Dukung Ketahanan Pangan di Nganjuk, Menteri Dody Pastikan Suplai Air Irigasi Bendungan Semantok Stabil

Wednesday, 13 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan Bendungan Semantok yang berlokasi di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dapat memberikan manfaat optimal untuk mendukung pertanian, guna mewujudkan swasembada pangan nasional. Bendungan ini telah diresmikan pada akhir tahun 2022 lalu dengan fungsi utama untuk mengairi lahan pertanian seluas seluas 1.900 Hektare.

Menteri PU Dody Hanggodo ingin memastikan pengelolaan Bendungan Semantok berjalan optimal, baik dari sisi teknis maupun pemanfaatannya sebagai pasokan air irigasi agar lebih stabil sepanjang tahun, khususnya di musim kemarau.

“Bendungan Semantok dibangun untuk mengatasi masalah kekeringan di wilayah ini. Dulu, saya pernah datang ketika bendungan ini belum terisi air, dan sekarang, berkat musim hujan, waduk sudah penuh dan siap dimanfaatkan untuk mengairi sawah,”kata Menteri Dody saat meninjau Bendungan Semantok, Selasa (12/8/2025).

Pada musim kemarau, Bendungan Semantok dapat dimanfaatkan sebagai pendistribusi air irigasi guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan di wilayah hilir. Bendungan ini dilengkapi jaringan irigasi sebesar 2,47 m3/detik untuk menyuplai lahan pertanian seluas 1.900 Ha. Dengan begitu, kehadiran bendungan diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut yang sebelumnya menggunakan sistem perairan tadah hujan.

Bendungan ini didesain memiliki kapasitas tampung sebesar 32,67 juta m3 yang bersumber dari aliran Sungai Semantok. Dengan panjang puncak bendungan sekitar 3 km, Bendungan Semantok dikenal memiliki tubuh bendungan terpanjang di Indonesia.

Selain memberi manfaat sebagai penyuplai irigasi pertanian, bendungan dengan luas area genangan sebesar 365 hektare ini juga diproyeksi sebagai penyedia air baku sebesar 312 liter/detik untuk melayani 3 kecamatan di Nganjuk, yakni Rejoso, Lengkong, dan Gondang. Kehadiran Bendungan Semantok juga berfungsi mereduksi risiko banjir 137 m3/detik pada wilayah hilir yang dialiri Sungai Semantok saat musim hujan.

See also  Update, Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Naik Jadi 3.803, Kasus Positif Bertambah 490 Orang

Menteri Dody berharap kehadiran Bendungan Semantok memberikan manfaat ganda tidak hanya sebagai penopang sektor pertanian, pengendali banjir dan penyuplai air baku, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan kawasan sebagai destinasi pariwisata di Jawa Timur yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

“Bendungan ini dibuka untuk umum, terutama saat musim libur nasional, sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Menteri Dody. (*)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru