Gapoktan Gunungkidul Produksi 14 Ton Pupuk Organik, Wujudkan Ekonomi Sirkular Bersama PLN EPI

Saturday, 18 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Tani di Gunungkidul, berhasil mengubah limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi melalui Program Desa Berdaya Energi yang diinisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Kelompok Tani di Gunungkidul, berhasil mengubah limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi melalui Program Desa Berdaya Energi yang diinisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

daelpos.com – Kelompok Tani di Kalurahan Gombang dan Kalurahan Karangasem, Kepanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, berhasil mengubah limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi melalui Program Desa Berdaya Energi yang diinisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Hingga pertengahan 2026, kedua kelompok telah memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik, menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 15.4 Juta memberikan tambahan pendapatan masing-masing kelompok sebesar Rp 7.7 juta, sekaligus menciptakan potensi penghematan biaya pembelian pupuk hingga Rp 75.6 Juta bagi masyarakat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah ternak mampu berkembang menjadi usaha produktif yang mendukung ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Energi yang dikembangkan PLN EPI sejak 2024 di Kalurahan Gombang dan Kalurahan Karangasem. Program ini mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, pengolahan pupuk organik, pengembangan hijauan pakan, hingga biomassa dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini menjadi sumber nilai tambah yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Salah satu implementasi utama program adalah pemanfaatan kotoran Kambing Peranakan Etawa (PE) dan Sapi sebagai bahan baku pupuk organik. Hingga saat ini sekitar 350 kilogram kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai campuran produksi pupuk organik. Selama hampir dua tahun pelaksanaan program, total produksi limbah ternak diperkirakan mencapai sekitar 23 ton di Kalurahan Gombang dan 15 ton di Kalurahan Karangasem yang dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertanian terpadu.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan bahwa pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun Desa Berdaya Energi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

See also  Pertamina Raih Empat Penghargaan Bergengsi di Asian Management Excellence Awards 2025

“Melalui Program Desa Berdaya Energi, PLN EPI mendorong masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat praktik ekonomi sirkular yang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Mamit.

Menurut Mamit, program ini dirancang agar setiap kegiatan saling terhubung dalam satu siklus yang berkelanjutan. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik, pupuk dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman multifungsi seperti Indigofera, Kaliandra , Jatiputih dll sementara daun dari tanaman tersebut kembali digunakan sebagai pakan ternak. Siklus tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha masyarakat, tetapi juga mengurangi limbah sekaligus memperkuat produktivitas pertanian dan peternakan.

Selain memberikan tambahan pendapatan, pemanfaatan pupuk organik juga membantu menekan biaya produksi petani. Jika kebutuhan 14 ton pupuk dipenuhi menggunakan pupuk urea, masyarakat diperkirakan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 91 juta. Dengan memanfaatkan pupuk organik hasil produksi kelompok, terdapat potensi penghematan biaya hingga sekitar Rp 75.6 Juta sehingga meningkatkan efisiensi usaha tani masyarakat.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Asem Mulya di Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Sunarto mengatakan bahwa pendampingan PLN EPI telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan.

“Sebelumnya kotoran ternak hanya dianggap sebagai limbah. Sekarang kami mampu mengolahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian dan memiliki nilai jual. Program ini membuat kami semakin memahami pentingnya memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap pendampingan yang dilakukan PLN EPI dapat terus berlanjut agar kapasitas kelompok semakin meningkat, baik dalam aspek produksi, kualitas produk, maupun perluasan pemasaran pupuk organik sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak anggota masyarakat.

See also  PLN Nusantara Power Siap Tampilkan Kapabilitas Global dan Solusi Transisi Energi di Electricity Connect 2026

Mamit menambahkan bahwa PLN EPI akan terus memperkuat kapasitas kelompok melalui pendampingan teknis, pengembangan kelembagaan, serta peningkatan kualitas produk agar Desa Berdaya Energi mampu menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

“Kami berharap keberhasilan kelompok masyarakat di Gunungkidul ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ketika limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutup Mamit.

Melalui Program Desa Berdaya Energi Gunung Kidul, PLN EPI berkomitmen terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Berita Terkait

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027
PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026
Tag :

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 12:31 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Thursday, 1 October 2026 - 17:33 WIB

PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Thursday, 1 October 2026 - 14:56 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha

Thursday, 1 October 2026 - 14:49 WIB

PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB