Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melakukan langkah cepat menghadapi ancaman kekeringan yang melanda sentra produksi pertanian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 10 unit pompa berkapasitas 5,5 HP diterjunkan untuk membantu mengairi 300 hektare sawah di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan air.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kondisi kekeringan. Kementerian PU terus melakukan penanganan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan agar intervensi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody.

Kegiatan pompanisasi oleh BBWS Citarum diawali dengan pembuatan dam parit untuk meninggikan muka air, sehingga air dari Saluran Pembuang (SP) Wadas dapat dipompa dan dialirkan menuju lahan sawah petani. Selanjutnya, sebanyak 10 unit pompa berkapasitas 5,5 HP dioperasikan dengan debit masing-masing sekitar 10–18 liter per detik untuk mengoptimalkan pasokan air ke lahan pertanian. Air dari pompa didistribusikan melalui irigasi tanah sepanjang 1387,48 meter layanan irigasi sekitar 300 hektare sawah yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan air.

Ketua Kelompok Tani Sekar Mulya, Marzuki, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PU melalui BBWS Citarum atas penanganan kekeringan yang dilakukan melalui pompanisasi. Dukungan pasokan air tersebut sangat membantu ketersediaan air bagi lahan pertanian petani, terlebih saat ini sawah tengah memasuki masa tanam.

See also  Pembukaan Terbatas Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa Untuk Kunjungan Wisata Alam

Selain pompanisasi, BBWS Citarum juga melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk menjaga kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Salah satunya melalui Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi Sekunder Daerah Irigasi (D.I.) Jatiluhur di Saluran Sekunder (SS) Sasak, Desa Kutamakmur, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.

Kegiatan normalisasi saluran dimulai pada 11 September 2026 meliputi penggalian tanah serta pembersihan rumput liar, gulma, eceng gondok, dan sampah yang menghambat aliran air. Pekerjaan menggunakan alat berat excavator dengan target sepanjang 3.200 meter dengan cakupan layanan irigasi sekitar 244 hektare di Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Pedes, dan Cilebar.

Dengan kegiatan normalisasi saluran sekunder tersebut diharapkan jaringan irigasi tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung upaya penambahan debit air ke lahan pertanian. Ke depan, perbaikan jaringan irigasi dan normalisasi saluran terus dilakukan sesuai kondisi lapangan guna memperluas jangkauan pemompaan dan meningkatkan keandalan layanan air bagi petani.

Kabupaten Karawang merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Barat dan berperan dalam menopang pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat, termasuk wilayah Jabodetabek. Karena itu, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian, terutama ketika kondisi kekeringan mulai berdampak pada lahan sawah.

Untuk mempercepat respons terhadap dampak kekeringan, BBWS Citarum juga membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun penanganan terkait kondisi kekeringan, kebutuhan air, dan permasalahan infrastruktur sumber daya air di wilayah kerja BBWS Citarum dengan hotline 0821-2117-5600 atau menghubungi posko bencana kekeringan 0852-1800-5600. Masyarakat juga dapat menghubungi Kementerian PU melalui Kanal Pelaporan Bencana di Call Center 158 ext 4, atau menghubungi WhatsApp Center di nomor 0815-1000-0158. (*)

Berita Terkait

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

 Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh / foto ist

News

Guru Besar ITPLN Ingatkan Syarat Ekspor Listrik Indonesia

Thursday, 24 Sep 2026 - 14:12 WIB