Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Friday, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Mahakam. Penurunan debit air sungai terbesar di Kalimantan Timur tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi sumber daya air, tetapi juga menghambat transportasi sungai yang selama ini menjadi jalur penting mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memantau kondisi Sungai Mahakam, khususnya untuk mengantisipasi dampak penurunan debit terhadap ketersediaan air baku dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi air.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemantauan dilakukan secara intensif oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi kondisi kemarau.

“Kami instruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk terus memantau kondisi Sungai Mahakam. Hal ini sebagai langkah mitigasi dampak kemarau,” kata Menteri Dody.

Secara umum, Kalimantan Timur memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi, yakni berkisar 3.600–3.700 milimeter. Namun, memasuki puncak musim kemarau Juli-Agustus 2026 terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Pada Juli 2026, curah hujan tercatat hanya sekitar 289 milimeter. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi 25 milimeter pada Agustus 2026.

Minimnya hujan turut menyebabkan debit Sungai Mahakam mengalami penurunan, terutama di wilayah hulu. Sementara di bagian hilir, debit sungai juga mengalami penurunan, namun fluktuasinya relatif lebih stabil. Kondisi tersebut dipengaruhi efek damping atau peredaman, baseflow dari anak-anak Sungai Mahakam yang berasal dari sejumlah kabupaten lain, serta pengaruh pasang surut.

Sementara itu, Kepala BWS IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo menyampaikan bahwa penurunan muka air Sungai Mahakam berdampak langsung terhadap transportasi air yang selama ini digunakan untuk mengangkut penumpang, bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

See also  Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap I Dimulai, Menteri Basuki: Ruas Pamungkas Trans Jawa

“Dengan kondisi muka air sungai saat ini, transportasi air hanya dapat melayani hingga Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menyebabkan pendistribusian bahan pangan dan BBM menuju Kabupaten Mahakam Ulu mengalami kendala. Jalur darat menjadi satu-satunya akses distribusi yang dapat digunakan, dengan waktu tempuh mencapai sekitar 2 x 24 jam. Terbatasnya akses distribusi juga berdampak pada ketersediaan BBM dan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit dan muka air Sungai Mahakam. Pemantauan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat akibat terbatasnya akses transportasi dan distribusi.

Berita Terkait

Launching Peringatan Hari Desa 2027, Mendes Targetkan Kebangkitan Ekonomi Desa
Tekan Kemiskinan di Wanam, Menteri Dody Siapkan Dukungan Gereja dan Kebutuhan Dasarnya
Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 19:54 WIB

Launching Peringatan Hari Desa 2027, Mendes Targetkan Kebangkitan Ekonomi Desa

Friday, 9 October 2026 - 08:22 WIB

Tekan Kemiskinan di Wanam, Menteri Dody Siapkan Dukungan Gereja dan Kebutuhan Dasarnya

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Berita Terbaru