daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan dukungan penuh atas pelepasan Tim Liputan Khusus Bangkit Sumatera oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang akan meliput upaya pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran tim liputan khusus ini diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan faktual kepada masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida mengatakan media memiliki peran penting dalam membantu menjembatani informasi yang valid kepada publik serta meluruskan berbagai informasi keliru atau hoaks.
“Tantangan yang kami hadapi selaku kementerian teknis adalah keterbatasan dalam menyampaikan secara luas berbagai pekerjaan teknis yang telah dilakukan, sehingga kami membutuhkan dukungan teman-teman media untuk menyampaikan apa yang sudah dan sedang kami kerjakan di lapangan. Informasi yang valid dan berbasis data akan membantu masyarakat memahami bahwa negara hadir dan bekerja keras untuk pemulihan pascabencana,” kata Sekjen Wida dalam acara Pelepasan Tim Liputan Khusus Bangkit Sumatera pada Kamis (22/1/2026).
Sekjen Wida menyampaikan sejak hari pertama bencana, Kementerian PU telah hadir memberikan dukungan untuk penanganan darurat dan pemulihan awal. Hingga saat ini, Kementerian PU telah menurunkan lebih dari 1.377 personel termasuk 402 generasi muda PU yang didukung oleh 1.366 personel TNI dan masyarakat. Sebanyak 1.935 alat berat, 502 sarana prasarana pendukung, serta 6.532 bahan material juga telah dikerahkan di wilayah terdampak
Kementerian PU juga terus melakukan pemulihan infrastruktur dasar melalui penanganan jalan dan jembatan terdampak, pemasangan jembatan bailey dan Armco, penanganan sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, serta pembuatan sumur bor air baku untuk memulihkan konektivitas antarwilayah dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Selain itu, Kementerian PU juga turut membantu melakukan pembersihan terhadap perkantoran, sekolah, rumah sakit, puskemas dan fasilitas umum lainnya serta tengah melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak sesuai data dan koordinasi lintas kementerian/lembaga.
Sekjen Wida berharap Tim Liputan Khusus Bangkit Sumatera tidak hanya berperan meluruskan informasi yang tidak valid, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat agar pemerintah dapat lebih cepat mengetahui kebutuhan riil para pengungsi serta memastikan distribusi bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kami berharap tim liputan dapat terus berkoordinasi dengan petugas posko terkait wilayah rawan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tetap mengedepankan empati dan nilai kemanusiaan dalam setiap peliputan,” pesan Sekjen Wida.
Tim Liputan Khusus Bangkit Sumatera LKBN Antara terdiri dari 15 orang jurnalis termasuk pewarta foto dan video. Tim ini akan bekerja penuh selama 10 hari khususnya di titik-titik yang belum banyak pulih atau masih terisolir.
Direktur Utama LKBN Antara Benny Siga Butarbutar menegaskan komitmen Antara untuk menghadirkan pemberitaan yang faktual dan bertanggung jawab. “Kita tidak boleh memberi ruang lagi bagi informasi yang salah. Antara harus dapat menjadi mercusuar harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya. (*)








