Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Thursday, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelps.com – Fakfak Timur – Para petani pala di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Papua Barat kini tidak perlu tergantung pada cuaca, atau khawatir hasil panen mereka berjamur.

Mereka menggunakan alat pengering inovatif Smart Solar Biomass Dryer yang diperkenalkan oleh Tim Ekspedisi Patriot 15 Universitas Hasanuddin. Teknologi tepat guna ini bahkan tidak memerlukan bahan bakar minyak.

“Terkait alat pengering, memang dibutuhkan adanya alat seperti ini yang mana kita tidak perlu khawatir dengan cuaca, misalnya hujan. Selain itu, untuk pengeringannya bisa menggunakan sampah di sekitar dan tidak memerlukan listrik, sehingga bisa digunakan di mana saja. Namun harapannya mesin pengering yang dibuat bisa memuat kapasitas lebih banyak sehingga dapat mengeringkan lebih banyak dan lebih cepat,” ujar Aher Samai, Ketua Kelompok Tani Rangkum, Rabu (23/09).

Manfaat utama dari alat pengering tepat guna ini adalah memangkas waktu pengolahan, dari tujuh hari menjadi dua hari saja. Dengan suhu yang bisa dibuat stabil 60 derajat Celsius, kualitas dan harga jual biji pala tetap terjaga. Dalam satu kali proses pengeringan, alat ini dapat menampung hingga seribu biji pala.

“Kemudian di atasnya ada space khusus lagi yang dalamnya ada lima tray, tu bisa mengeringkan sekitar seribu biji pala,” ujar Michel Obrien, Perwakilan Tim TEP Universitas Hasanuddin, dalam keterangannya.

Penerapan teknologi pertanian modern ini sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang optimistis bahwa modernisasi sektor pertanian akan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Pentingnya keberlanjutan aksi nyata di lapangan ditekankan oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam arahannya kepada para peserta program Tim Ekspedisi Patriot.

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, visibel, dan masuk akal,” ujar Menko AHY saat kunjungan ke Jayapura beberapa waktu lalu, Kamis (17/09).

See also  Gus Halim: 20 Persen Dana Desa Harus Digunakan untuk Ketahanan Pangan

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, juga menekankan pentingnya kemandirian dan keaktifan para pemuda di lapangan.

“Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi. Itulah yang kami sebut sebagai Disiplin Inisiatif,” tegas Mentrans beberapa waktu lalu.

Kehadiran Smart Solar Biomass Dryer menjadi bukti nyata dedikasi Tim Ekspedisi Patriot di lapangan dalam mengubah tantangan menjadi solusi, memangkas hambatan produksi, serta mendorong kesejahteraan petani di Kawasan Transmigrasi Fakfak Timur.

Berita Terkait

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Wednesday, 23 September 2026 - 06:38 WIB

Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terbaru