Beda Budaya, Satu Tujuan: PLN Nusantara Power Bangun Kepercayaan Dengan Mitra Global

Tuesday, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Dwi Hartono dalam sesi doorstop seusai mini telakshow “Investing Beyond Borders – Different Cultures, One Shared Goal” di Electricity Connect 2026, 23 September lalu.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Dwi Hartono dalam sesi doorstop seusai mini telakshow “Investing Beyond Borders – Different Cultures, One Shared Goal” di Electricity Connect 2026, 23 September lalu.

daelpos.com — Membangun pembangkit listrik ternyata bukan hanya soal modal, teknologi, dan kontrak. Ketika proyek melibatkan mitra dari negara berbeda, ada satu hal yang tidak tercantum dalam neraca keuangan, tetapi sangat menentukan keberhasilan, kepercayaan.

Hal itu menjadi salah satu pelajaran penting dari pengalaman PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam membangun kemitraan dengan investor dan perusahaan global. Bagi PLN NP, perbedaan budaya, cara berkomunikasi, hingga cara mengambil keputusan bukanlah penghalang, melainkan bagian dari proses untuk menemukan cara kerja bersama.

Pengalaman tersebut dibagikan PLN Nusantara Power Group dalam mini talkshow “Investing Beyond Borders – Different Cultures, One Shared Goal ” di Electricity Connect 2026, 23 September lalu.

Tiga praktisi yang terlibat dalam pengalaman kemitraan internasional, yakni Adrian Akbar Untoro – Portfolio Managemnet Manager PLN Nusantara Renewables (PLN NR), Renata Adriani -Senior Manager Asset Management Sembcorp Industries Ltd., dan Teng Yue – Management Partner PT Shenhua Guohua Jawa Bali (SGPJB), berbagi cerita tentang bagaimana perbedaan justru dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan proyek bersama.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power, Dwi Hartono, mengatakan pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa membangun kemitraan global membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar mempertemukan kebutuhan pendanaan dan proyek.

“Kemitraan global bukan hanya tentang mempertemukan modal dengan proyek. Yang lebih penting adalah mempertemukan kekuatan dan keahlian yang berbeda dalam satu tujuan. Di situlah kepercayaan, komunikasi, dan tata kelola menjadi fondasi agar perbedaan dapat berubah menjadi kekuatan.”

Pengalaman itu tercermin dalam pengembangan PLTS IKN. Proyek berkapasitas 50 MW tersebut dikembangkan melalui kolaborasi PLN Nusantara Renewables dengan Sembcorp Utilities Pte. Ltd. Melalui PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE), kedua perusahaan menggabungkan pengalaman dan keahlian masing-masing untuk membangun pembangkit energi bersih di kawasan IKN.

See also  Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Pertamina Hadirkan Solusi Transformasi Teknologi Berbasis Keberlanjutan

Bagi Adrian Akbar Untoro, kunci menyatukan dua perusahaan dengan latar belakang berbeda sebenarnya berawal dari satu hal, memastikan semua pihak memiliki tujuan yang sama.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun komunikasi dan hubungan dengan mitra. Hal yang paling mendasar adalah membangun kepercayaan. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, berbagai persoalan yang muncul dapat dibicarakan dan diselesaikan bersama untuk mencapai target yang sama.”

Pengalaman itu juga memperlihatkan pentingnya tata kelola yang disepakati sejak awal. Menurut Adrian, ketika setiap pihak memahami peran, mekanisme pengambilan keputusan, serta jalur komunikasi, perbedaan pandangan dapat dikelola tanpa menghambat jalannya proyek.

Hal senada disampaikan Renata Adriani. Menurutnya, kemitraan yang sehat tidak berarti semua pihak harus selalu memiliki pandangan yang sama. Justru, perbedaan pendapat dapat menjadi ruang untuk menguji berbagai pilihan dan menghasilkan keputusan yang lebih baik.

“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari hubungan yang sehat. Yang penting adalah kita tetap memiliki tujuan yang sama, saling mendengarkan, memahami perspektif masing-masing, lalu mencari titik tengah yang dapat dijalankan bersama.”

