Hadapi Tantangan Geopolitik, Indonesia Perkuat Kolaborasi Untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Di tengah kondisi geopolitik dan geoekonomi saat ini, Pemerintah Indonesia dan Pertamina memperkuat komitmen untuk kolaborasi dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa tantangan geopolitik, geoekonomi serta ketegangan politik global saat ini melahirkan ketidakpastian. Pandangan hampir semua negara melihat semakin tidak jelas arahnya akan ke mana.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang sedang bertikai, tapi hampir semua negara, bahkan hampir semua rakyat dunia, termasuk di Indonesia. Tetapi Indonesia harus saya sampaikan bahwa dari kondisi geopolitik-geoekonomi yang tidak menentu, tumbuh ekonomi pada kuartal pertama,” kata Bahlil pada pembukaan IPA Convex ke-50 yang berlangsung di ICE BSD City pada 20 – 22 Mei 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa hampir semua negara sekarang berpikir untuk melindungi negaranya masing-masing. Hal ini dilakukan baik oleh negara yang mempunyai sumber minyak maupun yang tidak mempunyai sumber minyak.

“Namun kami bersyukur bahwa dalam kondisi seperti ini, atas arahan Presiden, harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan BBM yang bersumber dari fosil. Ketika lifting kita tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang kita harus lakukan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika industri energi global yang semakin kompleks seiring berakhirnya era easy energy, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta gangguan rantai pasok dunia.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pertamina tetap optimis. Penguatan kolaborasi strategis, akselerasi penerapan teknologi, dan optimalisasi produksi energi domestik menjadi kunci menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam sesi Global Executive Talk bertema “The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas” di ajang yang sama.

See also  Dukung Infrastruktur Kesehatan, Hutama Karya Teken Kontrak Pembangunan RSU Adhyaksa Bali di Jembrana

“Pada dasarnya, memang era easy energy sudah berlalu. Namun jika kita melihat lebih jauh, khususnya di Indonesia, kita masih memiliki peluang yang sangat besar. Jadi, bagi para investor, praktisi industri energi, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Oki juga menyoroti meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global, khususnya akibat ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi utama dunia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu volatilitas harga energi dan memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Menurut Oki, Pertamina memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi di seluruh Indonesia. Karena itu, respons strategis Indonesia tidak dapat hanya bergantung pada diversifikasi impor dan pengelolaan pasokan jangka pendek, tetapi juga perlu didukung peningkatan produksi minyak dan gas domestik.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah meningkatkan dan memaksimalkan produksi domestik minyak dan gas,” katanya.

Selain penguatan produksi nasional, Pertamina juga menempatkan kolaborasi sebagai strategi utama untuk menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks dan berisiko tinggi.

Ia mengatakan kemitraan memungkinkan perusahaan berbagi keahlian dan pengetahuan untuk mengurangi risiko bisnis. Saat ini, Pertamina juga memiliki kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan energi global. “Kami membutuhkan partnership. Kami memiliki banyak perusahaan mitra yang sangat andal,” katanya.

Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan investasi energi. Ketika tingkat pengembalian investasi (rate of return) masih terbatas, diperlukan dukungan melalui perpanjangan masa kontrak, penyesuaian skema bagi hasil, maupun insentif fiskal.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai semakin penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko operasi. Ia mencontohkan penggunaan supercomputer dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) oleh perusahaan energi global untuk mendukung proses eksplorasi dan pengambilan keputusan yang lebih akurat.

See also  Jelajahi 1.400 Kilometer Penuh Cerita, Peserta Pertamina Mandalika Ride Out Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Di tengah sejumlah tantangan tersebut, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor energi, termasuk pada sumber daya migas nonkonvensional dan enhanced oil recovery (EOR). Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pertamina mendorong pengembangan teknologi produksi dan optimalisasi lapangan eksisting melalui berbagai pendekatan, termasuk chemical enhanced oil recovery (EOR) dan optimalisasi sumur produksi.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Jadi, bagi para investor, engineer, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” tutupnya.

Berita Terkait

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, Sinergi PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa melalui Kemitraan Layanan Pembayaran Listrik
Sokoguru Policy Series: Wadah Kolaborasi Dukung Ketahanan Energi Nasional
Bisa Hemat Listrik UMKM, Inovasi Cerdaya ITPLN Borong Penghargaan
Bangun Budaya Inovasi Berkelanjutan, PLN Energi Gas Dorong EGeneration Ciptakan Nilai Nyata bagi Perusahaan
RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN
Pertamina Patra Niaga Perkuat Armada dan Operasional Terminal 24 Jam untuk Percepat Distribusi BBM di Bali
Tongkat Estafet Dirut PLN Beralih ke Suroso Isnandar
Minyak Dunia Meroket, BBM Subsidi Nggak Ikut Melonjak
Tag :

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 12:23 WIB

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, Sinergi PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa melalui Kemitraan Layanan Pembayaran Listrik

Friday, 16 October 2026 - 09:16 WIB

Sokoguru Policy Series: Wadah Kolaborasi Dukung Ketahanan Energi Nasional

Thursday, 15 October 2026 - 17:00 WIB

Bangun Budaya Inovasi Berkelanjutan, PLN Energi Gas Dorong EGeneration Ciptakan Nilai Nyata bagi Perusahaan

Thursday, 15 October 2026 - 12:42 WIB

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN

Thursday, 15 October 2026 - 09:50 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Armada dan Operasional Terminal 24 Jam untuk Percepat Distribusi BBM di Bali

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia–Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Investasi

Friday, 16 Oct 2026 - 06:46 WIB