daelpos.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat. Ia meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak menjadi prioritas utama.
Puan menegaskan, seluruh langkah penanganan bencana harus berorientasi pada keselamatan warga, terutama masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir dan membutuhkan pertolongan segera.
“Tentunya bencana banjir bandang di Kota Padang menjadi keprihatinan bersama. Pemerintah perlu mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Keselamatan warga yang utama,” kata Puan, Senin (12/10/2026).
Menurut Puan, penanganan darurat perlu dilakukan secara optimal agar masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan pertolongan dengan cepat. Upaya evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga harus menjadi perhatian pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat yang terpaksa meninggalkan rumah memperoleh tempat berlindung yang aman dan layak selama kondisi belum memungkinkan mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Tempat pengungsian perlu memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang memiliki penyakit bawaan. Ketersediaan fasilitas kesehatan dan kebutuhan pokok juga menjadi bagian penting dalam penanganan warga terdampak.
Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang pada Sabtu (10/10/2026), setelah hujan deras menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Berdasarkan data sementara yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bencana tersebut berdampak pada 498 jiwa atau sekitar 225 kepala keluarga. Sebanyak 120 rumah dilaporkan terendam banjir, sementara sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Sejumlah kawasan yang dilaporkan terdampak antara lain Kelurahan Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Di Kecamatan Kuranji, pendataan sementara mencatat satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat rumah rusak sedang. Banjir juga menyebabkan akses jalan di sekitar kawasan Guo terputus sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan akses menuju lokasi terdampak.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, BPBD, petugas pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk membantu proses evakuasi serta penanganan darurat.
Upaya penyelamatan dilakukan untuk memastikan warga yang terjebak banjir dapat menjangkau lokasi aman. Petugas juga melakukan koordinasi guna mendukung penanganan lanjutan di wilayah yang terdampak paling parah.
Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan proses pemulihan berjalan setelah situasi darurat terkendali. Perbaikan rumah warga yang rusak, pemulihan akses jalan, serta pembenahan infrastruktur pengendali banjir menjadi bagian penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Puan juga menekankan pentingnya langkah antisipasi agar bencana serupa tidak terus berulang. Penanganan banjir, menurutnya, perlu didukung koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama dalam memperbaiki infrastruktur sungai dan kawasan yang rawan terdampak luapan air.
Upaya mitigasi harus menjadi perhatian bersama, termasuk evaluasi terhadap kondisi sungai, tanggul, dan sistem pengendalian banjir. Dengan demikian, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada evakuasi saat banjir terjadi, tetapi juga pada upaya mengurangi risiko bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan bantuan menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. Kecepatan respons, koordinasi antarlembaga, serta kejelasan informasi mengenai kondisi wilayah terdampak menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan masyarakat.
Bagi Puan, keselamatan warga harus tetap menjadi pegangan utama dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.








