Temui Presiden Zanzibar, Menko Luhut Bahas Kerja sama Blue Economy

Tuesday, 3 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menemui Presiden Zanzibar Hussein Mwinyi dalam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi Pihak dan Forum Indonesia-Afrika ke-2 di Bali pada, Senin (02/09/2024). Dalam pertemuan ini Menko Luhut menyampaikan siap jajaki kerja sama dengan Zanzibar terkait Blue Economy.

“Kami ingin mengambil langkah konkret terkait kerjasama ini seperti bidang manufaktur berbasis kelautan, sektor ini dapat memberikan nilai tambah pada hasil perikanan dan kelautan dan kita harus mengembangkan industri pengolahan sebagai salah satu strategi menuju hilirisasi hasil kelautan,” jelas  Menko Luhut.

Menko Luhut menjelaskan, Indonesia telah menjadi produsen hasil laut terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok. “Beberapa bahan baku yang berasal dari sumber daya kelautan, seperti ikan, garam, rumput laut memiliki potensi besar untuk diolah lebih lanjut guna meningkatkan nilai tambah. Perikanan Indonesia menyumbang sekitar USD 32,11 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2022, dengan pangsa sebesar 2,6 persen terhadap PDB negara ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menko Luhut menyampaikan, selain bidang menufaktur terdapat bidang Pariwisata berbasis Pesisir.
Indonesia siap bekerja sama dalam Ekonomi Biru dengan Zanzibar dengan mempromosikan pariwisata bahari, nilai ekonomi masyarakat pesisir akan meningkat, pendapatan pemerintah meningkat, industri lokal meningkat, lapangan pekerjaan meningkat, dan pasar untuk produk lokal juga akan meningkat,” tutur Menko Luhut.

“Pada tahun 2022, pariwisata bahari mulai pulih dari COVID-19 dan jumlah wisatawan mancanegara meningkat menjadi 5,47 juta, Sementara pada tahun 2023, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 11,6 juta. Dalam hal ini, kita harus meningkatkan kerja sama pariwisata pesisir dan laut seperti membangun pulau saudara (sister’s island) dengan Bali dan hub pariwisata maritim.” lanjutnya.

See also  Delegasi Malaysia Kagumi AICIS Sebagai Konferensi Keislaman Bergengsi

Menko luhut menambahkan, Indonesia menawarkan kerja sama di bidang Bioteknologi dan Bioekonomi. “Pasar bioteknologi kelautan global yang bernilai USD 5,9 miliar pada tahun 2022, diperkirakan akan mencapai USD 11,7 miliar pada tahun 2032, Indonesia menghadirkan peluang besar bagi pengembangan sektor bioteknologi kelautan” tambah Menko Luhut

Diakhir pertemuan ini, Menko Luhut menegaskan Indonesia siap bekerja sama terkait blue economy Zanzibar.

Berita Terkait

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium
Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah
Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf
Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel
Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertipikat Tanah kepada Transmigran di Maluku Tengah
Dari Panen ke Pasar, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG
Bangun Infrastruktur, Berdayakan Masyarakat, PISEW Kementerian PU Serap 8.011 Tenaga Kerja

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 17:18 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Monday, 26 October 2026 - 12:45 WIB

Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium

Sunday, 25 October 2026 - 13:39 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Sunday, 25 October 2026 - 09:31 WIB

Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf

Sunday, 25 October 2026 - 09:05 WIB

Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi

Monday, 26 Oct 2026 - 22:09 WIB