daelpos.com — JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaannya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), sukses mengawal empat Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan mencatatkan performa impresif pada pameran kerajinan berskala internasional INACRAFT yang berlangsung pada Rabu-Minggu (7-11/10) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
Kain suminagashi dengan pewarna alam karya Serodja Widji Batik menjadi salah satu produk yang paling diminati hingga seluruh stok yang dibawa habis terjual. Selain Serodja Widji Batik, Hutama Karya Grup menghadirkan Elok Souvenir, OpiCha Craft, dan Adel Collection. Interaksi selama lima hari pameran memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenali preferensi pembeli, mulai dari pilihan bahan dan variasi desain hingga ketersediaan produk.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran tingkat dunia merupakan sarana pembinaan yang efektif bagi UMK binaan untuk memahami dinamika pasar secara riil.
“Penjualan selama pameran menjadi salah satu hasil nyata bagi UMK binaan. Pengalaman berinteraksi dengan pembeli memberikan bekal untuk menentukan produk yang perlu dikembangkan, kualitas yang harus diperkuat, dan stok yang perlu disiapkan. Masukan tersebut menjadi bahan penting untuk mengarahkan pendampingan pascapameran agar semakin sesuai dengan kebutuhan usaha,” ujar Hamdani.
Keunggulan produk kriya binaan turut menarik perhatian pengunjung mancanegara, seperti yang hadir dalam sesi workshop membatik di booth Hutama Karya Grup. Di sisi lain, pemilik Elok Souvenir asal Padang, Yusmawati, mengungkapkan bahwa kesempatan bertukar pengalaman dengan sesama perajin di INACRAFT memberikan panduan konkret untuk meningkatkan standar kerapian kerajinan manik-manik agar mampu bersaing dengan tren mode global.
Merespons potensi besar tersebut, Hutama Karya bersama HKI telah merancang strategi pendampingan lanjutan yang mencakup peningkatan kualitas produk, fasilitasi pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga penguatan permodalan untuk mendukung skala produksi. Langkah ini difokuskan agar identitas merek UMK binaan makin solid dan siap menjangkau rantai pasok pasar ekspor secara berkelanjutan.
Komitmen pembinaan UMK oleh Hutama Karya sebagai BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero) ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023. Inisiatif ini sekaligus menyelaraskan pilar Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif, serta menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.








