AI Makin Canggih, Generasi Muda Diingatkan Tetap Berpijak pada Pancasila

Friday, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Teknologi AI dapat membantu proses belajar, meningkatkan kreativitas dan membuka berbagai peluang baru, namun penggunaannya harus diiringi dengan karakter, etika dan tanggung jawab.

Hal tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Ambon, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dan guru SMA Negeri 5 Ambon. Para peserta diajak memahami pentingnya menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Nono Sampono menyampaikan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya hanya dilihat sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dapat dimanfaatkan generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“AI adalah teknologi yang sangat berkembang saat ini. Tetapi secanggih apa pun teknologi, tetap manusia yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan. Karena itu, kecerdasan teknologi harus berjalan bersama kecerdasan moral dan karakter,” ujar Nono.

Menurutnya, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis di tengah semakin mudahnya produksi dan penyebaran informasi melalui teknologi AI. Kemampuan AI menghasilkan tulisan, gambar, video maupun suara membuat masyarakat harus semakin hati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Para siswa diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kemampuan membedakan informasi yang benar, manipulatif maupun palsu menjadi bagian penting dari kecakapan generasi muda di era digital.

“Jangan hanya menjadi generasi yang cepat menerima dan membagikan informasi. Jadilah generasi yang mampu berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi dan bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikan kepada orang lain,” katanya.

See also  Bertemu dengan Forkopimda Se-Papua Barat Daya, LaNyalla Ajak Jaga Filosofi Tiga Tungku

Dalam dunia pendidikan, AI juga dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Teknologi dapat membantu siswa mencari referensi, memahami materi dan mengembangkan ide. Namun, AI tidak boleh menggantikan proses berpikir dan kreativitas siswa.

Nilai-nilai 4 Pilar, lanjutnya, memiliki relevansi yang semakin kuat dalam menghadapi perkembangan teknologi. Pancasila menjadi pedoman agar kemajuan teknologi tetap digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebaikan bersama.

Sementara itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tidak boleh digunakan untuk menyebarkan kebencian, intoleransi maupun konten yang dapat memecah persatuan.

“Teknologi boleh semakin canggih, tetapi karakter manusia tidak boleh tertinggal. Generasi muda Indonesia harus mampu menguasai teknologi, tetapi tetap memiliki integritas, empati, tanggung jawab dan semangat menjaga persatuan,” lanjut Nono Sampono.

Dalam acara sosialisasi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mengenai penggunaan AI dalam pendidikan serta berbagai tantangan yang mereka hadapi di era digital.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa menjadi generasi masa depan tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Generasi muda Indonesia harus mampu memadukan kecerdasan, kreativitas, karakter dan nilai-nilai kebangsaan.”, tutup Nono Sampono.

Berita Terkait

Kementerian PU Targetkan Jalan Akses Pusat Pemerintahan Papua Selatan Rampung November 2026
Progres Capai 57,5 Persen, Hutama Karya Jaga Mutu Pembangunan RSUD Muaradua
BP Batam dan Bakom RI Bagikan Kunci Pembangunan Kawasan dan Komunikasi Publik
Hutama Karya Perkuat Kontribusi Keilmuan dan Hadirkan Inovasi pada Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16
HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi
DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 19:57 WIB

Kementerian PU Targetkan Jalan Akses Pusat Pemerintahan Papua Selatan Rampung November 2026

Friday, 9 October 2026 - 20:54 WIB

Progres Capai 57,5 Persen, Hutama Karya Jaga Mutu Pembangunan RSUD Muaradua

Friday, 9 October 2026 - 17:41 WIB

BP Batam dan Bakom RI Bagikan Kunci Pembangunan Kawasan dan Komunikasi Publik

Friday, 9 October 2026 - 12:38 WIB

Hutama Karya Perkuat Kontribusi Keilmuan dan Hadirkan Inovasi pada Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16

Thursday, 8 October 2026 - 13:20 WIB

HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi

Berita Terbaru

Daerah

Syukuran HUT Ke-22 DPD RI Bersama OKD Sulut

Sunday, 11 Oct 2026 - 10:24 WIB