Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Thursday, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Di sudut Desa Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pagi datang bersama aroma tanah basah dan barisan tanaman lada yang tumbuh rapi. Di antara hamparan itu, Tauri Saputra, transmigran asal Solo, memulai harinya menyusuri kebun yang kini menjadi sumber harapan sekaligus bukti perjalanan hidupnya yang berliku.

Tak banyak yang tahu, sebelum berdiri di tengah kebun lada yang menjanjikan, Tauri pernah menghabiskan hari-harinya sebagai pengemudi ojek online dan pekerja serabutan tanpa kepastian penghasilan. Hidup berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, tanpa kepastian. Hingga sebuah keputusan mengubah arah hidupnya dengan mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta.

“Saya mantan ojek online dan pekerja serabutan yang sedang berjuang di tanah transmigrasi. Hidup adalah perjalanan, dan Sulawesi adalah pelabuhan berikutnya,” tutur Tauri, mengenang titik balik itu.

“Kalau pengemudi ojek online penghasilannya pas-pasan,” lanjutnya.

Dari ruang kelas pelatihan, ia membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan. Ada keyakinan baru, juga keberanian untuk memulai kembali di tanah yang belum sepenuhnya ia kenal. Luwu Timur menjadi lembaran berikutnya tempat ia menanam harapan, secara harfiah, di atas sebidang lahan transmigrasi.

Pilihan Tauri jatuh pada lada, komoditas yang dikenal sebagai “emas hitam” di Sulawesi Selatan. Berbekal ilmu yang ia dapatkan selama pelatihan, ia mulai mengolah lahan yang belum optimal. Satu per satu bibit ditanam, dirawat dengan telaten, mengikuti teknik budidaya yang telah dipelajarinya dari penanaman hingga perawatan intensif.

Hari-harinya kini diisi dengan rutinitas yang berbeda di Kawasan Transmigrasi Mahalona. Bukan lagi mengaspal di jalanan kota, melainkan menjalani berbagai pekerjaan di kebun lada, mulai dari memetik merica, menyemprot hama, membersihkan rumput, hingga menanam tiang penyangga tanaman. Ia menjadi bagian dari program transmigrasi sejak tahun 2023 dan kini mulai merasakan peluang ekonomi dari komoditas lada yang harganya mencapai sekitar 125 ribu per kilogram. Dalam sekali panen, ia bisa mengantongi jutaan rupiah.

See also  IMO-Indonesia Support Menteri Erick Thohir Benahi BUMN

Hasilnya belum hanya soal panen, tetapi juga tentang kestabilan hidup yang mulai ia rasakan. Dari kerja keras yang konsisten, kebun lada itu tumbuh menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.

Kisah Tauri Saputra menjadi potret program transmigrasi berjalan lebih dari sekadar perpindahan penduduk. Di dalamnya ada proses pembelajaran, adaptasi, hingga keberanian untuk mengubah nasib. Melalui pelatihan dan pendampingan, para transmigran didorong untuk mengenali dan mengelola potensi daerah secara produktif.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara selalu mengingatkan kawasan transmigrasi hari ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi.

“Kawasan transmigrasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi,” katanya dalam rapat koordinasi bersama perguruan tinggi mitra, Kamis (26/2).

Di Kawasan Transmigrasi Mahalona, gagasan itu menemukan wujud nyatanya. Pada sosok Tauri, pada kebun lada yang ia rawat setiap hari, dan pada keyakinan bahwa perubahan hidup bisa tumbuh dari tanah yang digarap dengan ilmu dan ketekunan.

Kini, Tauri menaruh harapan besar pada kehidupan barunya di kawasan transmigrasi, “Semoga bisa sukses, dan apa yang di harapkan bisa tercapai”.

Dari ruang kelas pelatihan hingga hamparan kebun lada, perjalanan Tauri adalah cerita tentang keberanian untuk melangkah. Di balik setiap perpindahan, selalu ada peluang bagi mereka yang mau belajar serta bekerja keras, tanah baru bisa menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.

Berita Terkait

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat
Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok
Kementerian PU Pastikan Seluruh Akses Jalan Yang Longsor di Pulau Palue Telah Fungsional
Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga
Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat
Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT
Hutama Karya Hadir untuk NTT, Dukung Penanganan Tanggap Darurat Gempa
Mulai Hari ini, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir – Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 15:05 WIB

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Saturday, 22 August 2026 - 14:58 WIB

Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok

Saturday, 22 August 2026 - 11:09 WIB

Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Friday, 21 August 2026 - 18:48 WIB

Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat

Friday, 21 August 2026 - 18:45 WIB

Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putri Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Saturday, 22 Aug 2026 - 22:52 WIB