Hadapi Kendala di Lapangan, Menteri ESDM Minta PT PLN Segera Pulihkan Listrik Aceh

Wednesday, 10 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmen percepatan pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana hidrometeorologi dan gerakan tanah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan listrik di provinsi tersebut.

“Kalau ada yang memang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf. Kami akan terus fokus, terus berupaya, agar secara totalitas mempergunakan semua sumber-sumber kekuatan negara dalam rangka percepatan pemulihan di sektor energi yang ada, khususnya di Provinsi Aceh,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (9/12).

Sesuai arahan Menteri ESDM, PT PLN (Persero) diminta segera memulihkan sambungan transmisi yang menghubungkan Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatera. Permintaan ini disampaikan menyusul terputusnya transmisi dari Langsa, Aceh, ke Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, yang membuat sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan Sumatera.

“Tadi, arahan dari Pak Menteri, kami semua siap menjalankan, memulihkan transmisi dari backbone Sumatera ke Langsa (Aceh),” ujar Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasojo secara daring.

Darmawan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh karena pemulihan pasokan listrik belum sepenuhnya terealisasi sesuai komitmen awal.

Sebelumnya Direktur Utama PT PLN melaporkan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto bahwa untuk wilayah Aceh, listrik akan menyala 93% pada Minggu malam 7 Desember 2025, namun kondisi lapangan membuat target itu belum tercapai. Kerusakan berat pada jaringan distribusi, akses lokasi yang masih tertutup material banjir, serta pertimbangan keamanan teknis menjadi faktor penghambat.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat Aceh. Tim kami bekerja siang malam di lapangan, namun beberapa titik masih belum bisa dinyalakan demi menjaga keselamatan warga dan petugas,” ujarnya.

See also  3. PLN Icon Plus Tinjau Kesiapan Operasional dan Personel di Langsa

Dalam laporannya, Darmawan menjelaskan bahwa bencana telah menyebabkan kerusakan besar pada sistem kelistrikan Aceh, terutama pada jaringan transmisi. Kerusakan terparah terjadi pada jalur transmisi Bireuen-Arun dengan enam tower roboh akibat terjangan banjir bandang. Kondisi ini diperparah dengan meluasnya badan sungai hingga ratusan meter. Akibatnya, pembangkit di Arun tidak dapat mengaliri Banda Aceh secara optimal sehingga terjadi pemadaman bergilir.

PLN sempat melakukan proses sinkronisasi sistem dari pembangkit Arun menuju jaringan Aceh. Pada 8 Desember 2025, PLTMG Arun kembali menyuplai Gardu Induk hingga wilayah Bireuen, Takengon dan Samalanga. Namun, saat proses perluasan sinkronisasi menuju Sigli dan Banda Aceh terjadi hambatan teknis sehingga penyaluran listrik terpaksa dihentikan sementara.

Kendala juga terjadi pada jalur transmisi Langsa-Pangkalan Brandan, di mana lima menara transmisi (tower) roboh. Kondisi ini memutus sistem kelistrikan Aceh dengan Sistem Besar Sumatera dan meningkatkan risiko gangguan saat proses sinkronisasi. Hasil asesmen teknis menunjukkan, perbaikan lima tower tersebut membutuhkan waktu maksimal sepuluh hari agar sinkronisasi sistem Aceh dengan jalur backbone Sumatera dapat berjalan aman dan tuntas. Hingga saat ini, Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan sekitar 40 MW.

Untuk mengurangi pemadaman bergilir, PLN mendatangkan tambahan genset, terutama ke wilayah Banda Aceh yang mengalami kekurangan pasokan sekitar 40 MW. PLN juga mempercepat recovery dengan menambah personel dan peralatan berat serta mengalihkan pasokan dari pembangkit terdekat.

“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh perbaikan secepat mungkin. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tambah Darmawan.

Pemerintah dan PLN mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, melapor jika menemukan jaringan rusak, dan memastikan kondisi instalasi rumah aman sebelum penyalaan ulang. Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memanfaatkan semua kemampuan negara untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh.

Berita Terkait

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027
PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026
Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Thursday, 1 October 2026 - 17:33 WIB

PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Thursday, 1 October 2026 - 14:56 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha

Thursday, 1 October 2026 - 14:49 WIB

PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Wednesday, 30 September 2026 - 12:41 WIB

PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan

Berita Terbaru

foto ist

News

Dua Agenda Besar, Satu Komando: Bahlil

Friday, 2 Oct 2026 - 07:15 WIB

News

Kementerian PU Pulihkan Fungsi Embung Ulu Benua

Friday, 2 Oct 2026 - 07:00 WIB