TEP Undip Ajari Siswa Tempirai Selatan Hidup Bersih

Saturday, 3 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Warga transmigran di Tempirai Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan masih kesulitan mendapatkan akses air bersih dan mengelola sampah. Kondisi ini membuat warga, terutama anak-anak yang mudah terserang penyakit seperti diare, cacingan, dan penyakit kulit.

Untuk mengatasi masalah ini, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) turun langsung memberikan pendidikan kesehatan lingkungan kepada siswa di dua SD dan dua SMP setempat. Menggunakan alat peraga yang seru seperti kartu permainan, poster, dan modul bergambar, para siswa diajak untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

Tak hanya itu, mereka juga belajar memilah dan mengolah sampah, pencegahan stunting dan penyakit akibat lingkungan kotor. Kegiatan ini disambut antusias para guru dan murid karena membantu menanamkan rasa peduli lingkungan sejak dini.

“Saya sangat mendukung adanya program ini karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa untuk peduli pada lingkungan sekitar,” ujar salah Guru SDN 2 Penukal Utara, Yeni pada Senin, (28/9/2026).

Kegiatan pembelajaran yang dirancang secara menyenangkan dan interaktif ini juga meninggalkan kesan bagi para siswa yang terlibat langsung dalam sesi pembelajaran.

“Kelas belajarnya seru karena aku bisa belajar sambil bermain. Terima kasih kakak-kakak TEP Undip, tetap semangat untuk mengajar,” tutur siswa SDN 3 Penukal Utara sekaligus warga kawasan transmigran, Kharir.

Sebanyak 120 siswa dari dua sekolah di kawasan transmigrasi belajar bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sejak dini melalui kegiatan interaktif yang seru.

“Dalam program ini, kami menghadirkan modul pencegahan penyakit berbasis lingkungan hingga stunting. Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga praktik interaktif menggunakan media seperti flashcard agar siswa dapat langsung mencocokkan jawaban serta berkomitmen menjaga lingkungannya,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Patriot Undip, Yusniar Hanani, Senin (28/9/2026).

See also  OIC Youth Indonesia mengecam atas Deportasi 48 Pengungsi Uyghur dari Thailand ke China

Program ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya pemahaman mengenai lingkungan hidup, khususnya pepohonan, diajarkan sejak dini di sekolah.

“Dengan pendidikan mulai dari anak-anak muda, anak-anak sekolah, bahwa tidak lagi boleh bakar atau tebang pohon seenaknya,” kata Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanganan bencana gempa di NTT, Rabu (26/8/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan perlunya tindak lanjut konkret atas berbagai temuan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di lapangan.

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” ujar Menko AHY saat berdialog dengan para peserta ekspedisi di Jayapura, Papua, Kamis (17/9/2026).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pengembangan kawasan transmigrasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga lingkungan dan menghormati budaya masyarakat setempat.

“Pembangunan kawasan harus berkelanjutan. Tidak ada yang instan. Pembangunan juga tidak boleh mengabaikan lingkungan dan budaya masyarakat setempat,” ujar Mentrans saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, (11/8/2026).

Melalui pendidikan dan pendampingan kesehatan lingkungan, Tim Ekspedisi Patriot Undip membuktikan komitmennya dalam menanamkan pola hidup sehat sejak sekolah serta mendorong perbaikan sarana lingkungan di Transmigrasi Tempirai Selatan.

Berita Terkait

Peraturan Ketat, Mendes Pastikan Pemain Liga Desa Asli dari Desa
Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Pesisir Selatan Sumbar
Pasca-Banjir Bandang, Irman Gusman Gaungkan Masa Depan Baru Solok
Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Perahu Karet Tangani Banjir di Pasar Youtefa Jayapura
Tinjau KSPEAN Wanam, Menteri Dody Pastikan Panen Perdana Dukung Visi Presiden Prabowo
RUU Daerah Kepulauan Jadi Jalan Rekonsiliasi Pusat dan Daerah
Kementerian PU Tangani 1.024 Infrastruktur Pascagempa NTT, Penanganan Layanan Dasar Terus Berjalan
Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Empat UMK Binaan Hutama Karya Grup Tampilkan Kerajinan Etnik Berbasis Inovasi

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 06:37 WIB

Peraturan Ketat, Mendes Pastikan Pemain Liga Desa Asli dari Desa

Sunday, 11 October 2026 - 06:12 WIB

Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Pesisir Selatan Sumbar

Saturday, 10 October 2026 - 14:07 WIB

Pasca-Banjir Bandang, Irman Gusman Gaungkan Masa Depan Baru Solok

Saturday, 10 October 2026 - 06:32 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Perahu Karet Tangani Banjir di Pasar Youtefa Jayapura

Friday, 9 October 2026 - 08:13 WIB

Tinjau KSPEAN Wanam, Menteri Dody Pastikan Panen Perdana Dukung Visi Presiden Prabowo

Berita Terbaru