PHE OSES Mulai Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Offshore Pertama di Indonesia

Thursday, 9 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto 2: Lapangan Rama, lokasi proyek injeksi polimer Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia, yang dikelola PHE OSES.

Keterangan Foto 2: Lapangan Rama, lokasi proyek injeksi polimer Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia, yang dikelola PHE OSES.

daelpos.com – PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Capaian ini ditandai melalui seremoni injeksi pertama polimer yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna RDTX Square, Jakarta, Rabu (8/7).

Acara seremoni dihadiri oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Komisaris PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Komisaris Pertamina Hulu Energi Nanang Untung dan Nepos MT Pakpahan, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sunaryanto, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Rachmat Hidajat, General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto, serta Direktur Utama PT Elnusa Litta Indriya Ariesca.

Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek ini telah melalui rangkaian kajian dan evaluasi yang komprehensif, mencakup studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional offshore, serta kajian keekonomian dan manajemen risiko. CEOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses assessment dan review yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina, guna memastikan kesiapan implementasi dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan.

CEOR di Lapangan Rama tidak hanya inovasi yang berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh data operasional, pembelajaran teknis, serta validasi kinerja teknologi sebagai landasan pengembangan implementasi CEOR secara full field pada masa mendatang.

Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding diterapkan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan sweep efficiency, sehingga minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi secara lebih optimal. Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan recovery factor tahap lanjut pada lapangan-lapangan minyak yang telah memasuki fase mature.

See also  Progres Capai 70%, Kementerian PU Percepat Pembangunan 245 Unit Huntara di Tapanuli Selatan

“Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), kita sedang memberikan “terapi” baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional,” kata Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Injeksi polimer di Lapangan Rama ini merupakan simbol transformasi cara berpikir. Ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, namun dengan memaksimalkan setiap aset, melalui penerapan inovasi dan teknologi.

“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia. Amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Amanah untuk memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia,” lanjut Simon.

“Injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES di Lapangan Rama ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas lepas pantai yang telah memasuki fase mature. Kami berharap CEOR mampu memberikan hasil recovery factor yang baik, dan berdampak pada meningkatnya lifting minyak nasional,” kata Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini dapat direalisasikan hingga tahun 2030. Keberhasilan implementasi CEOR ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pengembangan teknologi EOR dan membuka peluang penerapan teknologi chemical EOR di lapangan-lapangan lepas pantai lainnya di Indonesia, sehingga mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Bagi Pertamina Group, implementasi CEOR ini menunjukkan komitmen Perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang andal, selamat, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.

Berita Terkait

Peringati Hari Ozon dan Hari Sungai, PLN EPI Tanam 100 Pohon dan Angkat 715 Kg Sampah di Karadenan
Pertamina Bekali UMK Agar Siap Hadapi Buyer Global
Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD
ITPLN Ajak Sivitas Fasih Berbahasa Inggris Lewat Musik dan Nyanyi
Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Hemat Biaya hingga 30%
Pertamina Raih The Best Service Quality Management Team & Best Agent Digital Email Publik
Ubah Limbah Sawit Jadi Energi, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Energi ASEAN
Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026
Tag :

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 21:48 WIB

Peringati Hari Ozon dan Hari Sungai, PLN EPI Tanam 100 Pohon dan Angkat 715 Kg Sampah di Karadenan

Monday, 28 September 2026 - 12:24 WIB

Pertamina Bekali UMK Agar Siap Hadapi Buyer Global

Monday, 28 September 2026 - 08:57 WIB

Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD

Sunday, 27 September 2026 - 00:10 WIB

ITPLN Ajak Sivitas Fasih Berbahasa Inggris Lewat Musik dan Nyanyi

Saturday, 26 September 2026 - 07:44 WIB

Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Hemat Biaya hingga 30%

Berita Terbaru

Mantan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto / foto ist

Hukum

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Monday, 28 Sep 2026 - 22:17 WIB

Pramono Anung: Pemprov DKI  / foto ist

Megapolitan

Soal Desil KJP-KJMU, Pramono: Itu Kewenangan Pusat

Monday, 28 Sep 2026 - 16:10 WIB