Sementara bagi Teng Yue, pengalaman bekerja dalam perusahaan patungan Indonesia dan Tiongkok menunjukkan bahwa perbedaan budaya tidak perlu dihilangkan untuk mencapai tujuan bersama.

“Budaya yang berbeda tidak harus dibuat sama untuk mencapai tujuan yang sama. Yang penting adalah menghormati konteks lokal, menghargai keahlian masing-masing pihak, serta menyelaraskan komitmen sejak awal.”

Menurutnya, kemitraan yang kuat bahkan tidak berhenti ketika proyek selesai.

“Kemitraan yang kuat bukan hanya tentang menyelesaikan proyek, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.”

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan PLN NP dalam memperluas portofolio bisnis melalui kemitraan internasional. Selain PLTS IKN, PLN NP melalui PLN Nusantara Renewables juga memiliki pengalaman menggandeng mitra global dalam pengembangan PLTS Terapung Cirata dan PLTU Jawa 7. Pada PLTU Jawa 7, PLN Nusantara Renewables memiliki 30 persen saham di PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB), perusahaan patungan Indonesia dan Tiongkok.

See also  Tak Perlu Berebut, Cek Antrean SPKLU melalui Fitur AntreEV PLN Mobile

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa investasi lintas negara pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana menghadirkan pendanaan untuk sebuah proyek. Ada proses membangun hubungan, memahami perbedaan, menyepakati tata kelola, hingga menghadapi persoalan bersama.

Bagi PLN NP, kemampuan tersebut semakin penting ketika kebutuhan investasi sektor energi terus berkembang dan proyek-proyek energi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami ingin setiap kemitraan yang dibangun PLN NP memberikan nilai yang lebih besar daripada jika masing-masing pihak berjalan sendiri. Modal dan teknologi memang penting, tetapi ketika keduanya dipadukan dengan pemahaman lokal, pengalaman internasional, dan kepercayaan, di situlah tercipta nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Dwi.

Dari ruang-ruang pertemuan hingga proyek pembangkit di lapangan, PLN NP meyakini bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, ketika keahlian yang berbeda dipertemukan dengan tujuan yang sama, kolaborasi dapat menjadi energi baru untuk membawa proyek Indonesia terhubung dengan dunia.(*)

Berita Terkait

Perkuat Kemitraan Strategis di Forum KCCUS Korea, PHE Dorong Asri Basin Sebagai Hub Penyimpanan Karbon Regional
Menyala di Lembah Mandailing, Listrik 24 Jam PLN Buka Jalan Cita-Cita Anak Desa Patialo
PLN Energi Gas Perkuat Kemandirian Peternak melalui Program TJSL SAJI FARM Lanjutan
Peringati Hari Ozon dan Hari Sungai, PLN EPI Tanam 100 Pohon dan Angkat 715 Kg Sampah di Karadenan
Pertamina Bekali UMK Agar Siap Hadapi Buyer Global
Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD
ITPLN Ajak Sivitas Fasih Berbahasa Inggris Lewat Musik dan Nyanyi
Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Hemat Biaya hingga 30%

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Beda Budaya, Satu Tujuan: PLN Nusantara Power Bangun Kepercayaan Dengan Mitra Global

Tuesday, 29 September 2026 - 13:49 WIB

Perkuat Kemitraan Strategis di Forum KCCUS Korea, PHE Dorong Asri Basin Sebagai Hub Penyimpanan Karbon Regional

Tuesday, 29 September 2026 - 10:50 WIB

Menyala di Lembah Mandailing, Listrik 24 Jam PLN Buka Jalan Cita-Cita Anak Desa Patialo

Tuesday, 29 September 2026 - 10:21 WIB

PLN Energi Gas Perkuat Kemandirian Peternak melalui Program TJSL SAJI FARM Lanjutan

Monday, 28 September 2026 - 21:48 WIB

Peringati Hari Ozon dan Hari Sungai, PLN EPI Tanam 100 Pohon dan Angkat 715 Kg Sampah di Karadenan

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan

Tuesday, 29 Sep 2026 - 15:13 WIB