Peringati Hari Pangan Sedunia 2025, Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Irigasi Dukung Swasembada Pangan

Friday, 17 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia tahun 2025, “Hand in Hand for Better Food and a Better Future” atau Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik, menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian PU menekankan bahwa air merupakan kunci ketahanan pangan, di mana sistem irigasi yang andal menjadi tulang punggung peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Air adalah fondasi utama pangan. Tanpa infrastruktur irigasi yang baik, sulit mencapai kemandirian pangan. Karena itu, kami mempercepat pelaksanaan Inpres No 2 Tahun 2025 untuk memastikan setiap tetes air memberi manfaat bagi petani dan produksi pangan nasional,” kata Menteri Dody.

Sebagai implementasi Tahap I Inpres No 2 Tahun 2025, Kementerian PU telah memberikan dukungan fasilitasi irigasi pada lokasi kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian di Daerah Irigasi (DI) kewenangan daerah seluas 280.880 hektar. Dukungan ini berperan penting dalam mendukung peningkatan intensitas tanam dan memperkuat masa tanam kedua (MT II) maupun ketiga (MT III) bagi petani.

Selanjutnya, pada Tahap II, Kementerian PU fokus pada pembangunan dan rehabilitasi daerah irigasi kewenangan Pemerintah Daerah yang mencakup jaringan primer, sekunder, hingga tersier. Kemudian juga pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang menjadi kewenangan pusat serta pembangunan dan rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan teknologi pompanisasi untuk mengangkat air dari dalam tanah, kemudian disalurkan ke sawah-sawah yang sebelumnya tak terjangkau irigasi permukaan. Program ini memberikan layanan irigasi seluas 225.775 hektar dengan total anggaran Rp6,10 triliun.

See also  Langkah Solutif dan Adaptif dalam Penanganan Pandemi

Dukungan pembangunan dan rehabilitasi JIAT dalam Inpres No 2 Tahun 2025 Tahap II meliputi pembangunan 754 unit JIAT, rehabilitasi 76 unit sumur, serta pembangunan 3 embung. Sebagai bagian dari langkah terpadu memperkuat sistem irigasi nasional berbasis air tanah, Kementerian PU juga memberikan dukungan pembangunan 579 unit JIAT dan rehabilitasi 1.226 unit sumur JIAT melalui kegiatan reguler Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air.

Selain itu, Kementerian PU pada tahun 2025 juga memberikan dukungan program ketahanan pangan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dengan skema Padat Karya. Program ini melibatkan langsung masyarakat petani melalui kelompok P3A, GP3A, atau IP3A dalam kegiatan pembangunan, peningkatan, maupun rehabilitasi jaringan irigasi secara swakelola.

Pelibatan langsung petani diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan daya beli masyarakat di desa sasaran. Program P3-TGAI Tahap I tersebar di 8.000 lokasi di seluruh Indonesia. Hingga awal Oktober 2025, progres fisik program ini mencapai 54,98% dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 98.919 orang. Program P3-TGAI akan diperluas pada Tahap II dengan menyasar 1.597 lokasi tambahan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus berperan aktif dalam memastikan ketersediaan air untuk pertanian, meningkatkan efisiensi jaringan irigasi, serta memperkuat fondasi sistem pangan nasional yang berkelanjutan. Momentum Hari Pangan Sedunia 2025 menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan bukan hanya tugas sektor pertanian, tetapi juga hasil kerja bersama lintas sektor, termasuk infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian PU sebagai penopang utamanya. (*)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB