daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di pelataran Museum MH Thamrin, Jalan Kenari 2, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memajukan dan memperkuat eksistensi kaum Betawi sebagai tuan rumah di kotanya sendiri.
“Hal menyangkut soliditas organisasi Kaum Betawi ini segera terselesaikan,” ujar Pramono.
“Atas nama Pemprov DKI Jakarta, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para sesepuh Betawi yang hadir hari ini. Saya sungguh berharap hal menyangkut soliditas organisasi Kaum Betawi ini segera terselesaikan,” sambungnya.
Pramono juga menyampaikan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo yang kini didapuk sebagai Ketua Dewan Adat Kaum Betawi, bahwa apa pun keputusan kongres akan ditindaklanjuti oleh Pemprov.
Menurutnya, rekomendasi yang diberikan Fauzi Bowo akan menjadi referensi penting dalam menentukan arah organisasi kaum Betawi ke depan.
Lebih lanjut, Pramono berharap sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Kaum Betawi dapat segera berjalan konkret. Beberapa program yang disoroti antara lain pelestarian cagar budaya, penggalian sejarah tokoh Betawi, pembinaan sanggar seni, penyusunan muatan lokal pendidikan, hingga penguatan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis budaya Betawi.
Ia menilai, masih banyak cagar budaya Betawi di Jakarta yang belum terkelola secara optimal dan membutuhkan perhatian serius melalui Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Bahkan, Pramono mengaku telah meminta Sekretaris Daerah agar budaya Betawi dibukukan secara resmi sebagai pegangan lintas generasi.
Pramono juga menyinggung peran besar tokoh Betawi dalam sejarah perjuangan bangsa, seperti Ismail Marzuki dan Mohammad Husni Thamrin. Ia berharap lebih banyak tokoh Betawi yang diangkat dan dikaji secara mendalam kontribusinya bagi bangsa dan negara.
Menurutnya, hampir seluruh kegiatan pemerintahan, baik pusat maupun daerah yang dilaksanakan di Jakarta, telah diwarnai budaya Betawi. Karena itu, penguatan sanggar seni menjadi langkah strategis menjaga identitas tersebut.
Tak hanya itu, Pramono juga akan meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyusun kurikulum muatan lokal berbasis budaya Betawi dengan melibatkan Kaum Betawi secara langsung.
Sementara dalam aspek pemberdayaan ekonomi kreatif, ia menyoroti banyaknya kuliner khas Betawi yang belum terdokumentasi dengan baik sehingga belum maksimal dalam pemasaran.
“Mudah-mudahan ini menjadi penguat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap dikenal budaya Betawinya,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Adat Kaum Betawi, Fauzi Bowo mengatakan silaturahmi ini merupakan tindak lanjut dari Kongres Kaum Betawi yang telah digelar sebelumnya. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 99 persen kelompok Betawi dan berhasil merumuskan sejumlah kesepakatan strategis.
Agenda lanjutan, kata Fauzi, akan dilaksanakan mulai Ramadan hingga Lebaran Betawi 2026 mendatang. Ia menilai, kepemimpinan Pramono menunjukkan keterbukaan dan konsistensi dalam mendorong persatuan serta kemajuan kaum Betawi.
“Jadi sebelum melangkah lebih lanjut, pertama bersatu. Setelah itu baru kita susun strategi merespons harapan Pak Gubernur. Insya Allah kabul,” tandasnya.








