Kementerian PU Mulai Perbaikan Lubang Jalan dan Pembersihan Sedimen Drainase Ruas Banda Aceh-Batas Sumut

Saturday, 24 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh tidak hanya melakukan pembersihan ruas jalan nasional, tetapi secara bertahap memulai perbaikan struktur jalan yang rusak akibat genangan dan aliran banjir pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Penanganan difokuskan pada ruas strategis Jalan Nasional Banda Aceh–Medan yang merupakan jalur utama penghubung antarwilayah dan antarprovinsi di Aceh Tamiang.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa konektivitas jalan merupakan urat nadi pemulihan pascabencana. Akses transportasi yang cepat, aman, dan andal sangat menentukan kelancaran distribusi logistik, pemulihan ekonomi masyarakat, serta mobilitas layanan dasar.

“Konektivitas adalah kunci. Jalan yang kembali fungsional akan mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penanganan pascabencana tidak berhenti pada pembersihan, tetapi harus dilanjutkan dengan perbaikan agar layanan jalan benar-benar pulih,” tegas Menteri Dody.

Selain pembersihan lumpur dan sedimen yang menutup badan jalan serta drainase, BPJN Aceh telah melakukan perbaikan lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lubang-lubang tersebut ditangani melalui kegiatan patching agar kondisi jalan tetap aman dan fungsional bagi pengguna.

“Lubang-lubang ini kita coba tutup. Sudah kita lakukan penutupan dengan patching-patching agar jalan tetap aman dan fungsional,” ujar Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro.

Heri menjelaskan, penanganan rutin kondisi jalan dilakukan melalui metode patching dan sapu lubang (salob) dengan memanfaatkan material Tambalan Cepat Mantap (TCM), bongkaran aspal menggunakan Cold Milling Machine (CMM), serta pelapisan hotmix. Pekerjaan perbaikan telah dilaksanakan sepanjang kurang lebih 4 kilometer di jalur lintas Banda Aceh–Medan yang melintasi Kota Kuala Simpang dan sekitarnya.

“Kami fokus pada titik-titik kritis terlebih dahulu. Ke depan, perbaikan akan dilanjutkan secara bertahap hingga ke batas Provinsi Sumatera Utara. Beberapa titik di perbatasan Aceh–Sumut juga sudah mulai ditangani,” tambah Heri.

See also  Permintaan Minyak Global Melemah, ICP Agustus Turun Jadi USD66,07 per Barel

Ke depan, perbaikan jalan akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai batas Provinsi Sumatera Utara. Sejumlah titik di kawasan perbatasan Aceh–Sumut juga telah mulai ditangani sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas antarprovinsi. Dalam pelaksanaannya, BPJN Aceh turut mendapat dukungan dari sejumlah BUMN Karya untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, BPJN Aceh juga memasang rambu-rambu peringatan pada sejumlah titik rawan kerusakan yang belum tertangani secara permanen, guna meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan.

Secara umum, berdasarkan laporan BPJN Aceh per 22 Januari 2026, akses transportasi darat melalui Jalan Nasional di seluruh Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Ruas Banda Aceh–Meureudu, Meureudu–Bireuen, Bireuen–Aceh Utara, Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, hingga Kuala Simpang–batas Provinsi Sumatera Utara telah kembali fungsional untuk semua jenis kendaraan. Sejumlah jembatan darurat bailey juga telah terpasang dan dapat dilalui, sementara penanganan longsoran dan sedimen dilakukan secara bertahap di berbagai ruas penghubung antarwilayah.

Sejumlah jembatan yang sebelumnya secara darurat dipasang Jembatan Bailey juga telah memasuki tahap penanganan permanen yang ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking oleh Menteri PU pada 21 Januari 2026. Jembatan-jembatan tersebut antara lain berada pada ruas Banda Aceh–Meureudu, Kota Bireuen–Aceh Utara (Jembatan Krueng Tingkem Mak), Kota Bireuen–Bener Meriah (Jembatan Teupin Mane), serta pada ruas Aceh Tengah–Nagan Raya di Jembatan Krueng Beutong.

Selain itu, penanganan permanen juga mulai dilaksanakan pada Jembatan Lawe Mengkudu I di ruas Gayo Lues–Kutacane, serta beberapa jembatan pada ruas Bireuen–Bener Meriah–Takengon yang sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Provinsi Aceh. (*)

Berita Terkait

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan
Tamsil Linrung Pimpin Delegasi DPD Pantau Langsung Pemilu Rusia
Tag :

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Wednesday, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

Berita Terbaru