BMKG Sebut Asap Karhutla Bisa Lintas Negara

Tuesday, 25 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan tidak hanya menjadi persoalan bagi daerah terdampak. Asap yang dihasilkan dari kebakaran berpotensi bergerak melintasi wilayah Indonesia hingga mencapai negara tetangga.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, potensi tersebut tidak terlepas dari kondisi atmosfer, khususnya pola dan arah pergerakan angin.

Menurutnya, asap hasil karhutla dapat terbawa mengikuti aliran angin pada lapisan atmosfer tertentu. Apabila arah angin bergerak menuju kawasan perbatasan dan terus mengarah ke luar wilayah Indonesia, maka konsentrasi asap berpotensi menyebar hingga ke negara tetangga.

“Memang ada potensi asap terbawa ke negara tetangga akibat adanya pengaruh pergerakan angin,” ujar Ardhasena.

Kondisi ini menjadi perhatian lantaran wilayah Kalimantan memiliki kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain. Dengan demikian, ketika karhutla berlangsung dalam skala luas dan menghasilkan asap cukup banyak, dampaknya berpotensi dirasakan bukan hanya oleh masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Ardhasena menjelaskan, pergerakan asap sangat bergantung pada dinamika atmosfer yang terjadi dari waktu ke waktu. Arah angin, kecepatan angin, kondisi kelembapan udara, serta perkembangan awan menjadi sejumlah faktor yang turut menentukan sejauh mana asap hasil kebakaran dapat menyebar.

Ketika angin bertiup relatif kuat dan bergerak konsisten ke satu arah, asap dapat terdorong menjauh dari sumber kebakaran. Sebaliknya, apabila kondisi angin cenderung lemah atau berubah-ubah, asap dapat bertahan lebih lama di sekitar wilayah sumber kebakaran.

Karena itu, kondisi karhutla tidak cukup hanya dilihat dari titik panas yang muncul. Pergerakan massa udara juga menjadi faktor penting dalam memantau potensi penyebaran asap.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan atmosfer untuk memberikan gambaran mengenai arah pergerakan asap. Informasi tersebut menjadi penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.

See also  Tinjau Banjir Tol Bandara Soetta, Wamen Diana: Upayakan Tol Tetap Berfungsi Baik

Selain mengganggu jarak pandang, asap karhutla juga dapat menurunkan kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, paparan asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama apabila konsentrasi partikulat di udara meningkat.

Gangguan juga dapat merembet ke sektor transportasi. Penurunan jarak pandang akibat kabut asap berpotensi memengaruhi kelancaran transportasi darat, laut, maupun penerbangan apabila kondisi memburuk.

Dari sisi lingkungan, karhutla juga memberikan dampak yang jauh lebih luas. Kebakaran pada kawasan hutan dan lahan gambut dapat menghasilkan emisi dalam jumlah besar serta menghilangkan vegetasi dan habitat berbagai jenis satwa.

Karena itu, pencegahan dan penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu. Upaya pemadaman di lokasi kebakaran perlu dibarengi dengan pengawasan terhadap wilayah yang memiliki potensi terbakar serta langkah pencegahan agar api tidak meluas.

Potensi asap lintas batas juga menunjukkan bahwa karhutla bukan semata persoalan lokal. Ketika asap bergerak mengikuti pola angin dan menyeberangi batas wilayah, dampaknya dapat menjadi persoalan regional.

Pemerintah perlu memastikan penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas titik panas dan kondisi lahan yang rentan terbakar.

BMKG sendiri memiliki peran penting dalam memberikan informasi mengenai kondisi cuaca dan iklim sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan bencana hidrometeorologi, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Dengan pemantauan atmosfer yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kemungkinan arah penyebaran asap serta mengambil langkah antisipasi lebih dini.

Ardhasena menegaskan, faktor angin harus menjadi salah satu perhatian dalam melihat potensi penyebaran asap karhutla. Sebab, kondisi atmosfer dapat membuat asap bergerak jauh dari lokasi awal kebakaran.

“Jadi, pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang menentukan ke mana asap akan terbawa,” jelasnya.

See also  Raih Predikat Global Top Rated Industry, Pertamina Mampu Pertahankan Tingkat Risiko ESG

Potensi asap yang mencapai negara tetangga sekaligus menjadi pengingat bahwa pengendalian karhutla harus dilakukan sedini mungkin. Semakin luas kebakaran terjadi, semakin besar pula potensi asap yang dihasilkan dan semakin jauh wilayah yang dapat terdampak.

Terlebih, persoalan karhutla di Kalimantan tidak hanya menyangkut kondisi lingkungan dan kualitas udara masyarakat setempat. Jika asap bergerak melintasi batas negara, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi perhatian bersama di kawasan Asia Tenggara.

Karena itu, penguatan pencegahan, deteksi dini, pemadaman, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Di tengah potensi pergerakan asap lintas wilayah tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca, kualitas udara, dan kondisi karhutla dari instansi berwenang.

Langkah antisipasi menjadi semakin penting ketika kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap. Dengan penanganan cepat dan berbasis informasi cuaca yang akurat, dampak karhutla diharapkan dapat ditekan, sekaligus mencegah asap menyebar lebih luas hingga keluar wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Mendes Dukung Anyer Panarukan 3R, Dorong Kesejahteraan Warga.
Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera
Kementerian PU Optimalkan Daerah Irigasi Waninggap Kai untuk Alirkan Air 1.000 Hektare Sawah di Merauke
Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Excavator Tangani Banjir Kota Padang
Peraturan Ketat, Mendes Pastikan Pemain Liga Desa Asli dari Desa
Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Pesisir Selatan Sumbar
Pasca-Banjir Bandang, Irman Gusman Gaungkan Masa Depan Baru Solok
Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Perahu Karet Tangani Banjir di Pasar Youtefa Jayapura

Berita Terkait

Monday, 12 October 2026 - 06:53 WIB

Mendes Dukung Anyer Panarukan 3R, Dorong Kesejahteraan Warga.

Monday, 12 October 2026 - 06:48 WIB

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Monday, 12 October 2026 - 06:46 WIB

Kementerian PU Optimalkan Daerah Irigasi Waninggap Kai untuk Alirkan Air 1.000 Hektare Sawah di Merauke

Sunday, 11 October 2026 - 18:13 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Excavator Tangani Banjir Kota Padang

Sunday, 11 October 2026 - 06:37 WIB

Peraturan Ketat, Mendes Pastikan Pemain Liga Desa Asli dari Desa

Berita Terbaru

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria / foto ist

Ekonomi - Bisnis

Danantara Siapkan PT Kawasan Industri Indonesia, Kelola 35.000 Hektare

Monday, 12 Oct 2026 - 18:55 WIB

Nasional

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua

Monday, 12 Oct 2026 - 18:50 WIB

Energy

Srikandi PLN: Soft Skill Jadi Kunci Bersaing di Era AI

Monday, 12 Oct 2026 - 18:31 WIB