Kisah Pengabdian Patriot Transmigrasi: Almarhum Rohid Dikenang Penuh Haru dalam Wisuda ITS

Monday, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Transmigrasi menyoroti kisah almarhum Abdul Rohid, anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025, dalam prosesi wisuda di Gedung Grha Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (18/4). Rohid meninggal dunia setelah sebelumnya terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Alih-alih segera menyelesaikan prosesi kelulusannya pada 2025, Rohid memilih menunda wisuda untuk bergabung dalam program Transmigrasi Patriot. Ia turun langsung ke lapangan, bekerja bersama masyarakat di kawasan transmigrasi yang kini berkembang sebagai salah satu sentra produksi durian nasional dan telah menembus pasar ekspor.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa keputusan tersebut mencerminkan pilihan hidup yang tidak banyak diambil generasi muda. Rohid dinilai tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan kawasan.

“Beliau seharusnya wisuda pada bulan September tahun lalu, namun ia memilih menunda itu semua. Rohid memilih bergabung dalam program Transmigrasi Patriot. Ia memilih turun ke lapangan. Ia memilih mengabdi. Itu tentu bukanlah keputusan biasa. Itu adalah keputusan hidup,” ucapnya.

Di lapangan, kontribusi Rohid menjadi bagian dari kerja kolektif yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan. Kawasan Bahari Tomini Raya sendiri saat ini berperan penting dalam produksi durian di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk dalam rantai pasok komoditas ekspor.

“Transmigrasi hari ini menyumbang sekitar 80% produksi durian di Kabupaten Parigi Moutong, dengan nilai ratusan miliar hingga mendekati satu triliun rupiah per tahun. Dan di tempat itulah almarhum pernah bertugas. Artinya, apa yang hari ini kita lihat sebagai keberhasilan, sebagai produk yang menembus pasar dunia, di sana ada jejak langkah almarhum,” kata Mentrans.

See also  40 Tim Inovasi Bisnis dari 24 Kampus Bertarung di Pertamuda 2025

Di luar aktivitasnya, Rohid dikenal menjalani hidup sederhana dan mandiri. Ia memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan bercita-cita memberangkatkan orang tuanya untuk umroh dan ingin adiknya, Aprilia Nur Intan Saputri, menjadi sarjana. Keinginan tersebut menjadi salah satu bagian dari cerita hidupnya yang kemudian diketahui keluarga setelah ia wafat.

“Kementerian Transmigrasi akan menyerahkan bantuan beasiswa kepada adiknya hingga lulus SMA. Dan kami mengapresiasi komitmen dari ITS yang akan ikut menjembatani agar adiknya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ucap Mentrans.

Selain itu, momen menjadi penuh makna ketika inovasi karya almarhum Abdul Rohid berupa sebuah air purifier resmi diserahkan kepada ITS, sebagai wujud kontribusi nyata yang diharapkan dapat terus dikembangkan hingga memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Hari ini juga diserahkan hasil inovasi saudara Abdul Rohid berupa air purifier yang diberikan kepada ITS dan kami insyaallah akan mencoba melihat apa air purifier yang diberikan dan kami akan mengembangkan agar menjadi lebih baik lagi,” ucap Rektor ITS Bambang Pramujati.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa program Transmigrasi Patriot tidak hanya berfokus pada mobilitas tenaga muda, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia unggul yang terlibat langsung dalam pembangunan kawasan. Keterlibatan generasi muda di lapangan dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis wilayah.

Kementerian Transmigrasi menyatakan bahwa pengalaman dan kontribusi Rohid menjadi bagian dari proses tersebut, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan kawasan membutuhkan kehadiran langsung sumber daya manusia yang siap bekerja dan mengabdi.

“Almarhum Abdul Rohid tidak hanya menyelesaikan studinya, tetapi ia telah menyelesaikan tugas hidupnya sebagai anak yang berbakti, manusia yang berguna, dan patriot bagi bangsanya,” kata Mentrans.

See also  Kepala BPKP Temui Mendagri Bahas Integrasi Aplikasi Pengelolaan Keuangan Daerah dan Apresiasi Dukungan di Lapangan

“Selamat jalan Abdul Rohid. Kami akan melanjutkan mimpimu dan jalan pengabdian yang telah engkau bukakan, agar hidup ini benar-benar bermakna,” lanjutnya menutup sambutan. (HLV)

Berita Terkait

Pecah Rekor! Indonesia Ukir 9 Rekor Dunia dan Asia
Jelang Final Indonesia vs Thailand, Hindari Senayan
Summer Course 2026 Rancang Masa Depan Transmigrasi Hijau di Barelang
Kementerian PU Layani Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Palue, NTT
Kunjungan BAKN DPR RI Bahas Efektivitas JTTS, Hutama Karya Dorong Konektivitas dan Manfaat Ekonomi
Barelang Jadi Ruang Belajar Global Transmigrasi
Bendungan Batutegi Dukung Air Baku Perkotaan dan Irigasi 66 Ribu Hektar
RUU Daerah Kepulauan Masuki Fase Akhir, Timja DPD RI Kawal Tiga Substansi Esensial

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:09 WIB

Pecah Rekor! Indonesia Ukir 9 Rekor Dunia dan Asia

Monday, 5 October 2026 - 12:54 WIB

Jelang Final Indonesia vs Thailand, Hindari Senayan

Monday, 5 October 2026 - 08:51 WIB

Summer Course 2026 Rancang Masa Depan Transmigrasi Hijau di Barelang

Monday, 5 October 2026 - 08:48 WIB

Kementerian PU Layani Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Palue, NTT

Sunday, 4 October 2026 - 11:34 WIB

Kunjungan BAKN DPR RI Bahas Efektivitas JTTS, Hutama Karya Dorong Konektivitas dan Manfaat Ekonomi

Berita Terbaru