Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal siap berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk memastikan Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud.

Salah satunya adalah melalui pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek yang turut serta menentukan arah, strategi, perencanaan, pengawasan, hingga evaluasinya.

Hal tersebut disampaikan Mendes Yandri Susanto yang mengatakan dua kata kunci selain pemberdayaan untuk memastikan masyarakat tidak lagi terbelenggu dalam kemiskinan namun sejahtera dan mandiri. Yaitu pendampingan disertai peta yang jelas dari pemerintah dalam hal ini Kemendes PDT serta kementerian teknis lainnya untuk berkolaborasi menjalankan tugas masing-masing.

“Sesuai Asta Cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, kata kuncinya memang dua pemberdayaan dan pendampingan. Kalau kita melakukan pemberdayaan tanpa pendampingan maka program kita tidak akan maksimal. Kalau hanya pendampingan maka masyarakat tidak akan bisa melakukan gerakannya,” tuturnya saat Dialog Nasional Pemberdayaan dengan tema Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045 di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Jakarta, Rabu (14/10/2026).

“Semua gerakan ekonomi karena tanpa ada pemberdayaan maka kemiskinan tidak akan terpecahkan maka kami setuju mendukung penuh desain pemberdayaan masyarakat maka kami siap berkolaborasi,” imbuh Mendes Yandri.

Waktu mewujudkan Indonesia Emas 2045 semakin singkat sehingga berbagai pendekatan harus dilaksanakan. Penduduk desa yang jumlahnya lebih dari 70 persen populasi Indonesia perlu mendapat perhatian maksimal termasuk dientaskannya daerah tertinggal dan sangat tertinggal serta ditingkatkannya kualitas SDM.

Disampaikan Menteri PPN/Bappenas bahwa ujung tombak pemberdayaan berada di desa. Masyarakat desa wajib menjadi aktor utama tidak terbatas di Pulau Jawa tapi seluruh pelosok mendapat perhatian yang sama besarnya untuk menjadikan Indonesia Emas 2045.

See also  Tinjau Penanganan Sungai di Brebes, Menteri PU Instruksikan Mitigasi Risiko Jembatan Sitanggal

“Kita pastikan dari Aceh sampai Papua, masyarakat kita berdaya,” tegas Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy.

Kemiskinan di seluruh pelosok harus dituntaskan namun tidak dengan cara pemberian bantuan sosial yang habis dalam satu waktu. Itulah alasan pemberdayaan dan pendampingan dilaksanakan pemerintah dengan pendekatan berbagai sektor sehingga sifatnya berlanjut dan ini diyakini Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar sebagai investasi yang dipastikan bermanfaat dalam skala besar dan berkelanjutan.

“Semua orang akan mampu mandiri hidup berkualitas, setiap usah mampu ekspansi naik kelas, dari seluruh pelosok kemiskinan diberantas, kelas menengah hidup makmur tidak turun kelas,” tutup Menko Muhaimin Iskandar.

Berita Terkait

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang
Di Peking University, Iftitah: Bangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur
Indeks Udara Capai 414, Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap
Kemendes Ajak UKKM Genjot Pengembangan Kopdes Merah Putih

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Wednesday, 14 October 2026 - 10:43 WIB

53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Wednesday, 14 October 2026 - 10:38 WIB

Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data

Thursday, 15 Oct 2026 - 09:30 WIB