Manfaatkan Area Sabuk Hijau Bendungan Batujai, Menteri Basuki Tanam Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

Saturday, 29 October 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sebagai rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 39 Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memimpin dimulainya penanaman sorgum sebagai bahan pangan alternatif di area sabuk hijau (greenbelt) Bendungan Batujai, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (29/10/2022).

Hadir mendampingi Menteri Basuki dalam penanaman sorgum tersebut, Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Bambang Hari Kusumo, Guru Besar Ilmu Tanah UNRAM Prof. Ir. Suwardji, Ketua Umum HATHI Jarot Widyoko yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Kementerian PUPR, Inspektur Jenderal T Iskandar, dan Dirjen Bina Konstruksi Yudha Mediawan.

Menteri Basuki mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendukung pengembangan sorgum sebagai sumber pangan alternatif pengganti nasi, mengingat adanya ancaman serius krisis pangan global.

“Ini merupakan salah satu titik pengembangan sorgum di Indonesia. Lahan milik negara seperti ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat dengan ditanami sorgum seperti ini. Hal ini sejalan seperti yang dicanangkan Presiden untuk ketahanan pangan dengan mengembangkan semua jenis pangan, tidak hanya padi, tapi juga sagu, jagung, kedelai, dan sorgum,” kata Menteri Basuki.

Dikatakan Menteri Basuki, pengembangan tanaman sorgum sebagai bahan pangan alternatif sudah mulai dilakukan di sejumlah daerah. “Sebelumnya saya juga sudah ke Sumba Timur, NTT yang juga tengah dikembangkan pertanian sorgum dengan dukungan pengairan lewat pembangunan embung dan sumur-sumur bor,” kata Menteri Basuki.

Untuk di area Bendungan Batujai, Menteri Basuki menyatakan terdapat potensi lahan sabuk hijau bendungan seluas 110 hektar (ha), dengan area yang sudah mulai ditanami seluas 10 ha. “Selain di Batujai, juga dilakukan dukungan pengembangan lahan pertanian sorgum di Desa Akar-Akar, Lombok Utara dengan potensi lahan seluas 120 ha. Untuk pengairannya memanfaatkan sumur bor yang pernah dibangun Kementerian PUPR,” ujarnya.

See also  Gus Halim Minta Pos Gerbang Desa Kembali Dijaga 24 Jam

Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama mengucapkan terima kasih banyak atas sejumlah infrastruktur yang telah dibangun di NTB. “Pak Menteri PUPR sudah sangat sering mengunjungi NTB dan membangun banyak infrastruktur terutama terkait dengan pengembangan potensi pertanian, lewat pembangunan sejumlah bendungan dan kali ini lewat dukungan pengembangan sorgum,” kata Suryadi.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi mengatakan, pemanfaatan lahan sabuk hijau bendungan untuk pengembangan pertanian sorgum merupakan bagian dari optimalisasi aset milik negara.

“Manfaat lain dari penanaman sorgum di area Bendungan Batu Jai adalah eceng gondok yang ada di bendungan bisa dimanfaatkan untuk diolah sebagai pupuk. Sebagai dukungan pengairan lahan pertanian ini, kita juga telah bangun embung dengan volume tampungan sebesar 15.000 m3,” ujar Hendra.

Rektor Universitas Mataram Bambang Hari Kusumo menyatakan siap mendukung pengembangan sorgum melalui berbagai penelitian ilmiah. “Kami dari kampus siap untuk terus mendukung mengembangkan sorgum dengan menugaskan beberapa riset pengembangan dari hulu hingga hilir,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut
Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 22:56 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Berita Terbaru

Energy

Pertamina Bekali UMK Agar Siap Hadapi Buyer Global

Monday, 28 Sep 2026 - 12:24 WIB

News

Sumur Bor Ubah Rutinitas Warga Bowi Subur

Monday, 28 Sep 2026 - 11:35 WIB

foto ist

Olahraga

Dramatis Lima Set, Indonesia Takluk dari Thailand

Monday, 28 Sep 2026 - 09:54 WIB

Energy

Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD

Monday, 28 Sep 2026 - 08:57 WIB