Dari Pegunungan Papua, Aroma Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Lewat Program PLN Peduli

Sunday, 3 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moses Yigibalom, salah satu petani Kopi Tiom di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sedang memanen ceri kopi dari pohon di kebunnya.

Moses Yigibalom, salah satu petani Kopi Tiom di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sedang memanen ceri kopi dari pohon di kebunnya.

daelpos.com – Aroma khas kopi meruak di atas dataran tinggi Bumi Cenderawasih, memantik senyum merekah para petani dari Distrik Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Kopi Tiom yang kini namanya semakin harum di pasar kopi nasional, telah berhasil menjadi komoditas unggulan dan penggerak ekonomi baru masyarakat wilayah pegunungan tersebut.

Melalui program pemberdayaan PT PLN (Persero), produktivitas dan kualitas Kopi Tiom meningkat signifikan. PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) secara konsisten mendampingi kelompok tani, mulai dari perbaikan proses budidaya hingga pascapanen. Salah satu terobosan kunci adalah pembangunan dome pengering biji kopi yang mampu memastikan kualitas tetap terjaga tanpa bergantung pada cuaca.

Hasilnya, waktu pengeringan yang sebelumnya memakan hingga satu bulan kini dapat dipangkas menjadi hanya 14 hari. Risiko gagal panen menurun drastis, sementara nilai jual kopi meningkat berkat kualitas yang lebih terstandardisasi.

Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom berterima kasih atas peran PLN yang telah mendampingi petani kopi di Kabupaten Lanny Jaya. Dirinya bersyukur upaya yang dilakukan mulai berbuah manis. Kopi Tiom telah bertransformasi menjadi salah satu komoditas penting dari kabupaten tersebut.

“Dulu kami cemas setiap kali hujan datang. Kopi bisa rusak, bahkan tidak laku. Sekarang, dengan pendampingan dan dome dari PLN, kami merasa aman. Kualitas kopi terjaga, harga naik, dan penghasilan kami bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” ujar Moses.

Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo turut mengapresiasi kontribusi yang dilakukan oleh PLN. Selain program pendampingan, menurut John intervensi PLN tidak hanya menjawab tantangan teknis, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan komoditas unggulan daerah.

“Kopi Tiom adalah identitas dan harta karun dari Papua Pegunungan. Selama ini tantangan terbesar kami adalah pada proses pascapanen karena cuaca yang ekstrem. Dukungan PLN melalui teknologi penjemuran dan pendampingan ini adalah langkah strategis dalam memajukan komoditas unggulan daerah. Kami mengapresiasi PLN yang telah menjadi mitra pembangunan yang sangat memahami kebutuhan riil masyarakat di lapangan, sesuai dengan visi misi kami dalam kesejahteraan masyarakat petani dengan meningkatkan penghasilan,” ungkap John.

See also  Prabowo Hadiri Sidang Tanwir Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa mandat PLN kini melampaui dari sekadar menerangi rumah-rumah warga. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PLN berkomitmen hadir sebagai enabler atau pemacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga menghadirkan peluang. Melalui TJSL, kami ingin memastikan setiap program mampu menciptakan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat. Inilah bentuk creating shared value yang kami dorong bukan hanya memberi manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Keberhasilan program ini turut mengantarkan PLN UIW PPB meraih penghargaan Platinum Alignment pada Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026. Program ini dinilai mampu mengubah pendekatan bantuan menjadi investasi sosial yang terukur dan berdampak langsung.

Dengan skor 2,76 pada Corporate Economic Protection Index (CEPI), setiap Rp1 dana TJSL yang digelontorkan PLN mampu menciptakan nilai ekonomi hingga hampir tiga kali lipat bagi masyarakat.

General Manager PLN UIW PPB, Roberth Rumsaur, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan dampak positif program ini. Dirinya juga berharap manfaat program-program pemberdayaan yang dilakukan PLN dapat semakin dirasakan secara luas oleh para petani di Papua.

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memastikan program TJSL tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri bagi masyarakat Papua. Kami ingin setiap rupiah yang disalurkan melalui TJSL memberikan proteksi ekonomi yang berkelanjutan bagi para petani kita,” tandas Roberth.

Berita Terkait

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027
PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026
Tag :

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 12:31 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Thursday, 1 October 2026 - 17:33 WIB

PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Thursday, 1 October 2026 - 14:56 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha

Thursday, 1 October 2026 - 14:49 WIB

PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB