Karhutla Kalimantan Kian Kritis, Hasan Basri Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional dan Evaluasi Total Penanganan

Wednesday, 14 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah dan sekitarnya, telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.

Kabut asap pekat yang mengepung pemukiman, ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, serta lumpuhnya aktivitas harian membuat penanganan di tingkat daerah tidak lagi memadai.

Menyikapi situasi kritis ini, Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI sekaligus Ketua Kaukus Kalimantan, Hasan Basri, dengan tegas menyatakan dukungannya agar Presiden Republik Indonesia segera mengambil langkah luar biasa dengan menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional.

Desakan ini diperkuat dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Peristiwa penangkapan tersebut dinilai menjadi bukti telak bahwa tata kelola dan integritas kelembagaan penanggulangan bencana di Indonesia sedang mengalami krisis akut dan butuh perbaikan mendasar.

Hasan Basri memaparkan bahwa para senator asal Kalimantan secara konsisten telah menyuarakan penderitaan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

Menurutnya, pendekatan penanganan Karhutla saat ini terjebak dalam pola birokrasi biasa (business as usual) yang lamban dan tidak efektif meredam perluasan titik api.

“Kami dari Kaukus Kalimantan mendesak Bapak Presiden untuk memberikan atensi dan perhatian khusus. Karhutla di Kalimantan bukan lagi sekadar bencana ekologis musiman, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa jutaan warga negara. Oleh karena itu, penetapan Status Bencana Nasional adalah harga mati agar penanganannya menjadi jauh lebih serius, terpusat, dan optimal,” ujar Hasan Basri di Jakarta.

Dengan status Bencana Nasional, mobilisasi sumber daya negara dapat dilakukan secara total.

Pemerintah pusat memiliki legitimasi penuh untuk menggerakkan seluruh instrumen nasional secara lintas sektor—mulai dari pengerahan teknologi modifikasi cuaca masif, penambahan personel darurat TNI/Polri, penyediaan fasilitas kesehatan siap siaga bagi korban ISPA, hingga penegakan hukum tanpa kompromi terhadap korporasi-korporasi nakal yang membiarkan atau menjadi sumber pembakaran lahan.

See also  Sekolah Internasional Kena PPN 12 Persen, Ledia Hanifa: Harusnya Tidak Naik Setinggi Itu!

Di tengah jeritan rakyat Kalimantan yang tengah berjibaku dengan asap, publik kembali dikejutkan dengan kabar penindakan hukum oleh KPK terhadap pejabat BNPB.

Peristiwa hukum ini dinilai Hasan Basri sebagai tamparan keras sekaligus alarm bahwa sistem mitigasi dan manajemen bencana di tanah air harus dievaluasi secara total.

“Sangat ironis dan mencederai rasa keadilan publik. Di saat rakyat Kalimantan menderita karena asap dan keterbatasan fasilitas penanganan bencana, di pusat justru terjadi dugaan praktik rasuah di dalam lembaga otoritas penanggulangan bencana itu sendiri. Ini skandal moral yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Senator asal Kalimantan Utara tersebut.

Oleh sebab itu, Kaukus Kalimantan DPD RI mendesak agar penindakan hukum oleh KPK diusut hingga tuntas tanpa pandang bulu.

Di sisi lain, Presiden RI diminta untuk segera menggunakan momentum ini untuk merombak total sistem tata kelola anggaran dan operasional penanggulangan bencana agar dana mitigasi benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat di daerah terdampak, bukan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan biarkan rakyat Kalimantan terus-menerus menjadi korban dari lemahnya pengawasan dan bobroknya mentalitas birokrasi kebencanaan. Negara harus hadir, presiden harus bersikap tegas, tetapkan Bencana Nasional sekarang juga!” pungkas Hasan Basri.

Berita Terkait

Kementerian PU Percepat Pembersihan Longsor Tapan–Batas Jambi agar Aktivitas Warga Kembali Normal
Respons Karhutla di Sekitar JTTS, Hutama Karya Perkuat Kesiapan Penanganan dan Imbau Pengguna Tol Waspada
Hutama Karya Bangun Kembali Stadion H. Agus Salim, Hadirkan Fasilitas Modern Bernuansa Minangkabau
Dari Kacang Hijau hingga Rumput Laut, Kementrans Jajaki Hilirisasi dengan Empat Perusahaan Tiongkok
Kementerian PU Percepat Penanganan Bencana di Sumatera Barat, Rampungkan Tanggul Darurat di Padang dan Pulihkan Akses Jalan Tapan- Batas Jambi
TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, Kementerian PU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas di Kalteng
Irigasi Cimanuk Cisanggarung Hasil Rehabilitasi Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 17:27 WIB

Kementerian PU Percepat Pembersihan Longsor Tapan–Batas Jambi agar Aktivitas Warga Kembali Normal

Wednesday, 14 October 2026 - 15:55 WIB

Karhutla Kalimantan Kian Kritis, Hasan Basri Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional dan Evaluasi Total Penanganan

Wednesday, 14 October 2026 - 11:12 WIB

Respons Karhutla di Sekitar JTTS, Hutama Karya Perkuat Kesiapan Penanganan dan Imbau Pengguna Tol Waspada

Tuesday, 13 October 2026 - 21:14 WIB

Hutama Karya Bangun Kembali Stadion H. Agus Salim, Hadirkan Fasilitas Modern Bernuansa Minangkabau

Tuesday, 13 October 2026 - 14:31 WIB

Dari Kacang Hijau hingga Rumput Laut, Kementrans Jajaki Hilirisasi dengan Empat Perusahaan Tiongkok

Berita Terbaru

Olahraga

FIVB Gelar Kursus Pelatih Level I dan II di Sentul

Wednesday, 14 Oct 2026 - 17:15 WIB

Berita Utama

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Wednesday, 14 Oct 2026 - 15:44 WIB