Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi

Sunday, 24 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan nilai bisnis baru salah satunya peningkatan efektivitas operasional perusahaan. Tak sebatas pemanfaatan teknologi, digitalisasi melalui AI diarahkan untuk mampu memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis dan operasi perusahaan kedepan.

Hal tersebut disampaikan Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo saat menjadi pembicara dalam acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, (Jumat, 22 Mei 2026).

Sigit Pratopo mengatakan, Pertamina juga meyesuaikan arah transformasi digital perusahaan, dengan menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur, dan berdampak langsung terhadap bisnis. “Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar US$300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” bebernya.

Untuk mendukung target tersebut, lanjutnya, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan. Konsep tersebut mencakup proses identifikasi pain point persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics, hingga scale up implementasi ketika solusi terbukti memberikan hasil optimal.

Sigit menambahkan, transformasi digital Pertamina dibangun dengan komitmen kuat dari level manajemen perusahaan. Hal itu diwujudkan dengan membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI perusahaan melalui Pertamina Digital Hub, dan memberikan laporan langsung kepada Direktur Utama. “Pertamina membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di perusahaan. Saat ini fungsi tersebut dikenal sebagai Pertamina Digital Hub dan melapor langsung kepada CEO. Hal itu mencerminkan komitmen kuat perusahaan,” jelasnya.

See also  Pertamina Kian Serius Garap Energi Ramah Lingkungan, Dua Proyek Hijau Diresmikan Danantara

Menurut Sigit, implementasi AI di Pertamina tidak sekadar implementasi teknologi, melainkan solusi digital yang dikembangkan berdasarkan tantangan operasional yang dihadapi unit bisnis. Melalui program Digital Factory, Pertamina juga melakukan pendalaman terhadap berbagai pain points bisnis sebelum menentukan teknologi yang tepat untuk digunakan, baik AI, machine learning, analytics, maupun solusi digital lainnya.

“Setelah konsep disepakati bersama bisnis, tim khusus atau squad akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI tersebut. Selanjutnya, bisnis akan mengimplementasikan MVP tersebut, dan ketika terbukti berhasil, kami melakukan scale-up. Pada tahap itulah kami mulai merealisasikan nilai bisnis yang nyata,” papar Sigit.

Lebih lanjut Sigit menyatakan bahwa Implementasi AI dan digital analytics yang dijalankan Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, perusahaan berhasil menciptakan value creation lebih dari US$ 35 juta. Pada tahun 2025, Pertamina meningkatkan target menjadi US$50, dengan realisasi mencapai hampir US$80 juta.

Sementara di tahun 2026, masih menurut Sigit, Pertamina kembali menaikkan target value creation menjadi US$150 juta. “Pada tahun 2026, kami juga mulai menerapkan KPI bagi unit bisnis untuk memastikan realisasi value creation dapat terukur dengan jelas. Itulah perjalanan yang sedang kami jalani saat ini,” kata Sigit.

Masih menurut Sigit Pratopo, transformasi digital Pertamina juga dilakukan secara menyeluruh di seluruh rantai nilai energi perusahaan, mulai dari upstream, midstream, downstream. Di sektor upstream, Pertamina telah memanfaatkan machine learning dan AI melalui program seperti ChanceX yang terbukti mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10 persen.

Implementasi AI juga terus diperluas ke berbagai area strategis lain seperti drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai operasi hulu lainnya. “Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” tutup Sigit.

Berita Terkait

PLN Nusantara Power Siap Tampilkan Kapabilitas Global dan Solusi Transisi Energi di Electricity Connect 2026
ITPLN Tambah 6 Lektor Kepala, Serdos Capai 50,46 Persen
Ubah Limbah Styrofoam Jadi Energi, Mahasiswa ITPLN Juarai ISS 3rd di Malaysia
Road to Pertamina Eco RunFest 2026: Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi
PLN EPI Raih 2 Penghargaan di IABC Awards 2026 Lewat Program Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat
71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN Nusantara Power Perkuat Inovasi untuk Lingkungan dan Masyarakat
Electrifying Agriculture PLN Bantu Jaga Produktivitas Petani di Musim Kemarau
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:13 WIB

PLN Nusantara Power Siap Tampilkan Kapabilitas Global dan Solusi Transisi Energi di Electricity Connect 2026

Monday, 21 September 2026 - 17:12 WIB

ITPLN Tambah 6 Lektor Kepala, Serdos Capai 50,46 Persen

Monday, 21 September 2026 - 11:38 WIB

Ubah Limbah Styrofoam Jadi Energi, Mahasiswa ITPLN Juarai ISS 3rd di Malaysia

Sunday, 20 September 2026 - 18:23 WIB

Road to Pertamina Eco RunFest 2026: Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Sunday, 20 September 2026 - 16:59 WIB

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru