daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus menjaga mutu dan keselamatan kerja dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Hingga 2 Oktober 2026, progres fisik proyek telah mencapai 57,538 persen dan direncanakan selesai sesuai masa konstruksi hingga akhir Desember 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Management Walkthrough (MWT) yang dilakukan Direktur Manajemen Risiko Hutama Karya, Fatma Dewi Setyowati, pada Kamis (8/10). Ia didampingi EVP Divisi Pengendalian Operasi, Nyoman Endi, VP Evaluasi & Pengendalian Jalan Tol, Muhammad Yamin, dan Sr. Analyst Divisi QHSSE, Dwiarto Raharjo. Rangkaian MWT meliputi pemaparan progres, peninjauan area pekerjaan, pengecekan penerapan 5R dan program wellbeing pekerja, hingga diskusi bersama tim proyek yang dipimpin Project Manager, Dimas Adi Pratama.
Fatma Dewi mengapresiasi capaian tim proyek. Ia menekankan bahwa memasuki tahap akhir pekerjaan, mutu dan keselamatan menjadi prioritas utama. “Progres yang dicapai tim proyek sudah baik dan patut diapresiasi. Yang terpenting sekarang adalah memastikan kualitas setiap pekerjaan tetap terjaga dan aspek QHSSE diterapkan secara disiplin hingga akhir. Kami ingin rumah sakit ini selesai dengan kualitas terbaik, aman, dan siap melayani masyarakat,” ujar Fatma Dewi.
Pembangunan RSUD Muaradua merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Kementerian Kesehatan. Program ini adalah inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Asta Cita di sektor kesehatan sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah dari Tipe D menjadi Tipe C, sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional 2025–2029. Dengan peningkatan kelas tersebut, masyarakat OKU Selatan dan sekitarnya diharapkan dapat mengakses layanan rujukan yang lebih lengkap tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota lain.
Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 30.320 meter persegi dengan luas bangunan 8.331,24 meter persegi, terdiri atas tiga lantai dan rooftop. Masa konstruksinya 296 hari kalender, sejak 11 Maret hingga 31 Desember 2026, dan dilanjutkan masa pemeliharaan selama 360 hari kalender.
Rumah sakit ini mengusung konsep healing environment. Sekitar 8.749 meter persegi atau 29 persen dari total kawasan dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau untuk menciptakan suasana yang tenang dan asri bagi pasien maupun keluarga. Hutama Karya juga menerapkan pendekatan human centered design dan teknologi konstruksi digital agar tata ruang lebih efisien dan proses pembangunan lebih presisi.
Dari sisi layanan, RSUD Muaradua dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU, ruang operasi, radiologi, laboratorium, serta ruang rawat inap standar KRIS dan VIP. Rumah sakit ini juga disiapkan menjadi pusat rujukan regional dengan layanan spesialis dasar, yaitu penyakit dalam, anak, bedah, serta kebidanan dan kandungan. Untuk memperkuat penanganan kasus prioritas, tersedia pula fasilitas cathlab, layanan jantung, penanganan stroke, dan Modular Operating Theater (MOT).
Pj. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pembangunan RSUD Muaradua mencerminkan peran Hutama Karya sebagai BUMN yang tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga infrastruktur layanan dasar. “Bagi kami, keberhasilan proyek ini tidak diukur saat bangunannya selesai, tetapi saat masyarakat OKU Selatan bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik di daerahnya sendiri. Hutama Karya berkomitmen menuntaskan pembangunan ini dengan mutu terbaik sebagai dukungan nyata terhadap agenda prioritas pemerintah di sektor kesehatan,” tutup Hamdani.








