Kementerian PU Kembangkan Fungsi Sabo Dam Menayu di Magelang Sebagai Sumber Irigasi

Sunday, 26 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan fungsi Sabo Dam Menayu di Sungai Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai infrastruktur Sumber Daya Air guna mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Selain berfungsi mengendalikan elevasi dasar sungai dan mengelola sedimen vulkanik Gunung Merapi, Sabo Dam Menayu juga dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian masyarakat sekitar.

Pemanfaatan sabo dam menjadi bagian dari strategi Kementerian PU dalam memperkuat ketahanan air dan pangan, khususnya di daerah rawan bencana. Konstruksi sabo dam didesain dapat mengalirkan air ke lahan-lahan pertanian di wilayah hilir secara lebih teratur dan efisien.

Sabo dam bukan sekadar bangunan pengendali sedimen, tetapi juga sumber kehidupan bagi para petani. “Dengan sistem irigasi yang lebih terjamin, kita membantu petani meningkatkan hasil panen, menjaga ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.” lanjut Menteri PU Dody Hanggodo.

Pemanfaatan infrastruktur ini juga sebagai upaya pelaksanaan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. “Asta Cita menekankan pentingnya kemandirian pangan dan pembangunan yang berpihak pada rakyat. Melalui infrastruktur yang telah dibangun Kementerian PU, kami ingin memastikan air tersedia, sawah tetap produktif, dan petani bisa hidup lebih sejahtera,” ujar Menteri Dody.

Sabo Dam Menayu dibangun mulai 2022 lalu dengan biaya APBN sekitar Rp19,9 miliar dengan fungsi utama untuk menahan sedimen vulkanik dari Gunung Merapi. Pengembangan sabo dam sebagai infrastruktur irigasi telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Muntilan.

Sistem irigasi yang dihasilkan mampu mengairi 40 hektare lahan pertanian di Desa Adikarto dan Progowati, serta mendukung sistem irigasi Sabo Dam Sokorini seluas 33 hektar, dan irigasi Tanjung seluas 2 hektar.

See also  Pelantikan Jabatan Administrasi dan Pengangkatan PNS di Lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM

Secara teknis, Sabo Dam Menayu memiliki lebar 60 meter dan tinggi 11 meter, dengan konstruksi yang kokoh namun terintegrasi dengan irigasi pertanian masyarakat..

Hingga kini, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak telah membangun 277 unit sabo dam di wilayah hulu Gunung Merapi yang tersebar di 15 sungai utama. Berdasarkan masterplan pengendalian lahar dan sedimen tahun 2017, masih dibutuhkan tambahan sekitar 90 unit sabo dam baru untuk memperkuat sistem pengendalian dan meningkatkan manfaatnya bagi irigasi pertanian.

Kementerian PU akan terus melanjutkan pembangunan dan revitalisasi sabo dam di wilayah rawan bencana sebagai bagian dari upaya strategis pengelolaan sumber daya air terpadu. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pasokan air yang berkelanjutan, meningkatkan indeks pertanaman, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang maju.

Selain berfungsi mengendalikan material vulkanik Gunung Merapi dan irigasi pertanian, Sabo Dam Menayu juga berperan sebagai jembatan penghubung dua desa dan membuka peluang pengembangan wisata air yang mendorong ekonomi masyarakat sekitar.

“Sabo Dam Menayu sangat bermanfaat sebagai akses transportasi masyarakat, terutama dari aspek wisata karena ada lokasi kuliner dan tempat bermain. Sabo dam ini juga sangat mendukung irigasi bagi desa-desa di sekitarnya,” kata Kepala Desa Menayu Arwanto. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut
Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 22:56 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Berita Terbaru

Energy

Pertamina Bekali UMK Agar Siap Hadapi Buyer Global

Monday, 28 Sep 2026 - 12:24 WIB

News

Sumur Bor Ubah Rutinitas Warga Bowi Subur

Monday, 28 Sep 2026 - 11:35 WIB

foto ist

Olahraga

Dramatis Lima Set, Indonesia Takluk dari Thailand

Monday, 28 Sep 2026 - 09:54 WIB

Energy

Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD

Monday, 28 Sep 2026 - 08:57 WIB