daelpos.com– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 15 Januari 2026, seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana telah berhasil difungsionalkan sehingga tidak terdapat lagi wilayah yang terisolasi secara total.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa sejak awal kejadian bencana, Kementerian PU bergerak cepat melalui balai-balai teknis yang tersebar di seluruh Indonesia. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menjadi garda terdepan dalam memastikan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah dapat segera dipulihkan.
“Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam Media Briefing yang dilaksanakan di Kementerian PU, Jumat (16/1/2026).
Dalam fase 30 hari pertama pascabencana, penanganan konektivitas dilakukan dalam status tanggap darurat dengan koordinasi dan arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama diarahkan pada pembukaan kembali ruas jalan dan jembatan yang terdampak agar arus logistik, termasuk distribusi pangan, BBM, dan LPG, dapat kembali berjalan lancar.
Dari hasil penanganan tersebut, puluhan ruas jalan nasional dan jembatan terdampak telah ditangani secara fungsional. Seluruh jembatan nasional yang terdampak kini telah fungsional kembali, sehingga konektivitas antarwilayah utama di Sumatera telah tersambung. Kementerian PU terus melanjutkan pekerjaan pembukaan akses hingga ke tingkat kecamatan dan desa, seiring bertambahnya data ruas jalan dan jembatan daerah yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Alhamdulillah, per hari ini sudah tidak ada lagi daerah yang benar-benar terisolasi. Fokus kita berikutnya adalah membuka akses ke kecamatan dan desa-desa. Kami sadar masih banyak desa yang perlu ditangani, dan data kerusakan jalan serta jembatan daerah terus bertambah dari hari ke hari,” kata Menteri Dody.
Di samping itu, Kementerian PU juga telah menyalurkan 1.854 alat berat dan 467 sarana pendukung guna mempercepat penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PU juga telah menyiapkan 1.209 unit rumah hunian sementara yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kementerian PU juga terus melaksanakan penanganan pembersihan di 105 lokasi kawasan bencana. Per 15 Januari 2026, Kementerian PU telah menangani 40 lokasi, on going 63 lokasi dan tahap persiapan di 2 lokasi. Untuk penanganan sarana kesehatan, Kementerian PU juga akan melakukan pembersihan dan relokasi pada 2 puskesmas di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tenggara.
Kementerian PU menegaskan akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI/Polri dan masyarakat untuk memastikan konektivitas jalan dan jembatan dapat pulih secara bertahap, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pemulihan aktivitas sosial ekonomi di wilayah terdampak bencana Sumatera.








