daelpos.com — Penguatan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan Indonesia di tengah perubahan zaman. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian mahasiswa terhadap masa depan bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPD RI Nono Sampono saat memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Jumat (25/9/2026).
Nono menegaskan, kampus tidak boleh hanya menjadi tempat menimba ilmu dan keterampilan akademik. Perguruan tinggi juga harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, membangun karakter, serta mengasah kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan Indonesia. Di kampus, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, cara berpikir, dan kepedulian terhadap bangsa dan negara,” ujar Nono.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Sebagai bagian dari kelompok intelektual muda, mahasiswa harus mampu memahami perubahan dan tantangan zaman secara kritis, sekaligus tetap memiliki pijakan kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
Dalam konteks tersebut, pemahaman terhadap empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, perlu terus diperkuat.
Nono mengingatkan, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari persoalan sosial dan ekonomi, tetapi juga dari derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, melakukan verifikasi, serta menyikapi perbedaan secara bijak.
“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk membangun, bukan justru menjadi sesuatu yang menjauhkan kita dari nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Selain itu, Nono menekankan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang harus dikelola dengan semangat persatuan dan saling menghormati.
Ia mengingatkan, nilai persatuan dan toleransi harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi energi dalam membangun Indonesia.
Nono juga mendorong mahasiswa Unpatti untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika bangsa. Mahasiswa harus berani menyampaikan gagasan dan mengambil bagian dalam mencari solusi atas berbagai persoalan nasional.
“Mahasiswa harus berani berpikir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Masa depan Indonesia tidak hanya dibicarakan, tetapi harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” tuturnya.
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil daerah dan mahasiswa mengenai berbagai persoalan kebangsaan serta tantangan yang dihadapi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, semangat persatuan dalam bingkai NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Nono menegaskan, pembangunan masa depan Indonesia tidak semata bergantung pada kemajuan ekonomi dan teknologi. Kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, dan tanggung jawab terhadap bangsa juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan Indonesia.
Karena itu, kampus harus mengambil peran sebagai ruang strategis untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap kokoh memegang nilai-nilai kebangsaan.








