Cegah Stunting, TEP UNDIP Ajak Warga Senggi Olah Pangan Lokal

Friday, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pisang, keladi, petatas, hingga sagu yang mudah ditemukan di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, kini diolah menjadi sajian bergizi sekaligus bernilai ekonomi. Melalui program Sagu Sapa (Sajian Gizi Unggul, Lestarikan Pangan Lokal), Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengajak masyarakat memanfaatkan kekayaan pangan di sekitar mereka sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Program tersebut menyasar kader kesehatan dan pelaku UMKM agar pangan lokal tidak hanya dikonsumsi secara konvensional, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam, bergizi, dan memiliki potensi pasar.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula UPTD Puskesmas Senggi, Sabtu (12/9) lalu, sebanyak 21 peserta dari unsur kader Posyandu, Posbindu, Malaria, serta pelaku UMKM mengikuti workshop dan praktik langsung pengolahan pangan lokal.

Pisang, keladi, petatas, dan sagu diolah menjadi empat produk inovatif, yakni Sapa Boladi (bolu keladi), Sapa Bronana (brownies pisang), Sapa Kita (cookies petatas), serta Sapa Sagara (cookies sagu dan gula merah). Para peserta dibagi dalam lima kelompok untuk mempraktikkan langsung proses pengolahannya.

Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.T.P., M.Si., mengatakan Sagu Sapa dirancang agar manfaatnya tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kader kesehatan diharapkan menjadi penggerak edukasi gizi di tengah masyarakat, sementara pelaku UMKM dapat mengembangkan olahan pangan lokal menjadi sumber pendapatan baru.

“Para kader diharapkan dapat menjadi penggerak yang meneruskan pengetahuan dan keterampilan ini kepada keluarga dan masyarakat, sementara pelaku UMKM dapat mengambil peran dalam mengembangkan inovasi pangan lokal menjadi produk yang layak dipasarkan,” ujar Prof. Diana, Jumat (25/9).

Bagi masyarakat Senggi, pelatihan tersebut membuka cara pandang baru terhadap bahan pangan yang selama ini tersedia di sekitar mereka. Pangan lokal yang sebelumnya diolah secara sederhana ternyata dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah.

See also  Polri Kirim 100 Resimen Vaksinator Covid-19 ke PON XX Papua

Mama Mery, Kader Posyandu Kampung Woslay SP 2, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang ingin ia teruskan kepada masyarakat lainnya.

“Mungkin selama ini kami mengolahnya seadanya saja. Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena bisa menambah ilmu baru. Mudah-mudahan apa yang kami dapat bisa kami bagikan lagi kepada saudara atau teman-teman yang juga berminat,” kata Mama Mery.

Dari Gizi Keluarga hingga Peluang Ekonomi

Pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada puncak HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, 18 September 2026, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian penting dalam menjamin masa depan anak-anak Indonesia.

“Saya tidak ingin membiarkan masih ada rakyat Indonesia yang hidup dalam kelaparan atau anak-anak yang kehilangan masa depan akibat kekurangan gizi,” tegas Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.

Semangat tersebut juga sejalan dengan pendekatan pembangunan yang tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

Dalam forum BRICS pada 25 Juni 2025 lalu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya pembangunan yang memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Membangun infrastruktur berkelanjutan itu perlu, tetapi belum cukup. Kita juga harus membangun kesempatan. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujar Menko AHY pada saat itu.

Prinsip menghadirkan manfaat yang berkelanjutan juga menjadi pesan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot. Dalam arahannya pada 21 September 2026, Menteri Iftitah meminta para peserta TEP tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi meninggalkan solusi yang dapat diteruskan masyarakat.

See also  Pemprov DKI Awasi Produk Parsel Jelang Lebaran

“Jangan hanya meninggalkan laporan. Tinggalkan karya. Tinggalkan solusi. Dan yang paling penting, tinggalkan manfaat yang terus dirasakan masyarakat,” pesan Menteri Iftitah dalam arahannya.

Program Sagu Sapa menjadi salah satu bentuk penerapan semangat tersebut di Kawasan Transmigrasi Senggi. Dari bahan pangan yang tumbuh dan tersedia di sekitar masyarakat, TEP UNDIP mendorong lahirnya sajian bergizi bagi keluarga sekaligus produk bernilai tambah bagi pelaku usaha.

Dengan keterampilan yang diteruskan oleh kader kesehatan dan dikembangkan oleh pelaku UMKM, pangan lokal diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, tetapi juga menjadi sumber kemandirian pangan dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Senggi.

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 11:49 WIB

Cegah Stunting, TEP UNDIP Ajak Warga Senggi Olah Pangan Lokal

Tuesday, 22 September 2026 - 22:20 WIB

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Berita Terbaru

Berita Utama

Cegah Stunting, TEP UNDIP Ajak Warga Senggi Olah Pangan Lokal

Friday, 25 Sep 2026 - 11:49 WIB

Energy

Siapkan SDM Nuklir, ITPLN Luncurkan Buku Teknologi PLTN

Friday, 25 Sep 2026 - 06:45 WIB