daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sektor lingkungan secara simultan di wilayah DKI Jakarta guna mempercepat akselerasi ketahanan iklim berbasis komunitas. Intervensi hijau tersebut diwujudkan melalui dukungan pengembangan Kampung Program Kampung Iklim (ProKlim) RW 05 Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur, serta pengadaan sarana Lubang Resapan Biopori (LRB) dan alat daur ulang limbah domestik di RW 002 Kelurahan Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat. Inisiatif sosial perseroan ini sekaligus menyokong pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Rangkaian penyerahan bantuan dan peninjauan fasilitas dihadiri langsung oleh jajaran manajemen PT Hutama Karya (Persero) bersama pengurus wilayah dan tokoh masyarakat setempat. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa penataan lingkungan pemukiman padat memerlukan sarana fisik yang berdaya guna agar warga terdorong memilah sampah dari rumah tangga sekaligus mengantisipasi risiko genangan air.
“Perseroan senantiasa mendukung program strategis pemerintah daerah dalam mengelola limbah domestik secara bijak sejak dari lingkungan rumah tangga. Melalui penyediaan infrastruktur pemilahan limbah, mesin pencacah daur ulang, dan jaringan resapan biopori di Cibubur maupun Gunung Sahari Utara, dapat mereduksi volume buangan sampah ke TPA sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih asri, sehat, dan bebas banjir,” ujar Hamdani.
Penyaluran bantuan di kawasan Kampung ProKlim Cibubur mencakup pembangunan fisik Bank Sampah Melati Mekar seluas 4×8 meter, mesin pencacah plastik, lubang composting empat persegi berukuran 1×1 meter kedalaman 2 meter, toilet umum, serta peneduh tanaman (paranet) bagi area urban farming warga. Sementara di Gunung Sahari Utara—yang berada di dekat kawasan operasional anak usaha PT HK Realtindo (Amethyst Tower)—bantuan difokuskan pada pengadaan 1 unit mesin pencacah organik 6 HP berkapasitas 600 kg/jam, 10 unit drum air 220 liter, serta paket material penunjang pembuatan 100 titik lubang resapan biopori.
Kehadiran sarana ini memberikan penegasan dampak nyata pada ekosistem setempat, di mana kawasan yang sebelumnya membuang seluruh sampah dapur dan residu plastik tanpa dipilah hingga menumpuk di TPA, kini beralih pada penerapan pemilahan mandiri dari sumbernya oleh puluhan kepala keluarga. Sampah organik rumah tangga diolah secara berkala menjadi pupuk kompos untuk kebun gizi warga, limbah botol plastik dicacah menjadi bahan baku daur ulang bernilai jual, serta ancaman genangan air saat hujan deras dapat diminimalkan berkat peningkatan laju infiltrasi air tanah melalui jaringan 100 titik biopori.
Penyaluran dukungan tersebut direalisasikan murni dari alokasi TJSL korporasi untuk merangkul puluhan kepala keluarga, Dasawisma PKK, serta kelompok pemuda peduli lingkungan. Program turut dilengkapi pembinaan dan evaluasi berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan sarana pengomposan serta perawan biopori di kedua kawasan permukiman.
Komitmen berkelanjutan Hutama Karya sebagai BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero) ini menjadi pilar pendukung Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023. Komitmen ini sekaligus menyelaraskan agenda Asta Cita Pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, serta menyokong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDGs Nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.








