daelpos.com – Kabar baik buat masyarakat! Meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) melonjak hingga USD112,81 per barel pada September 2026, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik.
Kepastian ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di tengah kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi bikin anggaran negara ikut megap-megap.
Pemerintah pun tak tinggal diam. Dampak kenaikan harga minyak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal dihitung ulang. Maklum, kalau harga minyak dunia terus meroket, beban subsidi energi bisa ikut membengkak.
Meski begitu, masyarakat tak perlu buru-buru panik. Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tetap dipertahankan. Artinya, kenaikan harga minyak mentah belum otomatis membuat masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam saat mengisi bahan bakar.
Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian pemerintah. Penyaluran subsidi BBM ke depan bakal lebih difokuskan agar tepat sasaran.
Dengan begitu, subsidi diharapkan benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak menerima, bukan malah melenceng ke pihak yang tidak seharusnya.
Kini, pemerintah harus putar otak menjaga keseimbangan. Di satu sisi, harga BBM subsidi diupayakan tetap stabil. Di sisi lain, tekanan harga minyak dunia terhadap keuangan negara juga harus tetap terkendali.
Jadi, meski harga minyak dunia lagi panas-panasnya, pemerintah memastikan harga BBM subsidi belum ikut terbakar.








