daelpos.com – Program Mudik ke Jakarta yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mencatat capaian transaksi fantastis. Hingga Rabu (25/3), total transaksi program tersebut telah menembus Rp21 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan optimismenya bahwa nilai tersebut masih berpotensi meningkat, mengingat program ini masih berlangsung hingga 31 Maret 2026.
“Rekornya sudah mencapai Rp21 triliun, kami berharap sampai dengan 31 Maret nanti bisa melampaui angka tersebut,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/3).
Pramono menjelaskan, program ini mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah pemerintah daerah lain turut mengadopsi konsep serupa untuk mendorong perputaran ekonomi di wilayah masing-masing.
Ia mencontohkan, Kota Semarang mencatat transaksi sekitar Rp8 miliar, sementara di Surabaya mencapai Rp6,2 miliar dari program sejenis.
“Banyak provinsi yang akhirnya memanfaatkan program serupa,” terangnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari maskapai Citilink, PT Kereta Api Indonesia, hingga pelaku industri perhotelan, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, dan sektor pendukung lainnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong mobilitas masyarakat dengan menggratiskan layanan transportasi publik pada 21–22 Maret. Kebijakan ini terbukti efektif meningkatkan jumlah pengguna secara signifikan.
Berdasarkan data, pengguna MRT mencapai 135.117 penumpang atau meningkat 59 persen dibanding tahun sebelumnya. Kemudian, LRT Jakarta melayani 9.987 penumpang atau naik sebesar 6 persen.
Lonjakan aktivitas juga terlihat pada sektor pariwisata. Sejumlah destinasi unggulan di Jakarta mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama periode libur Lebaran.
Kawasan Monumen Nasional mencatat 126.797 pengunjung pada 22–24 Maret. Sementara Taman Margasatwa Ragunan dikunjungi 222.991 orang, dan kawasan Ancol mencapai 155.000 pengunjung.
Pramono memastikan, seluruh layanan publik selama periode mudik Lebaran berjalan dengan baik dan relatif tanpa keluhan berarti dari masyarakat.
“Pelayanan publik alhamdulillah berjalan dengan baik selama mudik Lebaran ini. Relatif tidak ada keluhan,” tandasnya.








