Mentrans: Ketimpangan Terbesar Indonesia Bukan Pendapatan, Tapi Kesempatan

Monday, 22 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Seorang anak yang lahir di Jakarta, Pandeglang, Enggano, Samboja, Mamuju, Toliwang, hingga Merauke adalah warga negara Indonesia yang sama. Tetapi mereka belum tentu lahir dengan kesempatan yang sama.

Pesan itu disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Jumat (19/6).

Menurut Iftitah, tantangan besar Indonesia hari ini bukan semata ketimpangan pendapatan, melainkan ketimpangan kesempatan.

“Ketimpangan terbesar yang kita hadapi hari ini bukanlah ketimpangan pendapatan. Ketimpangan terbesar bangsa ini adalah ketimpangan kesempatan,” ujar Iftitah.

Ia menegaskan, tugas negara bukan membuat semua orang menjadi sama. Tugas negara adalah memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Karena itu, pembangunan Indonesia ke depan harus dimulai dari distribusi kesempatan. Dan distribusi kesempatan, menurutnya, pada akhirnya adalah distribusi talenta, pengetahuan, teknologi, dan akses terhadap kemajuan.

Iftitah mengutip pesan Bung Hatta bahwa Indonesia tidak akan besar karena obor yang menyala di Jakarta, melainkan karena lilin-lilin yang menyala di desa-desa.

“Sesungguhnya lilin-lilin itu sudah ada di seluruh Indonesia. Tapi kita semua menunggu korek api yang jumlahnya terbatas di Jakarta,” katanya.

Ia menegaskan, tugas pemerintah, kampus, dan seluruh elemen bangsa bukan membawa semua api dari Jakarta, tetapi membantu setiap daerah menyalakan apinya sendiri.

“Karena itu tugas kita bukan membawa api dari Jakarta, tetapi membantu setiap daerah menyalakan apinya sendiri,” ujar Iftitah.

Dalam konteks inilah, Kementerian Transmigrasi mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui Program Transmigrasi Patriot. Program ini dirancang untuk menghadirkan talenta muda, peneliti, dosen, inovator, dan pemecah masalah ke kawasan-kawasan yang sedang tumbuh.

See also  Kementerian PU Terus Pulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air di Aceh

Iftitah menilai, Indonesia masa depan tidak dapat hanya dibangun dari pusat kekuasaan atau pusat ekonomi yang sudah mapan. Masa depan Indonesia harus dibangun dari semakin banyak pusat pertumbuhan baru di seluruh Nusantara.

“Indonesia masa depan tidak akan dibangun hanya dari Jakarta. Indonesia masa depan akan dibangun dari ribuan pusat pertumbuhan baru yang tersebar di seluruh Nusantara,” tegasnya.

Berita Terkait

Dua Agenda Besar, Satu Komando: Bahlil
Data Transmigrasi di Malaka Bermasalah, TEP ITS Bikin Sistem Digital
Kementerian PU Pulihkan Fungsi Embung Ulu Benua
84,99 Persen Perempuan Jakarta Terhubung Internet, AI Jadi Alat Pemberdayaan
Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang
Silaturahmi Alumni Sunan Drajat, Wamen Viva Yoga Ajak Alumni Santri Kembangkan Perekonomian di Kawasan Transmigrasi
Datang Malam-Malam ke Solok, Menteri Dody Cek Langsung Penanganan Pascabanjir
Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 07:05 WIB

Data Transmigrasi di Malaka Bermasalah, TEP ITS Bikin Sistem Digital

Friday, 2 October 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Pulihkan Fungsi Embung Ulu Benua

Friday, 2 October 2026 - 06:58 WIB

84,99 Persen Perempuan Jakarta Terhubung Internet, AI Jadi Alat Pemberdayaan

Thursday, 1 October 2026 - 14:51 WIB

Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang

Thursday, 1 October 2026 - 14:46 WIB

Silaturahmi Alumni Sunan Drajat, Wamen Viva Yoga Ajak Alumni Santri Kembangkan Perekonomian di Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB