Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan

Friday, 16 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Panen kelapa yang melimpah di Pulau Bacan, Maluku Utara, selama ini umumnya hanya diolah menjadi santan dan minyak kelapa. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 UGM mengajarkan warga setempat mengolah kelapa menjadi kelapa parut kering yang dapat digunakan sebagai taburan roti dan kue, sehingga berpeluang dipasarkan lebih luas.

Pelatihan yang melibatkan sekitar 20 mama-mama di Desa Jojame ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada alternatif pengolahan kelapa agar hasil perkebunan setempat tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Mama Surti, salah satu warga Desa Jojame yang mengikuti pelatihan, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi kelapa di desa mereka.

“Masyarakat Jojame senang sekali karena su banyak hal baru yang torang pelajari bersama adik-adik Ekspedisi Patriot. Semoga ilmu yang dibagikan bisa torang kembangkan sama-sama, supaya hasil kelapa di desa kami bisa menambah penghasilan masyarakat. Semoga torang samua selalu sehat dan tetap baku jaga,” ungkapnya.

Anggota TEP 1 UGM Bacan, Andarifka, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat. Selain praktik pengolahan kelapa parut kering, tim juga memberikan pendampingan mengenai pengemasan minyak kelapa agar kualitas produk lebih terjaga.

“Kami ingin menghadirkan program yang sederhana, sesuai kebutuhan masyarakat, tetapi bisa berkelanjutan. Harapannya, mama-mama dapat mengembangkan produk sendiri dan memperoleh peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Andarifka.

Tantangan aksesibilitas menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan usaha masyarakat Desa Jojame. Perjalanan dari Labuha menuju desa tersebut harus ditempuh melalui jalur laut dan dapat memakan waktu sekitar empat jam. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi warga dalam menjangkau pasar dan memasarkan hasil olahan kelapa.

See also  Wamen PUPR John Wempi: Maret 2020 Trans Papua ‘Ruas Jayapura-Wamena’ Tersambung

Untuk mendukung keberlanjutan program, TEP 1 UGM Bacan berkoordinasi dengan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Halmahera Selatan guna menjajaki peluang pemasaran produk di Labuha. Tim juga meninggalkan sejumlah peralatan agar masyarakat dapat melanjutkan praktik pengolahan secara mandiri.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya peningkatan nilai tambah komoditas lokal. “Kita ingin lebih banyak produk diolah di Indonesia, lebih banyak nilai tambah tinggal di daerah, dan lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya sumber daya manusia yang unggul dan kompeten dalam mengelola kekayaan alam. “Kita bersyukur berada di sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam. Tetapi, pada akhirnya, semua itu perlu dikelola oleh manusia yang unggul, oleh SDM yang memiliki kompetensi, tetapi juga punya integritas,” ujar AHY, Kamis (8/10/2026).

Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya pengolahan komoditas di dalam negeri agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat. “Kita tidak mau hanya menjual buah kelapa. Kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo saat peluncuran proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Melalui kegiatan ini, TEP 1 UGM Bacan berharap masyarakat Desa Jojame dapat mengembangkan produk olahan kelapa secara berkelanjutan, memperluas peluang pemasaran, dan meningkatkan pendapatan keluarga. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah awal mendorong hilirisasi komoditas lokal agar nilai tambahnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat di Pulau Bacan.

Berita Terkait

Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional
Pramono Bangga Jakarta Jadi Kota Pelajar Nomor Satu
Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat
Belajar dari BAIC, Iftitah: Kemajuan Industri Dibangun dari Investasi pada Manusia dan Teknologi
Senator Mirah: MotoGP Mandalika Harus Berkelanjutan, Dampak Ekonomi dan Peningkatan SDM Lokal Jadi Prioritas
BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Aksi Cepat TJSL Hutama Karya Group Hadirkan Alat Berat dan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 21:40 WIB

Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan

Thursday, 15 October 2026 - 13:01 WIB

Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Thursday, 15 October 2026 - 12:57 WIB

Pramono Bangga Jakarta Jadi Kota Pelajar Nomor Satu

Thursday, 15 October 2026 - 12:49 WIB

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Wednesday, 14 October 2026 - 15:44 WIB

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Berita Terbaru