Lawan Budaya Patriarki, Gus Hilmy Ajak Perempuan Menulis Sejarahnya Sendiri

Monday, 25 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Di hadapan ratusan ibu nyai pengasuh pondok pesantren dan mubaligh perempuan, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menyampaikan tantangan ulama perempuan yang kurang menonjol, diantaranya karena budaya patriarki yang menempatkan perempuan sebagai warga kelas kedua. Budaya ini, menurutnya, mesti dapat dipandang secara positif.

“Perempuan dianggap sebagai konco wingking, tapi secara positif, konco wingking adalah pendamping. Memang, dalam budaya kita, perempuan memiliki tugas-tugas domestik. Namun hal itu tidak lepas dari upaya berbagi peran. Saya yakin, perjuangan kiai-kiai besar, tidak bisa tidak, juga berkat dorongan dan dukungan para istri,” jelas pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut dalam Peringatan Hari Lahir Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JPPPM) di Aula Asrama Putra Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta pada Ahad (24/11/2024).

Dalam kegiatan yang bertajuk “Meneruskan Perjuangan Para Ulama dengan Meningkatkan Tafaqquh Fiddin Menebar Maslahat untuk Umat” tersebut, Gus Hilmy mengajak para ibu nyai menjadikan santri-santrinya untuk siap dan cakap, tanpa meninggalkan tradisinya sebagai seorang wanita. Dengan cara demikian, menurut salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak tersebut, perempuan dapat menuliskan sejarahnya sendiri.

“Tetap sebagai perempuan, tetapi memiliki peran sesuai dengan keinginannya masing-masing. Ini bagian dari upaya untuk mengubah perspektif. Jika hari ini ada keluhan minimnya catatan tentang ulama perempuan, maka perempuan harus menuliskan sejarahnya sendiri. Jangan menunggu laki-laki menulis, sebab perspektifnya nanti akan laki-laki juga,” papar anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tersebut.

Demikian juga, kata Gus Hilmy, para ibu nyai, harus bersedia membuka diri. Kalau ada putri atau santri yang ingin sekolah di luar negeri, mendaftar pada profesi-profesi atau berkiprah di luar institusi agama, jangan dihalang-halangi. Justru harus dipandang sebagai upaya untuk memberdayakan diri.

See also  KLHK Siapkan Bibit Pohon Untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan

“Yang penting kita kuatkan bahwa anak-anak kita tetap menjunjung tinggi budaya dan kuat dengan syariatnya. Yang kita sesalkan adalah ibu nyai melarang anaknya sekolah tinggi, daftar polisi, jadi host, dan sebagainya. kamu itu perempuan harus begini begini. Inilah yang menjadi tugas JPPPM agar yang begini tidak ada lagi,” tutur Senator asal Yogyakarta tersebut.

Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperingati Hari Lahir JPPPM yang ke-9 tersebut dihadiri diantaranya oleh Ny. Hj. Ummi Salamah, Ny. Hj. Musta’anah, Ny. Hj. Ida Rufaida Ali, Ny. Hj. Durroh Rosim.

Melalui pertemuan tersebut, Gus Hilmy berpesan agar JPPPM bersinergi dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI). Menurutnya, lingkupnya memang berbeda, tetapi keduanya memiliki irisan yang sama-sama objeknya adalah pondok pesantren.

“Yang kita lihat NU-nya. RMI di bawah NU, JPPPM juga bagian dari warga NU. Mari bersama-sama ikut dalam arus besar umat Islam di Indonesia atau NU sebagai al-jamaah. Dengan demikian JPPPM akan memperkuat posisi RMI. Sebaliknya, RMI juga bisa merangkul JPPPM. Ibarat suami istri, akan sangat positif jika bisa saling sinergi. Tentu harapannya akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi,” pesan Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Berita Terkait

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa
Warga Transmigrasi Senggi Bergerak Bersama Lawan Stunting
Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang
DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial
Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air
Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026
Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 16:36 WIB

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 September 2026 - 00:27 WIB

Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa

Wednesday, 23 September 2026 - 17:55 WIB

Warga Transmigrasi Senggi Bergerak Bersama Lawan Stunting

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18 WIB

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang

Monday, 21 September 2026 - 18:27 WIB

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Berita Terbaru

Berita Utama

Cegah Stunting, TEP UNDIP Ajak Warga Senggi Olah Pangan Lokal

Friday, 25 Sep 2026 - 11:49 WIB