Menteri Iftitah: Transmigrasi Tak Lagi Sekadar Bertani, Kini Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia

Monday, 6 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pemerintah tengah mengubah wajah kawasan transmigrasi secara fundamental. Tidak lagi sekadar menjadi kawasan permukiman dan sentra pertanian, kawasan transmigrasi kini diarahkan sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, mengembangkan industri, memperkuat hilirisasi, sekaligus menopang ketahanan pangan dan energi nasional.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, setiap kawasan transmigrasi memiliki keunggulan komparatif dan potensi strategis yang berbeda. Di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, misalnya, terdapat potensi minyak dan gas bumi. Kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan serta Aceh Besar dan Aceh Barat memiliki cadangan batu bara, sementara kawasan transmigrasi di Mamuju, Sulawesi Barat, menyimpan potensi logam tanah jarang (rare earth elements) yang menjadi bahan baku penting bagi industri teknologi modern.

“Era ketika transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berakhir. Pertanian tetap menjadi fondasi yang penting, tetapi kawasan transmigrasi hari ini juga harus menjadi rumah bagi investasi, industri, hilirisasi, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia,” ujar Menteri Iftitah, Jumat (3/7).

Menurutnya, transformasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi, hilirisasi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas di berbagai daerah.

“Kita tidak lagi berbicara hanya tentang pertanian. Ada sektor perkebunan, industri pengolahan, pariwisata, minyak dan gas, batu bara, logam tanah jarang, hingga berbagai potensi ekonomi strategis lainnya yang harus dikembangkan sesuai keunggulan masing-masing daerah,” katanya.

Karena itu, pembangunan kawasan transmigrasi kini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Fokus pemerintah tidak lagi sekadar membuka lahan atau memindahkan penduduk, melainkan membangun ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

See also  Viva Yoga: 61 Bupati Usulkan Kawasan Baru Transmigrasi

Salah satu contoh transformasi tersebut tengah berlangsung di kawasan Barelang, Kepulauan Riau. Kementerian Transmigrasi bersama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif sehingga kawasan tersebut berkembang sebagai pusat industri baru.

“Investor tidak membutuhkan banyak janji. Yang mereka butuhkan adalah ekosistem yang memberi kepastian. Ketika ekosistem itu terbangun, investasi akan datang, industri berkembang, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” jelas Menteri Iftitah.

Ia menegaskan, keberhasilan transmigrasi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya masyarakat yang dipindahkan ke suatu kawasan, melainkan dari kemampuan kawasan tersebut menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mempercepat transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para investor. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus membangun kawasan transmigrasi yang semakin kompetitif dan menarik bagi investasi yang berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem yang mempertemukan investasi, dunia usaha, dan masyarakat lokal dalam satu pertumbuhan yang saling menguatkan. Keberhasilan transmigrasi harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar dari bertambahnya jumlah penduduk yang berpindah,” tegasnya.

Melalui transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi optimistis kawasan transmigrasi akan berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia pusat investasi, industri, hilirisasi, pangan, dan energi yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat
Komite IV DPD RI Dalami Pelaksanaan UU Perpajakan di Papua, Soroti Kesenjangan Penerimaan dan Kesiapan Coretax
Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Untuk Penanganan Kekeringan di Pakisjaya, Karawang
Pecah Rekor! Indonesia Ukir 9 Rekor Dunia dan Asia
Jelang Final Indonesia vs Thailand, Hindari Senayan
Summer Course 2026 Rancang Masa Depan Transmigrasi Hijau di Barelang
Kementerian PU Layani Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Palue, NTT
Kunjungan BAKN DPR RI Bahas Efektivitas JTTS, Hutama Karya Dorong Konektivitas dan Manfaat Ekonomi

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 19:56 WIB

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat

Tuesday, 6 October 2026 - 13:18 WIB

Komite IV DPD RI Dalami Pelaksanaan UU Perpajakan di Papua, Soroti Kesenjangan Penerimaan dan Kesiapan Coretax

Tuesday, 6 October 2026 - 08:44 WIB

Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Untuk Penanganan Kekeringan di Pakisjaya, Karawang

Monday, 5 October 2026 - 13:09 WIB

Pecah Rekor! Indonesia Ukir 9 Rekor Dunia dan Asia

Monday, 5 October 2026 - 12:54 WIB

Jelang Final Indonesia vs Thailand, Hindari Senayan

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Tuesday, 6 Oct 2026 - 20:04 WIB

News

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:56 WIB