Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsoran Pascabanjir Bandang Aceh Januari 2026

Monday, 19 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kejadian Bencana Banjir Bandang di Provinsi Aceh telah mengakibatkan 16 titik Jembatan putus, 362 titik longsor, dan 37 titik banjir di ruas jalan nasional. Sampai dengan saat ini seluruh ruas telah ditangani dan telah kembali fungsional.

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan penanganan permanen secara bertahap pada 7 jembatan dan 28 titik longsor di ruas Jalan Nasional yang terdampak bencana banjir bandang di Provinsi Aceh antara lain 18 ruas titik longsor pada ruas jalan Bireuen- Bts kota Bireuen/ Bener Meriah, 2 titik longsor pada ruas jalan Sp. Uning (Bts kota Takengon)- Uwaq (Km 370), 1 titik longsor pada ruas jalan Bts Aceh Tengah/ Gayo Lues- Blangkejereng- Bts Gayo Lues/ Aceh Tenggara, 1 titik longsor pada ruas jalan Bts Gayo Lues/ Aceh Tenggara- Kutacane, 1 titik longsor pada ruas jalan Genting Gerbang- Nagan Raya dan 5 titik longsor pada ruas jalan Pameu- Genting Gerbang.

Dari 7 lokasi jembatan yang akan ditangani, 6 jembatan saat ini telah difungsionalkan melalui penanganan darurat, termasuk pemasangan Jembatan Bailey sembari dipersiapkan konstruksi permanennya dengan target mulai paling lambat bulan Januari 2026 dan 1 lokasi jembatan terputus yaitu Jembatan Pantai Dona yang saat ini telah dimulai penanganan permanen dengan diawali pembongkaran jembatan eksisting.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keterjagaan akses logistik agar kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak terhambat akibat bencana.

“Dalam 50 hari pertama, fokus utama kami adalah memastikan tidak ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolasi. Memang saat ini masih terdapat beberapa desa dan kecamatan yang aksesnya terbatas, dan itu menjadi sasaran penanganan lanjutan kami. Tim di lapangan terus bekerja tanpa henti bersama TNI dan Polri,” kata Menteri Dody saat media briefing terkait penanganan bencana di Sumatera, Jumat (16/1/2026).

See also  ASDP Siap Sambut Nataru, Maksimalkan Layanan Penyeberangan Jawa-Bali

“Tantangan terberat ada pada penanganan jembatan, namun untuk percepatan kami membangun jembatan perintis agar akses awal segera terbuka. Yang terpenting, masyarakat bisa kembali terhubung, kendaraan roda dua dapat melintas, dan bantuan logistik bisa masuk dari wilayah terdekat secara lebih efektif,” lanjut Menteri Dody.

Jembatan pertama adalah Jembatan Krueng Tingkeum yang berada pada Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara. Ruas ini telah kembali terhubung dan fungsional sejak 27 Desember 2025 melalui jembatan Bailey dengan kapasitas 30 ton, serta dukungan jalur alternatif Bailey di Awe Geutah. Untuk meningkatkan keandalan jangka panjang, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyiapkan penanganan permanen berupa duplikasi jembatan yang akan dimulai pemancangan pertama pada 20 Januari 2026.

Selanjutnya Jembatan Krueng Meureudu berada pada Ruas Jalan Banda Aceh – Meureudu serta terhubung dengan Ruas Meureudu – Batas Pidie Jaya/Bireuen. Saat ini, seluruh ruas tersebut telah fungsional untuk semua jenis kendaraan, termasuk setelah penyelesaian penimbunan oprit jembatan yang runtuh pada awal Desember 2025. Penanganan permanen difokuskan pada rehabilitasi jembatan eksisting serta perbaikan daerah aliran sungai (DAS) guna mengurangi risiko gerusan dan kerusakan berulang.

Jembatan Teupin Mane terletak pada Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Bener Meriah. Ruas ini telah kembali terhubung sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Jembatan Bailey dan penanganan sementara pada titik longsoran. Selanjutnya, Kementerian PU akan melakukan penggantian jembatan permanen dengan jembatan rangka serta penanganan longsoran jalan untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan pengguna jalan.

Jembatan Krueng Beutong berada pada Ruas Jalan Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram. Akses pada ruas ini telah kembali fungsional bagi kendaraan roda dua dan roda empat sejak 8 Januari 2026 melalui jembatan Bailey. Penanganan permanen direncanakan berupa rehabilitasi DAS serta rekonstruksi badan jalan yang hilang guna memastikan stabilitas struktur dan kelancaran arus kendaraan.

See also  Diundur, Pendaftaran Program Kartu Pra Kerja Batal Dibuka Hari Ini

Jembatan Lawe Mengkudu 1 terletak pada Ruas Jalan Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota Kutacane. Ruas ini telah kembali terhubung setelah penanganan sembilan titik longsor serta pemasangan Jembatan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I dan Jembatan Lawe Penanggalan yang fungsional sejak 29 Desember 2025. Ke depan, akan dilakukan rehabilitasi bangunan atas jembatan serta rehabilitasi DAS sebagai solusi permanen.

Kemudian Jembatan Krueng Pelang berada pada Ruas Geumpang – Pameue – Genting Gerbang – Simpang Uning. Saat ini ruas tersebut sudah fungsional pada Segmen Geumpang – Pameue – Genting Gerbang serta Segmen Genting Gerbang – Simpang Uning melalui jalan alternatif menuju Angkup. Jembatan Krueng Pelang sendiri mulai fungsional dengan Jembatan Bailey dan selanjutnya akan dilakukan penggantian permanen menggunakan jembatan rangka serta penanganan terhadap DAS.

Jembatan ketujuh yaitu Jembatan Pantai Dona adalah jembatan putus non nasional yang berada di ruas Simpang Semadam-Lawe Alas, berlokasi di Desa Salim Pinim Kec. Tanoh Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Dimana sesuai arahan Bapak Presiden, sudah dimulai penanganan secara permanen.

Dengan dimulainya penanganan permanen pada 7 jembatan dan 28 titik longsor tersebut pada Januari 2026 ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya tidak hanya memulihkan konektivitas pascabencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur jalan dan jembatan nasional di Aceh agar lebih andal, aman, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus
HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026
Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM
PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus

Wednesday, 9 September 2026 - 13:36 WIB

HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026

Tuesday, 8 September 2026 - 13:36 WIB

Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Monday, 7 September 2026 - 13:50 WIB

Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi

Friday, 4 September 2026 - 18:33 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Berita Terbaru

Megapolitan

DPRD DKI Ingatkan Jangan Timbun Masker di Tengah Dampak Abu Vulkanik

Thursday, 10 Sep 2026 - 16:03 WIB