan melalui nota kerja sama antara Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi atau Ministry of Trade, Industry, and Energy (MOTIE). Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama dengan Menteri MOTIE Lee Chang-Yang menandatangani nota kerja sama tersebut hari ini (28/7) di Seoul, Korea Selatan dengan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Republik Korea Yoon Seok-yeol.

Kolaborasi antara kedua pemerintahan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan dan memfasilitasi kegiatan kerja sama yang saling menguntungkan, seperti investasi, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas untuk mempercepat terwujudnya investasi hijau berkelanjutan.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia optimis kerja sama yang dilakukan ini dapat mempercepat pertumbuhan investasi hijau berkelanjutan di Indonesia. Bahlil menyampaikan bahwa  Indonesia dan Korea Selatan telah memiliki hubungan bilateral yang sangat baik, khususnya terkait investasi.

“Kami berkomitmen untuk secara konsisten  memberikan dukungan penuh kepada investor Korea Selatan mulai dari awal perizinan sampai dengan pengawasan hingga terealisasi investasinya. Ini berlaku bagi calon investor maupun yang sudah eksisting di Indonesia saat ini. Investor dari Korea Selatan silakan datang, bawa modal dan teknologi, kami siap fasilitasi,” ujar Bahlil.

Bahlil mengungkapkan bahwa investor asal Korea Selatan telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi Indonesia dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang di antaranya diwujudkan dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

MOTIE akan memfasilitasi investasi dari Korea Selatan yang memiliki modal dan teknologi mutakhir untuk mengembangkan investasi hijau berkelanjutan, serta memberikan dukungan teknologi yang tepat untuk ditransfer ke pemerintah Indonesia dan sektor swasta.

See also  Jadi Tuan Rumah HAPUA-JEPIC Symposium 2022, PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Demi Wujudkan NZE

Menteri MOTIE Lee, Chang-Yang menyambut baik atas terjalinnya kerja sama dengan Kementerian Investasi/BKPM. Lee mengungkapkan optimis kerja sama yang sudah dan akan terjalin ini dapat memberikan dampak positif bagi kedua pihak, khususnya di bidang investasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Menteri Investasi atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan kepada investor asal Korea Selatan selama ini. Kami senang dapat berkontribusi pada perkembangan investasi hijau di Indonesia, dan kami harap hubungan kerja sama ini dapat terus berjalan serta saling menguntungkan,” ujar Lee.

Nota kerja sama antara Kementerian Investasi/BKPM dan MOTIE ini selain mengembangkan dan mentransfer teknologi dalam investasi hijau berkelanjutan, juga terkait dengan pertukaran peluang investasi dan kebijakan yang relevan tentang pengembangan investasi hijau, serta mempromosikan dan memfasilitasi kegiatan kerja sama investasi yang bergerak di sektor industri dan energi hijau, seperti ekosistem kendaraan listrik, baterai, semi-konduktor, dan energi terbarukan.

Investasi hijau berkelanjutan berupa pengembangan ekosistem kendaraan listrik asal Korea Selatan di Indonesia direalisasikan melalui kerja sama antara konsorsium perusahaan Korea Selatan, yang di dalamnya termasuk LG, Hyundai, KIA, dan Posco dengan BUMN Indonesia IBC (Indonesia Battery Corporation). Kerja sama ini meliputi pembangunan industri baterai listrik terintegrasi dimulai dari pertambangan dan peleburan (smelter) nikel yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara hingga industri pemurnian (refinery), industri prekursor dan katoda, serta perluasan industri sel baterai yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa Tengah, hingga industri daur ulang baterai listriknya, dengan  total rencana investasi mencapai Rp142 triliun.

Implementasi tahap pertama groundbreaking pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik telah dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada 15 September 2021 lalu.  Saat ini, pembangunan tersebut memasuki tahap konstruksi yang telah terealisasi sebesar 50-60% dari total target kapasitas produksi 10 giga watt dengan nilai investasi sebesar USD1,1 miliar. Adapun pada 8 Juni 2022, telah dimulai pembangunan tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi ini di KIT Batang, Jawa Tengah.

See also  Makin Masif, Kini Giliran Bank OCBC NISP Gunakan Energi Bersih 11.000 MWh dengan REC PLN

Selain itu, dalam pengembangan pabrik produksi kendaraan listrik, Hyundai juga telah merealisasikan investasinya yang mencapai nilai USD1,5 miliar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang telah mulai berproduksi sejak Januari 2022 dengan kapasitas produksi saat ini mencapai 150.000 unit per tahun.

Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan bahwa Korea Selatan sendiri saat ini menempati peringkat ke-5 dalam realisasi investasi di Indonesia berdasarkan negara untuk periode 2017 sampai dengan semester pertama 2022 mencapai USD9,08 miliar. Nilai tersebut didominasi oleh investasi pada sektor manufaktur yaitu industri kendaraan bermotor yang mencapai USD1,7 miliar; kemudian disusul oleh sektor listrik, gas, dan air sebesar USD1,35 miliar; industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam sebesar USD0,92 miliar; industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar USD0,86 miliar; serta industri kimia dan farmasi sebesar USD0,85 miliar. (*)

Berita Terkait

Bersama Melangkah Menuju Keemasan, Bank Mandiri Perkuat Layanan Emas Terintegrasi di Livin’ by Mandiri
Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Diresmikan, IWIP Bangun Proyek Strategis di Halmahera
Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis
Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026
Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis
Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut
Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 20:11 WIB

Bersama Melangkah Menuju Keemasan, Bank Mandiri Perkuat Layanan Emas Terintegrasi di Livin’ by Mandiri

Friday, 9 October 2026 - 08:19 WIB

Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Diresmikan, IWIP Bangun Proyek Strategis di Halmahera

Wednesday, 7 October 2026 - 15:48 WIB

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Tuesday, 6 October 2026 - 20:04 WIB

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Saturday, 3 October 2026 - 18:50 WIB

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. / foto ist

Megapolitan

Pemprov DKI Usulkan Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun

Sunday, 11 Oct 2026 - 18:26 WIB

 Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan / foto ist

Berita Terbaru

Syahganda: Prabowo Dorong Ekonomi Inklusif untuk Rakyat

Sunday, 11 Oct 2026 - 18:18 WIB